
Lita melangkah menuju mobilnya Hani yang terparkir di parkiran khusus itu, karena mobil Lita di pakai Arga entah kemana.
Dalam perjalanannya menuju hotel tempat Lisa menginap Lita sempatkan untuk menghubungi Ela, wanita itu mengunakan earphone di telinganya.
"Halo, Lita sayang ada apa? Tumben telpon, emang nggak Sibuk?" Sahut Ela dari seberang sana begitu panggilan itu terhubung.
"Kebetulan aku lagi istirahat!" Sahut Lita." Oh iya! El tahu nomor kamarnya Lisa sama Arga nggak?" Tanya Lita, membuat Ela di seberang sana bingung, wanita itu sempat menjauhkan ponselnya untuk melihat benar tidak kalau itu kontak Lisa.
Karena aneh saja! Lagian sejak kapan seorang Lita ingin tahu kehidupan orang lain, kecuali Hani, ya.
"El, Ela." Teriak Lita karena tidak mendapat sahut dari wanita itu.
" Iya, tumben kamu ingin tahu kehidupan mereka! Ada apa, apa ada masalah?" Tanya Ela yang tidak dapat menyimpan rasa ingin tahunya itu.
" Ya sedikit dan aku ingin menyelesaikannya dengan Lisa." Jawa Lita tanpa ingin menjelaskan lebih rinci masalahnya dengan Lisa apa.
__ADS_1
"Oh gitu! Mau aku bantu?" Tanya Ela lagi.
Lita pun dengan cepat mengeleng kepalanya, melibatkan Ela sama saja dengan melibatkan Hani dan wanita itu tidak ingin sampai sahabatnya itu datang ke sini hanya karena masalah ini, apalagi Hani baru keluar rumah sakit dan masih harus banyak beristirahat.
"Terima kasih El, Tapi aku bisa menyelesaikan ini sendiri." Tolak Lita dengan halu.
"Kamu yakin? Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari aku dan Hani bukan?" Todong Ela, wanita itu sedikit ragu untuk mempercayai Lita.
" Tantu saja El, lagian apa yang bisa aku sembunyikan dari kalian berdua?" Ucap Ela meyakinkan.
"Baiklah aku percaya! Tunggu sebentar aku tanya bang Kai dulu." Setelah itu tidak ada sahutan lagi dari Ela.
"Boleh, terima kasih ya El." Setelah itu mereka sepakat untuk mengakhiri panggilan itu.
Bersamaan dengan mobil yang di kendarai Lita memasuki area depan lobby hotel.
__ADS_1
Sebelum keluar dari mobil, Lita sempat menghubungi Kevin, namun nomor pria itu sedang sibuk.
Tak ingin menunggu, Lita memilih untuk bertanya. Kepada resepsionis namun, belum sempat dia membuka mulutnya untuk bertanya seseorang sudah lebih dulu menarik tangannya.
Lita ingin memukul orang itu, tapi ia menghentikan saat tahu orang yang menariknya adalah Suaminya sendiri.
Arga membawa Lita sedikit menjauh dari resepsionis dan keramaian yang ada di sana? Agar mereka bisa leluasa berbicara.
"Ngapain ke sini hmm?" Tanya Arga sembari menatap wajah Lita dengan tatapan yang sulit untuk Lita Artikan.
"Aku ingin membuat perhitungan dengan istri kamu itu! Karena aku yakin dia yang membuat kita berdua terjebak seperti ini." Ucap Lita berharap Arga mempercayainya, walaupun itu sangat tidak mungkin.
Mengingat yang Lita tuduhkan saat ini adalah istrinya tercintanya suaminya itu." Kenapa kamu berpikir jika dia yang melakukan hal itu dan apa alasannya Lisa harus melakukan ini semua?"
Mendengar pertanyaan Arga membuat Lita terdiam. " Coba kamu pikirkan, apa dia tidak akan sakit hati saat tahu suaminya bercinta dengan wanita lain, apa dia tidak akan kecewa saat tahu aku menikahi kamu, sejahat-jahatnya dia, dia juga punya perasaan jadi tidak mungkinkan dia sengaja menyakiti perasaannya sendiri. Intinya apa yang terjadi pada kita berdua, adalah murni kesalahan kita tidak ada hubungan dengan siapapun, jadi jangan buat masalah dengannya. Ayo aku antara pulang." Arga menarik tangan Lita untuk membawanya pergi, tapi Lita dengan cepat menepis tangan pria itu.
__ADS_1
"Aku bisa pergi sendiri dan akan aku tetap membuktikan jika dia dalang dari semua ini, aku yakin itu." Tegas Lita sembari menunjuk wajah Arga, sebelum berlalu dari hadapan pria itu sembari menahan kemarahannya.
Sementara di belakang sana, Arga mengusap wajahnya kasar. Untung saja Kairan cepat mengabarinya sehingga dia bisa sampai di hotel tepat waktu sebelum Lita bertemu dengan Lisa.