Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Berbagi cerita


__ADS_3

"Tha, Lita." Panggil Arga.


Pria itu baru saja kembali, setelah membeli makan malam untuk mereka. Saat membuka pintu kamar mereka ia menemukan Lita baru keluar kamar mandi. Wanita itu terlihat lemah.


"Ada sayang? Kamu mual lagi?" Tanya Arga. Lita tersenyum, mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


Pria itu melangkah menghampiri Lita, lalu mengusap bibir wanita itu mengunakan jari jempolnya, menghapus jejak basah di sana." Maaf." Ucapnya merasa bersalah karena telah membuat wanita itu berada di masa-masa sulit seperti ini.


"Aku baik-baik saja, kamu tidak perlu minta maaf." Sahut Lita membalas sikap hangat suaminya dengan senyuman. "Oh iya, mana makanannya?" Tanya Lita, tidak ingin membuat suaminya semakin merasa bersalah, karena Lita pun tidak masalah jika harus mengalami mual dan segala kesulitan saat hamil.


"Kamu yakin?" Bukannya, menjawab Arga justru balik bertanya, karena ia sungguh mengkhawatirkan wanita ini.


"Kalau aku nggak baik-baik saja, kamu mau ngapain, mau keluarin anak kita sebelum waktunya! Nggak kan?" Arga dengan cepat mengeleng kepalanya, tentu saja dia tidak akan pernah melakukan hal itu, karena bagaimanapun anak yang di kandung Lita saat ini adalah alasan dia memiliki wanita itu."Jadi nggak usah pikirkan aku, percayalah aku baik-baik saja. Sekarang kamu temani aku makan." Sambungnya menarik tangan Arga keluar kamar mereka.


Pria itu pun mengikuti langkah istrinya walaupun ia masih sangat mengkhawatirkan Lita.

__ADS_1


Dan malam itu keduanya makan malam sembari berbagi cerita untuk mengenal lebih dekat satu sama lain dan begitu makan malam itu selesai kedua langsung beristirahat.


\=\=\=\=\=\=\=


Waktu saat ini telah menunjukkan pukul sepuluh malam lewat! Waktu yang tepat untuk beristirahat dari aktivitas seharian. Namun hal itu tidak berlaku untuk Lisa dan orang-orang yang ada ditempat yang sama dengannya malam ini.


Duduk di depan meja bartender sembari menikmati minuma dengan kadar alkohol rendah namun dapat membuat mabuk mereka yang tidak terbiasa dengan minum itu.


Entah sudah berapa banyak minum yang masuk ke tenggorokan karena wanita itu masih cukup sadar saat seseorang datang duduk disampingnya.


"Aku Lisa, mau bersenang-senang." Wanita itu memperkenalkan diri lalu menawarkan pria itu untuk bersenang-senang.


Entah bersenang-senang seperti apa yang dia maksud, namun hal itu justru membuat bartender dan pelanggan yang duduk disampingnya mengeleng kepala mereka.


"Nona, sebaiknya anda pulang! Anda seperti sudah sangat mabuk." Ucap sang bartender namun Lita justru mengeleng kepalanya.

__ADS_1


" Tidak, tidak, aku tidak mabuk! Aku masih sangat sadar." Tolak Lisa, dengan lancang tangan wanita itu terulur untuk menyentuh pipi, pria yang duduk disampingnya. " Bahkan aku masih bisa melihat jika pria ini lebih tampan dari si breng-sek Arga itu." Ucapnya lagi.


Membuat sang bartender hanya bisa mengeleng kepalanya, bukan sesuatu yang mengejutkan untuknya bertemu dengan wanita seperti Lisa.


" Siapa nama kamu?" Tanya Lisa lagi.


Sementara pria itu masih diam sembari menatap penampilan Lita, yang terlihat sangat menganarik sekaligus menggoda.


" Steve, panggil aku Steve."Jawab pria itu sembari mencondongkan tubuhnya ke depan hingga ia dapat berbicara didepan telinga Lisa karena ruang itu begitu berisik dengan suara musiknya.


" Steve, mau bersenang-senang?" Tanya Lisa lagi. Pria itu menaikkan salah satu alisnya bingung, namun melihat tubuh Lisa yang begitu menarik dan menggoda iman. Pria itu juga menawarkan sebuah yang mengejutkan sayang sangat Lisa inginkan.


"Termasuk bercinta?" Tanya Steve, lagi masih dengan posisi yang sama.


" Tentu." Jawab Lisa tanpa banyak berpikir.

__ADS_1


Dan keduanya pun meninggalkan bar itu entah kemana yang pasti mereka akan menghabiskan sisa malam hari ini dengan bersenang-senang. Sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan dengan Arga selama satu bulan terakhir ini. Jadi tidak ada salahnya jika ada yang dengan sukarela melakukan apa yang tidak bisa Arga lakukan.


__ADS_2