Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Hanya cincin saja


__ADS_3

Diwaktu yang sama, namun tempat yang berbeda Lisa masih tertidur lelap dengan ranjang yang begitu berantakan di temani seorang pria yang sama, yang menemaninya saat malam pernikahannya dengan Arga, siapa lagi kalau bukan sang pelayan.


Semalam saat ia pulang berbelanja dengan mamanya, pelayan itu terus mengikutinya hingga masuk kedalam kamar, Lisa sudah mencoba mengusir pelayan itu tapi. Usahanya sia-sia.


Karena pelayan itu justru mengancam akan memberitahu Arga tentang dia yang menjahati Lita dengan mencampuri obat kedalam minuman wanita itu serta mereka yang menghabiskan malam bersama saat Arga tidak ada.


Hingga membuat Lisa tidak mempunyai pilihan dan menuruti semua yang diinginkan pelayan itu, termasuk melayaninya diatas ranjang hingga berakhir mereka tertidur bersama.


Sungguh miris nasib Lisa, tapi mau bagaimana lagi, ia juga sangat menikmati sentuhan lelaki itu.


waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi barulah, pasang tanpa ikatan itu bangun lebih tepatnya sang pelayan lebih dulu terbangun dan meninggalkan Lisa yang masih terlelap.


Sementara itu ditempat lain, Arga dan Lita kini sedang jalan-jalan di pantai. Usai menghabiskan sarapan mereka Arga langsung mengajak Lita jalan-jalan di pantai dan disinilah mereka, masih dengan mode akur, mungkin karena curhatan Arga semalam.

__ADS_1


"Habis ini kita kemana?" Tanya Arga.


"Terserah, kan kamu yang ngajak! Aku ikut saja." Jawab Lita.


" Bagaimana kalau kita membeli cincin?" Tawar Arga membuat Lita menatap pria itu bingung.


"Cincin?" Tanya Lita memastikan, Arga pun dengan cepat mengangguk kepalanya. " Buat apa?" Tanya Lita lagi.


"Buat menunjukkan kepada semua orang bahwa kamu ada yang punya." Ucap Arga sembari mengambil tangan Lita dan menunjukkan jari manis wanita itu yang masih kosong.


Arga sadar sangat sulit meyakinkan Lita untuk tetap berada disisinya, bahkan sampai sekarang wanita itu masih mencoba untuk lepas darinya.


"Tha, harus berapa kali aku katakan, mau kamu istri siri aku atau tidak, kamu itu tetap istri aku dan berhak mendapatkan semua perhatian dan kasih sayang aku." Ujar Arga dengan begitu lembutnya, sembari menahan tengku leher istrinya itu agar Lita tetap melihat kepadanya." Tha, besok aku sudah harus kembali ke Jakarta, aku ingin selama aku jauh dari kamu ada cincin itu yang mengingatkan kamu akan kebenaran aku. Please mau ya." Bujuknya.

__ADS_1


Lita pun tidak tega untuk menelok, melihat wajah penuh harap Arga. " Baiklah. Tapi hanya cincin saja, aku tidak akan menerima yang lainnya." Ucap Lita.


" Maaf aku nggak bisa janji." Sahut Arga membuat Lita mendengus tak suka. Namun pria itu tetap menarik tangannya menuju mobil Lita.


Nyatanya setelah selesai membeli cincin, keduanya tidak langsung pulang melainkan membeli beberapa potong pakaian untuk Arga, pakaian itu nanti akan disimpan di kamar Lita. Walaupun Lita sangat protes dengan hal itu. Namun Arga meyakinkannya, jika pakaian itu hanya untuk berjaga-jaga jika dia memiliki pekerjaan di sini, dia bisa mampir untuk berganti pakaian.


Lita tidak tahu saja, kalau Arga sudah berencana untuk mengunjunginya setiap weekend.


Usai berbelanja keduanya makan siang di sebuah restoran dan bertemu Kevin disana. Pria itu juga masih berada di-bali karena Arga selaku Boss-nya yang baru masih disini.


"Hai Vin!" Sapa Arga.


"Ehh Ga! Disini juga, memang ya kata orang-orang, yang kedua itu pasti diutamakan." Sahut Kevin sembari menggoda sahabat dan istri mudanya itu.

__ADS_1


" Apaan sih! Nggak lucu deh." Sahut Lita tidak suka dengan ucapan Kevin, seakan pria itu sedang menyindirnya. Karena Arga lebih banyak menghabiskan waktu dengannya walau kenyataan mungkin seperti itu, tapi tetap saja Lita tidak suka ucapan Kevin.


" Maaf, cuma becanda aja." Ucap Kevin meminta maaf. Kemudian menarik salah satu kursi dimeja Arga dan Lita kemudian duduk di sana bersama kedua, karena hari ini Nahla sedang merajuk dengan dirinya.


__ADS_2