Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Kamu marah?


__ADS_3

Satu Minggu Lisa berada di-bali, selama satu Minggu itu, ia tidak sendiri, wanita itu justru bersama dengan pria yang ia temui di club malam itu.


Wanita itu dengan suka rela menjadi penghangat ranjang Steve. Bahkan semua barang-barangnya ia ambil dari hotel tempatnya menginap dan menginap di kamar yang sama dengan pria itu.


Dari penampilan serta kamar tempat Steve menginap, Lisa yakin jika pria itu tidak kalah kayanya dengan sang suami, bahkan saat step menawarkan dia untuk menjadi kekasihnya, Lisa dengan senang hati mengiyakan hal itu.


Dan benar saja tanpa diminta pria itu dengan suka rela mengirimnya uang dengan nominal tidak sedikit. Tidak hanya uang yang dia dapat, bahkan kepuasan dalam berhubungan pun ia dapat sehingga ketika pria itu memintanya untuk menemaninya di Bali hingga pekerjaannya selesai, Lisa pun dengan senang hati mengiyakan hal itu.


Selain tidak bisa menjaga kehormatannya sebagai seorang istri, wanita itu juga lupa akan suaminya.


"Sayang, satu jam lagi kita akan kembali ke Jakarta. Bersiap-siaplah." Ucap Steve yang baru saja datang, entah dari mana.


"Cepat sekali! Apa kita akan bertemu lagi setelah tiba di Jakarta?" Tanya Lisa.


Steve pun menghampiri Lisa, melingkarkan kedua tangannya pada pinggang wanita itu lalu mengecup bibirnya dengan sedikit melu-matnya.


"Aku akan mencari waktu yang tepat untuk, bertemu dengan kamu sayang! Tapi ingat kamu tidak boleh menghubungi aku lebih dulu." Jawab Steve.


Membuat Lisa mengerutkan keningnya bingung." Tapi kenapa sayang." Tanya Lisa lagi.


"Karena aku akan sangat sibuk nantinya, jadi jangan menghubungi aku sebelum aku yang menghubungi kamu." Jawabnya tidak ingin di bantah.

__ADS_1


Tanpa Lisa tahu, jika pria yang sedang bersamanya saat ini adalah suami dari wanita lain, tentu saja Steve tidak ingin istrinya tahu akan keberadaan Lisa, mengingat istrinya saat ini tengah hamil anak nya yang ketiga.


Dan pria itu juga tidak tahu jika wanita yang dia ajak selingkuh itu istri dari seseorang.


Keduanya sama, yang satu pengkhianat dan yang satu lagi penggoda. Karena buka baru kali ini Steve selingkuh dari istri tapi Lisa merupakan selingkuhan Steve yang kesekian. Di pertemuan dengan Lisa yang suka menggoda serta murah, membuat keduanya begitu cocok.


" Waktu kita masih satu jam, bagaimana kalau kita bersenang-senang terlebih dulu sebelum pulang." Tawar Lisa dengan tidak tahu malunya dan bersenang-senang yang dimaksud wanita itu, tentu saja Steve tahu.


Pria itu tidak menolak dengan senang hati dia menerima ajakan Lisa dan yang terjadi selanjutnya hanya mereka dan tuhan yang tahu.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di tempat lain, Arga terus menemani Lita selama seminggu ini, walaupun Lita sudah sering menolak dan menyuruhnya pulang namun pria itu tidak langsung mengiyakan keinginan istrinya itu.


Pintu apartemen Lita terbuka, wanita itu melihat kearah pintu disana suaminya baru saja pulang sembari membawa Lita makanan.


"Kamu kesini lagi?" Tanya Lita tanpa menatap kepada suaminya itu. Sebab ia tengah fokus menjepit kuku kakinya mengunakan jepitan kuku.


"Iya, Lisa masih di-bali! Jadi kamu nggak perlu merasa nggak enak sama dia." Jawab Arga, sembari menghampiri wanita itu, meletakkan kantung berisi makanan yang dia bawa diatas meja sembari mengecup kepala wanita itu.


Lita yang merasakan kecupan di kepalanya, meletakkan penjepit kuku itu di atas meja lalu meraih tangan Arga untuk mencium punggung dan telapak tangan suaminya.

__ADS_1


"Kenapa pakai baju bekas aku." Tanya Arga sembari berjongkok di samping istrinya.


"Kenapa, nggak boleh ya?" Alih-alih menjawab, Lita justru balik bertanya.


"Bukan nggak boleh sayang! Boleh kok, tapi pakai yang bersih di lemari jangan yang bekas aku pakai." Jawab Arga sembari mengusap kepala istrinya dengan sayang.


Entah mengapa sudah tidak hari ini, ia selalu pulang dan mendapati Lita mengunakan bajunya yang sudah ia pakai.


Dan pria itu tidak sadar jika ia tidak lagi menemukan Lita dalam keadaan lemas kerena mual, wanita itu justru bisa melakukan aktivitasnua seperti sekarang ini.


"Aku nyaman aja pakai baju bekas kamu," ucap Lita, tanpa ingin menjelaskan jika hal ini membuat dia sendikit lebih baik.


"Baiklah, terserah kamu saja sayang! Sekarang kita makan, kamu pasti belum makan-kan?" Ucap Arga menebak dan Lita pun hanya menyengir tanpa dosa membuat Arga mengelus dadanya.


Apa jadinya wanita ini, jika dia tinggalkan selama lima hari. Memikirkan hal itu membuat Arga memijit pelipisnya.


"Aku lupa, aku janji nanti kalau Lisa-nya sudah datang aku akan makan dengan teratur." Ucapnya agar suaminya itu tidak perlu terlalu memikirkannya.


" Terserah." Jawab Arga, pria itu mengambil kantung berisi makanan yang dia bawa, lalu membawanya ke atas meja makan.


Pria itu menggulung kedua tangan bajunya sampai di siku setelah itu barulah ia mengeluarkan makanan-makanan itu lalu ia sajikan untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Kamu marah?" Tanya Lita menghampiri pria itu.


Arga mengeleng kepalanya sebagai jawaban, namun Lita tidak percaya begitu saja dengan ucapannya. " Kamu tahu aku tidak akan pernah bisa marah kepadamu." Ucapnya sembari mengecup pipi Lita, membuat wanita itu tersenyum. " Ayo kita makan, kasian anak kita pasti sudah sangat lapar karena mamanya begitu keras kepala." Lita tertawa sembari mengangguk kepalanya, setelah itu keduanya duduk dan menikmati makanan yang di siapkan Arga.


__ADS_2