Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Kamu kenapa?


__ADS_3

Disaat Arga sedang bersama Kevin dan Kairan. Di kamar hotel mereka Lisa masih tertidur pules sambil memeluk pelayan hotel yang semalam bersamanya.


Wanita itu dengan tidak tahu malunya tertidur nyaman dalam pelukan sang pelayan.


Hingga sinar matahari masuk melalui celah jendela dan menerpa langsung wajahnya membuatnya terbangun.


"Eeuuhhg." Lenguhan terdengar dari bibir Lisa sebelum kedua mata itu terbuka dengan sempurna.


Bibir Lisa tersenyum, saat pandangannya mengitari ruangan itu, ia begitu bahagia karena bisa menghabiskan malam pernikahan mereka di salah satu hotel bintang lima, seperti yang dia impikan saat ini, namun perlahan senyum itu memudar ketika mendapati baju pelayan tergeletak dilantai bersebelahan dengan gaun pengantinnya.


Kepingan-kepingan ingat mereka tentang malam panas itu mulai, berputar di kepalanya, hingga melunturkan senyum di bibirnya.


Wanita itu menengok ke samping dan mendapati sang pelayan masih tertidur dengan nyaman.


Tanpa bertanya wanita itu langsung melayangkan tamparan pada pipi pelayan itu.


Plak.


"Kurang ngajar! Bangun kamu." Tanpa memikirkan tubuh polosnya, Lisa langsung menyeret pelayan itu dari ranjang hingga terjatuh ke bawah, membuat sang pelayan pun terbangun.

__ADS_1


Pelayan itu membuka kedua matanya dan langsung di suguhkan pemandangan indah di depan matanya.


Hingga membuat sesuatu di bawah sana berdiri dengan gagah dan siap untuk berkerja lagi.


" Kurang ngajar." Lisa hendak menendang wajah pelayan itu keren sudah berani menatap tubuh polosnya.


Tapi sayangnya, sebelum wanita itu sempat melakukannya, pelayan itu sudah lebih dulu menahan kakinya dan mendorongnya ke belakang. Membuat tubuh Lisa terjungkal di atas tempat tidur itu.


Pelayan hotel itu, berdiri dari duduknya menindih tubuh Lisa, lalu mengunci pergerakannya, sehingga ia dengan muda membuka kedua paha Lisa kemudian memasukkan sang adik pada sarang wanita itu.


Pergulatan panas itu kembali terulang lagi, jika semalam ia melakukannya karena di pengaruhi obat, tapi pagi ini karena terpaksa, sayangnya paksaan itu hanya di awal, sebab begitu Lisa merasa keenakan, wanita itu dengan tidak tahu malunya, meminta pelayan itu bergerak cepat. Dia bahkan ikut menggoyangkan pinggulnya sembari mende-sah dengan begitu kerasnya.


Setelah berbicara dengan Kevin dan Kairan, Arga kembali ke hotel! Pria itu ingin meminta maaf kepada Lisa karena telah meninggalkannya, selain itu dia juga ingin minta maaf karena telah menikah lagi tanpa sepengetahuannya.


Saat keluar dari lift dan hendak melangkah ke dalam kamar, mereka pria itu berpapasan dengan pelayan yang semalam tidur bersama Lita.


Penampilan pria itu terlihat berantakan, namun Arga tidak begitu menghiraukannya.


Ia terus melangkah menuju kamar yang dia sewa untuk mereka. Setibanya di depan kamar tangan Arga terulur untuk memutar Handle pintu itu, namun dia terkejut karena pintu itu sedikit terbuka.

__ADS_1


Arga pun melangkah ke dalam kamar itu dengan perlahan dan matanya langsung di suguhkan pemandangan yang sungguh miris.


Dimana kamar itu terlihat begitu berantakan belum lagi kondisi Lisa yan terbaring di atas ranjang dengan nafas yang memburu seakan dia baru selesai lari sepuluh putaran.


Jangan lupa gaun pengantin Lisa yang terbuang di lantai begitu saja. Arga bukan orang bodoh, dia tahu apa yang baru saja terjadi di kamar itu.


Arga pun langsung berbalik meninggalkan kamar itu, sebelum Lisa sempat menyadari keberadaannya.


Pria itu kembali ke tempat istri mudanya. Dan setibanya di sana dia langsung menarik Lita yang sedang berbicara dengan resepsionis.


Lita awalnya bingung, dia ingin menolak Arga tapi karena banyak mata yang melihat kearah mereka berdua, Lita pun mengikuti Arga dan membawanya masuk kedalam lift khusus.


Didalam lift Arga langsung memeluk Lita dari belakang membuat Lita memberontak ingin lepas. " Aku mohon sebentar saja, biarkan aku seperti ini." Ucapnya terdengar begitu lelah.


" Kamu kenapa?" Tanya Lita yang bingung dengan sikap Arga.


" Untuk saat ini, aku hanya ingin di peluk tanpa di tanya kenapa." Ucap Arga.


Mungkin ucapan Arga terdengar berlebihan tapi kenyataannya Arga memang sedang membutuhkan kekuatan untuk menjalani semuanya setelah apa yang dia lihat tadi.

__ADS_1


__ADS_2