Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
End


__ADS_3

Satu Minggu setelah kepergian Lisa untuk selama-lamanya, Lita melahirkan bayi laki-laki.


Bayi itu diberi nama Arshaka Widjan Sanjaya. Kelahiran bayi laki-laki itu menjadi pelengkap kebahagiaan Lita dan Arga.


Kini sudah tidak ada alasan untuk Lita menolak perasaan suaminya dan rasa bersalah itu perlahan-lahan menghilang dengan sendirinya.


Mungkin kepergian Lisa merupakan jawaban dari perasaan bersalah yang terus menghantuinya selama ini. Entahlah Lita tidak ingin berpikiran buruk tentang apapun.


Wanita itu hanya bisa berdoa semoga Lisa dan anaknya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.


"Hai jagoan ayah." Sapa Arga pada Shaka dalam gendongannya, membuat Lita tersadar akan lamunannya tentang Lisa.


Kedua sudah bibir wanita itu tertarik keatas membentuk sebuah senyum, senyuman yang begitu membahagiakan.


Lalu pandangannya berpindah pada Luna yang sedang tidur di atas ranjang yang sengaja disiapkan untuk keluarga Pasien beristirahat.


Mertuanya itu semalam menemani Arga menjaga Shaka   sepanjang malam, sementara sahabat dan keluarga yang lain telah pulang untuk beristirahat begitu pun dengan papa mertuanya, karena hari ini papa Reval akan berkerja menggantikan Arga selama pria itu cuti menjaga anak dan istrinya.

__ADS_1


"Sayang kenapa? Ada yang sakit? Atau kamu butuh sesuatu." Tanya Arga, sembari mendekati Lita dengan Shaka yang masih anteng dalam dekapannya, ketika melihat Lita hanya diam.


"Nggak, aku baik-baik saja, Ga." Jawab Lita sembari menggeleng kepalanya dengan senyuman yang tidak luntur dari wajahnya.


Bahagia tentu saja dia bahagia, punya suami yang mencintai dan mertua yang bisa menerima dirinya yang notabene adalah anak seorang wanita malam, sebaik apapun pasti ada pikiran negatif tentang mereka yang yang berasal dari kubangan dosa itu dan bersyukurnya mertuanya tidak berpikir negatif tentang dirinya.


Dan satu yang paling dia syukur di hidupnya sekarang adalah cinta dan sayang yang ia dapat dan kini tuhan melengkapi kebahagiaannya dengan hadirnya pangeran kecil dalam mahligai rumah tangga mereka.


"Terima kasih sayang, Aku mencintaimu." Bisik Arga sembari mengecup pipinya membuat wajah Lita memanas. Hal itu tidak lepas dari pandangan Arga, pria itu terkekeh." Astaga sayang, setelah kita punya anak satu, kamu baru tersipu atas sikapku kepadamu. Jagoan ayah coba lihat akhirnya bunda kamu jatuh cinta kepada ayah nak." Lanjutnya senang sembari menatap wajah Shaka, bayi mungil itu mulai menggeliat dalam dekapannya.


"Arga_"


"Lita dia seakan tahu mana bunda-nya." Ucap Arga lagi begitu putranya itu kembali diam saat berada digendong Lita.


"Iya dong Yah! Kan Shaka sayang sama bunda, iya, ya nak ya." Lita berkata sembari menggesek ujung hidungnya pada pipi Shaka.


Melihat itu hati Arga menghangat, walaupun ia tidak merasakan kasih sayang orang tua yang lengkap, tapi dia bahagia dan bersyukur, setidaknya putranya itu tidak akan bernasib seperti dirinya.

__ADS_1


Tanpa sadar Arga mendekap tubuh Lita dan putranya, tidak sampai menyakiti mereka berdua." sayang," panggilnya.


"Ya."


" Setelah hari ini, jalan kita didepan sana masih sangat panjang dan aku tidak tahu apa yang akan kita lewati tapi satu yang aku minta, jangan lepas genggaman tangan aku dan tetap berdiri disamping aku hingga maut memisahkan." Ucap Arga sungguh-sungguh.


Lita tersenyum lalu mengangguk kepalanya," Yah, aku harap kamu tetap sabar dalam membimbing aku dan nggak akan pernah bosan dengan sikap aku." Arga mengangguk. Pria itu lalu mengecup puncak kepala Lita.


"Aku mencintai kamu, sayang." Ucap Arga untuk kesekian kalinya hari ini.


"Aku juga mencintai kamu, ayahnya Shaka." Arga tersenyum lalu mendaratkan kecupan pada kepala Lita lalu berpindah pada Shaka.


Keduanya kini sudah merasa bahagia dengan kehadiran Shaka dan kisah mereka pun berakhir disini walaupun pintu menuju kebahagiaan baru saja terbuka.


Sama seperti Lita dan Arga yang sudah bahagia dengan kehidupannya, Lily juga sudah bahagia dengan pilihannya, wanita itu memilih menjadi janda ketimbang kembali kepada Steve karena menurutnya selingkuh itu penyakit akut, sekali pun sudah sembuh suatu saat dia pasti akan kembuh lagi, apalagi setelah Lily tahu jika Lisa itu wanita kesekian yang menjadi selingkuhan Steve, walaupun begitu Lily tidak melarang Steve bertemu anak-anaknya, karena mereka juga membutuhkan sosok ayah.


Dan bahagia itu tidak selamanya harus bersama bukan dan bahagia versi Lily adalah menjaga mentalnya walaupun sudah terlanjur hancur namun masih bisa di selamatkan.

__ADS_1


......End.......


__ADS_2