Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Ingin diantara Lita!


__ADS_3

Dan bukankah melayani seorang suami itu merupakan sebuah keharusan! Apalagi perihal urusan ranjang.


Arga akhirnya berhasil meloloskan, setiap kain yang menempel di tubuh Lita termasuk kain penutup segitiga bermuda dibawah sana. Membuat tubuh wanita itu polos tanpa sehelai benang pun. Setelah itu Arga sedikit beranjak dari tubuh Lita untuk melepas pakaiannya, membuatnya sama polos seperti Lita.


Arga kemudian memposisikan tubuhnya didepan tengah-tengah paha Lita, memposisikan sang adik dan meletakkan kepalanya tepat pada belahan apem yang sudah sangat basah. Menuntun kepala sang adik untuk naik turun dengan ritme yang pelan namun mampu membuat Lita menggeliat tak menentu.


Merasa kepala sang adik sudah cukup basah dengan pelumas alami itu, Arga pun mendorong kepala sang adik untuk memasuki belahan apem itu.


"Aarrhgghh." Pekik Lita saat merasa, tubuhnya kembali dibela menjadi dua, oleh benda tumpul, panjang nan beru-rat itu.


Meskipun ini bukan pertama kalinya untuk Lita, namun rasa perih itu masih sangat terasa walaupun Arga telah melakukannya dengan begitu lembut.


" Sakit?" Tanya Arga, lelaki itu sedikit membungkuk untuk bermain dengan bukit kembar milik Lita, membiarkan sang adik merasa nyaman dengan sarung barunya.


"Hmmhh, sedikit." Jawab Lita sembari mengigit bibir bagian bawahnya. Untuk menahan desa-han yang ingin kembali keluar.


"Jangan di gigit nanti bibir kamu luka! Mende-sahlah. Mende-sah menyebut namaku." Ucap Arga sembari menarik bibir bawah Lita, Lalu menciumnya sebagai ganti sembari bergerak maju-mundur dibawah sana.


"Arga, ahh." Lita mende-sah menyebut nama pria itu seraya melingkarkan kedua tangannya pada leher Arga.

__ADS_1


Pemain pria itu sungguh sangat membuat Lita, terus mende-sah dan memanggil namanya.


Mendengar suara-suara merdu yang keluar dari bibir sang istri membuat Arga semakin menaikkan temponya, hingga tak membutuhkan waktu lama, lita pun mencapai puncaknya atas perbuatan Arga kepada-nya.


Mendapati sang istri sampai duluan, merupakan sebuah kebanggaan karena ia mampu memu-askan istrinya.


Arga terus melanjutkan pemainnya tanpa memberi kesempatan untuk Lita menikmati pencapaiannya itu.


Hingga Arga merasa sesuatu dalam dirinya akan meledak. " Ga, mau_ahh."Lita tidak dapat melanjutkan ucapannya namun Arga tahu, apa yang ingin diucapkan istrinya itu.


"Bersama sayang!" Ucap Arga tanpa sadar memanggil Lita dengan kata sayang.


Dan pada akhirnya mereka mencapai puncak itu bersama-sama, Lita mengeratkan pelukannya pada leher Arga tanpa sadar mengigit pundak pria itu merasa sensasi itu.


Begitu dia merasa bibit-bibit unggulnya telah berpindah sepenuhnya pada tubuh Lita, agar kemudian membenamkan ciumannya pada kening Lita lama, sebelum tubuhnya benar-benar ambruk disamping sang istri.


Arga menarik tubuh Lita, memeluk tubuh wanita itu sembari mengatur nafas mereka tanpa ada pembicaraan apapun, entah apa yang mereka rasakan, mungkin malu atau apa? Hanya keduanya yang mengetahui hal itu.


Terlalu lama mendiami satu sama lain, hingga tanpa terasa keduanya kembali terlelap, setelah permainan panas itu, walaupun waktu kini telah menunjukkan pukul lima lewat beberapa sepuluh menit.

__ADS_1




Drrrrrthh... Drrrrrthh...


Arga yang tengah terlelap, sedikit terusik karena dering panjang dari ponselnya.


Tangan pria itu terangkat untuk mengambil ponselnya ponsel di atas nakas tanpa mengubah posisi tidurnya.


Arga sengaja melakukan hal itu karena tidak ingin mengusik tidur Lita, sebab wanita itu masih terlelap beralaskan lengannya yang ia jadikan bantal.


"Hmmm," gumam Arga setelah menggeser icon berwarna tanpa melihat siapa yang menelponnya.


"Ga! Kamu masih tidur? Jam berapa ini? Kita semua sudah berada di bandara sejak satu jam yang lalu." Teriak Kevin dari seberang sana.


Pria itu sungguh sangat kesal karena sudah berulang kali dia menghubungi bos nya itu, namun pria itu tidak kunjung mengangkatnya dan ternyata ia masih tidur memeluk istri mudanya. Sementara Kevin harus meladeni ocehan, Lisa, mamanya, beserta Nahla yang sudah mulai bosan menunggu kedatangan Arga.


Mendengar teriakkan Kevin dari seberang sana, Arga langsung menjauhkan ponsel dari telinganya untuk melihat jam. Dan betapa terkejutnya dia karena waktu kini telah menunjukkan pukul sembilan pagi, sementara ia berjanji dengan pilot dan pramugari jam 10 pagi untuk penerbangan Bali, Jakarta mengunakan pesawat pribadi.

__ADS_1


" Maaf, satu jam lagi, aku sampai."Ucap Arga kemudian mengakhiri panggilan itu secara sepihak tanpa menunggu sahutan dari Kevin.


Setelah itu ia kembali meletakkan ponselnya ditempat semula. " Tha, Lita." panggil Arga dengan begitu lembutnya, pria itu ingin membangun Lita untuk mengantarnya ke bandara karena dia ingin kembali ke Jakarta di antara oleh Lita walaupun hanya sampai bandara saja nantinya.


__ADS_2