Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Sisi lain Hani


__ADS_3

"Aku sudah memutuskan aku akan menceraikan Lisa dalam waktu dekat dan kita bisa hidup bersama, kamu akan menjadi wanita satu-satunya dalam hidup aku." Kata-kata itu selalu berputar berulang-ulang di kepalanya.


Harusnya dia bahagia mendengar itu semua tapi nyatanya, Lita justru semakin merasa bersalah! Sekeras apapun Arga meyakinkan dirinya tapi kecemasannya yang berlebihan akan hubungannya dan Arga membuat dia semakin terpuruk dalam pikirannya sendiri.


Lita sudah mencoba bersikap biasa saja dan menjalani semuanya tapi semakin dia mencoba acuh semakin dia tersiksa sendiri.


"Sayang Kenapa bengong lagi! Kita bisa terlambat." Arga mengecup pipi Lita lalu berjongkok dihadapannya.


Bukan sekali dia mendapati Lita seperti ini, ia menggenggam kedua tangan Lita," Katakan apa yang menganggu pikiran kamu, sayang." Tanya Arga dengan begitu lembutnya.


Namun seperti sebelum-sebelumnya Lita akan menjawab sama." Nggak, aku hanya kangen mommy aja." Selalu kata itu yang menjadi jawaban, walaupun jawab tidak sepenuhnya salah, sebab ia juga sangat merindukan wanita yang telah melahirkannya itu.


Dulu, sekali pun mereka tinggal berjauhan, Lita selalu meluangkan waktu untuk menghubungi mommy tapi sekarang jika dia rindu, dia hanya bisa memejamkan mata sembari menyebutkan nama sang mommy lalu diikuti sebaik doa untuk mommy Mayang! Berharap Tuhan dapat menyampaikan doa-doanya kepangkuan sang mommy, tempat dimana ia rindu untuk tidur di sana.


"Ya udah, lanjutin siap-siapnya! Hani pasti udah nungguin kita."Ucap Arga tidak ingin memaksa sang istri untuk berbicara.


Mengingat sebentar lagi, mereka harus menghadiri acara syukuran tujuh bulanan Hani.


"Iya, kamu tunggu aja di luar, sebentar lagi aku selesai kok." Arga mengangguk kemudian ia keluar meninggalkan Lita.


Tak sampai sepuluh menit, wanita itu menyusul Arga," Sudah siap! Kita pergi sekarang." Tanya Arga sembari mengulurkan tangannya untuk merangkul sang istri.


"Iya." Jawabnya, setelah mereka pun meninggalkan apartemen menuju, rumah keluarga Xavier.


Sebab acara itu akan diadakan di sana, atas permintaan bunda Dian dan mommy Melly.


Setelah bermacet-macetan bersama pengguna jalan lain, akhirnya mereka tiba di rumah keluarga Xavier. Rumah itu telah di sulap menjadi tempat acara diadakan syukuran tujuh bulanan Hani.


Tamu undangan telah berdatangan, begitu pun dengan ibu-ibu majelis yang di undang berserta anak-anak dari beberapa panti asuhan untuk mendoakan Hani dan calon anak-anaknya.


"Sayang duduk sini. " Panggil Luna begitu Arga dan Lita masuk kedalam ruangan tamu.


Arga mengantar Lita bergabung dengan mama-nya, Hana, Ela dan Nayna. Meninggalkan Lita di sana, sementara ia bergabung bersama papanya, Kairan dan yang lainnya. Diruang tamu itu, digerai karpet untuk mereka melantai.

__ADS_1


Baru Lima menit mereka duduk, Dina dan Jayden datang bersama anak-anak mereka, Lisa juga ikut bersama rombongan Dina.


Melihat keberadaan wanita itu Arga, Reval, Kairan dan Kevin saling melirik. " Semoga dia tidak membuat masalah." Bisik Kairan. " Arga mengamininya dalam hati.


Tak lama berselang, acara itu pun berjalan dipandu langsung oleh Nayna dan Hana yang merangkap jadi MC dadakan.


Serangkaian acara itu berjalan dengan hikmat dan bersyukurnya sampai acara itu selesai, Lisa hanya duduk diam sembari menatap Arga yang tidak menghiraukan keberadaan Pria itu di sana, jujur saja! Dia mulai merindukan perhatian Arga, mungkin karena dia sudah tidak memiliki bekingan diluar.


Begitu acara selesai, Lisa ingin menghampiri Arga, namun pria itu sudah lebih dulu bergabung bersama Lita. Membuat kening Lisa mengerut.


Dia penasaran kenapa Arga begitu dekat dengan wanita yang dia tahu adalah anak dari wanita malam itu, tapi Lisa berani bertarung jika banyak yang tidak tahu akan hal itu, sebab Hani dan kakeknya menutupi kenyataan itu dengan baik atas permintaan mommy Mayang. Yang tidak ingin mental putrinya terganggu karena pekerjaannya dia ingin putrinya tubuh dengan baik tanpa cemoohan dan ocehan orang yang tidak tahu kehidupannya sampai berada ditempat terkutuk itu.


Lisa beranjak dari tempat duduknya, ia menghampiri Arga dan Lita, keduannya asyik mengobrol hingga tak menyadari jika tadi Lisa memperhatikan mereka.


Semakin dekat dengan Arga, Lisa semakin mendengar jelas ucap pria itu untuk Lita."Tapi kamu harus tetap makan sayang, untuk anak kita." Lisa melirik perut Lita dan dia baru menyadari jika sejak tadi Arga mengelus perut lita.


"Aaaakkhh." Lisa tiba-tiba menjambak rambut Lita hingga penutup kepala yang Lita pakai terlepas.


"Dasar wanita mura-han." Maki Lisa, Arga dengan sigap menahan tubuh Lita hingga tak sampai terjungkal kebelakang sementara tangan satunya lagi menahan tangan Lisa.


"Masih banyak laki-laki diluar sana, kenapa harus suami aku, wanita si-alan." Maki Lisa membuat mereka menjanji tontonan.


Bersyukurnya sebagian tamu sudah pulang karena acara itu telah selesai." Lepaskan sahabat aku atau aku rambut kamu." Ela berdiri dibelakang Lisa menarik rambut wanita itu lebih kuat dari yang dia lakukan, sementara Luna, menghampiri Lita memeluk tubuh, membiarkan Arga melepaskan tangan Lisa dan kepala Lita.


"Akkhhh, Ela lepas aku nggak punya urusan sama kamu." Mohon Lisa.


"Sebelum itu lepaskan dulu sahabat aku."Lisa tidak punya Pilihan ia melepaskan tangannya.


PLAK.


Arga langsung menamparnya didepan semua orang, membuat mata Lisa berkaca-kaca, ia menggenggam pipinya yang terasa panas sembari menatap Arga tajam.


"Kenapa kamu tampar aku! Harusnya aku yang melakukan itu. Dimana hati kamu, kamu tega berselingkuh dengan wanita ini bahkan dia sampai hamil." Teriak Lisa sembari menangis, sementara di bawah sana Lita hanya bisa menangis dalam diam dipelukan Luna.

__ADS_1


"Dan kamu, wanita mura-han! Apa kamu sebegitu gatalnya, sampai merebut suami aku dasar wanita tidak tahu diri, emang ya dasarnya anak pela-cur tidak bisa membedakan mana yang bisa kamu goda." Maki Lisa semakin menjadi-jadi membuat hati Lita sakit.


Dia tahu dia yang bersalah disini tapi kenapa kenapa Mommy-nya yang sudah tenang dibawa-bawa dalam urusan ini.


PLAK .


Arga kembali menampar Lisa berharap wanita itu akan diam, namun tamparan itu tidak cukup untuk membuat Lisa bungkam, wanita itu semakin menjadi mengatai Lita.


"Kenapa, kamu tidak terima! Kenyataannya memang seperti itu, dia sama seperti ibunya. Sama-sama wanita mura-han." Terus, Lisa terus mengatai Lita.


Wanita itu tidak sadar jika dia sedang membangunkan singa tidur. Hani yang sejak tadi diam, berjalan Dino yang berdiri tidak jauh menonton itu semua lalu menada tangannya kepada pria itu tanpa banyak bicara.


Dino yang mengerti maksud Hani, mengeluarkan dua benda dari saku jasnya, Pisau lipat kesayangannya dan pistol.


Hani mengambil pisau itu lalu berjalan kearah mereka, sementara narendra mencoba menenangkan Arga tanda ia sadari istrinya telah mendekat dengan seringai iblisnya.


BRUK..


"Eeakkkhh." Hani mencekiknya, menubruk punggung wanita itu pada dinding, tidak perduli jika Lisa sedang hamil saat ini. Bahkan kehamilannya yang besar pun tidak menjadi penghalang untuknya bergerak.


"Haaniya."


Semua orang menjerit memanggil namanya. Namun Hani tetap menulihkan telinganya.


Dia meletakkan ujung pisau itu pada kulit leher Lisa, merobek sedikit kulit wanita itu hingga membuat Lisa meringis.


"Ulangi ucapan dan aku akan dengan senang hati mengantar kamu ke pangkuan mommy." Hani menarik pisaunya lalu meletakkan pada sudut bibir Lisa. Wanita itu ingin merobek mulut Lisa mengunakan pisau itu, namun tangan Narendra dengan cepat menariknya dan memukul tangan istrinya membuat pisau itu terjatuh bersamaan dengan ia melepaskan tangannya dari leher Lisa.


Uhhukk uhhukk.


Lisa terbatuk-batuk sembari menarik oksigen sebanyak-banyaknya, wajahnya yang tadi memerah kini telah berubah pucat, hampir saja ia mati ditangan Hani jika Narendra tidak bergerak cepat.


Sementara semua orang masih terdiam lebih tepatnya bengong karena baru kali ini mereka melihat sisi lain seorang Haaniya. Melly sampai shock begitu juga dengan Dian.

__ADS_1


Sementara adik-adiknya justru menatap kagum dengan apa yang Hani lakukan kepada Lisa.


__ADS_2