
Setelah itu ia kembali meletakkan ponselnya ditempat semula. " Tha, Lita." panggil Arga dengan begitu lembutnya, pria itu ingin membangun Lita untuk mengantarnya ke bandara karena dia ingin kembali ke Jakarta di antara oleh Lita walaupun hanya sampai bandara saja nantinya.
Arga mengusap pundak Lisa sambil mencium pundak polos itu, membuat sang punya menggeliat dalam tidurnya, sedikit terusik dan perlahan mulai membuka kedua kedua manik hitam itu.
"Arga Jangan lagi." Tolak Lita dengan suara serak khas bangun tidur sambil menarik dirinya menjauh dari Arga.
Pria itu tersenyum, melihat wajah sebel Lita dengan muka bantalnya. Namun masih terlihat sangat cantik dan mengemaskan. " Bodohnya aku yang pernah tertipu tatapan dingin kamu serta sikap mu yang begitu judesnya, entah apa alasannya kamu melakukan itu semua! Namun aku sangat bersyukur karena malam itu aku bisa memiliki kamu." Ucap Arga dalam hati, sembari menatap penuh damba kepada Lita. Yang menarik selimut dan menahannya dengan erat saat melihat tatapan Arga yang seakan ingin memakannya saat itu juga.
Melihat hal itu kedua sudut bibir Arga tertarik keatas membentuk sebuah senyuman. Lelaki itu mendekat kepada Lita, menahan tubuhnya Arga tidak sampai jatuh, kemudian membenamkan bibirnya pada belahan bibir istrinya dengan sangat singkat.
"Aku tidak akan meminta lagi! Aku membangunkan kamu, karena aku ingin kamu mengantar aku ke bandara." Ucap Arga sembari mengusap puncak kepala Lita dengan lembut.
"Mau mandi bareng! Biar kita cepat siap-siapnya? Soalnya Kevin dan yang lainnya sudah menunggu aku di bandara." Tawar Arga.
Dan Lita dengan cepat mengeleng kepalanya." Kamu duluan saja, aku nggak akan lama siap-siapnya." Ucap Lita menolak ajakan suaminya itu, karena Lita yakin konsep mandi bersama itu tidak akan mempercepat semuanya yang ada mungkin sebaliknya.
__ADS_1
" Baiklah, Arga pun langsung beranjak dari tempat tidur itu, setelah menyibakkan selimut dari tubuhnya, membuat Lita mengalihkan pandangannya ke arah lain saat melihat tubuh polos suaminya itu, apalagi ia sempat melihat benda yang tergantung diantara kedua paha Arga. Membuat wajah Lita memerah karena malu, mengingat kegiatan panas mereka berdua beberapa jam lalu.
"Arrrhggghh." Teriak Lita sembari mengacak-acak rambutnya sendiri. Untuk mengusir kepingan-kepingan kegiatan panas mereka.
Menyerah, wanita itu memilih berbaring dengan menutupi seluruh tubuhnya mengunakan selimut itu.
Beberapa menit kemudian, Arga keluar dari dalam kamar mandi dengan melilit handuk di pinggangnya, tangan kanannya memegang bathrobe yang akan dia berikan untuk Lita.
"Lita kamu tidur lagi?" Tanya Arga, begitu melihat tubuh Lita yang tertutup selimut sampai ke kepalanya.
" Nggak," jawab Lita, sembari membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya itu.
Wanita itu langsung mengambil dan mengunakan bathrobe itu untuk menutupi tubuh polosnya." Terima kasih." Uca Lita, kemudian beranjak turun dari ranjang setelah ia mengikat tali bathrobe itu.
Arga hanya merespon dengan menganggukkan kepalanya, lalu berbalik menuju lemari untuk bersiap-siap sementara Lita langsung masuk kedalam kamarnya mandi.
__ADS_1
Dua puluh menit berlalu ke-dua kita telah siapkan, Arga menguna calana Chino berwarna hitam, kaos berwarna putih Senada dengan dress yang di gunakan Lita. Tak lupa sneaker berwarna senada pulang.
Penampilan keduanya benar-benar serasi dan yang pasti akan membuat iri mereka yang melihat mereka pasangan itu. Andai Lisa bisa melihat hal itu pasti akan lebih seru.
Keduanya keluar kamar itu dengan Arga yang menggenggam tangan kiri Lita mengunakan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang tas Lita, karena pria itu tidak membawa pakaian yang dia bawa kemarin, sengaja ia menyimpan semua itu di lemari kamar Lita.
Sementara Lita sendiri hanya fokus mengotak-atik ponsel sembari mengikuti langkah Arga.
"Kamu tunggu aku di lobby ya Ga." Ucap Lita begitu keduanya berada di dalam lift.
"Loh, emangnya kamu mau kemana?" Tanya Arga.
"Aku harus melakukan sesuatu, tapi nggak akan lama, sebentar aja. Nggak papakan?" Jawab Lita sembari meminta persetujuan suaminya itu, Arga pun mengangguk.
Setelah mendapat anggukan dari Arga. Lita langsung memberikan ponselnya kepada Arga."Titip bentar ya." Ucap Lita.
__ADS_1
Arga pun mengangguk, dan Lita segera menuju lantai yang akan dia tujuh, begitu sampai wanita itu langsung keluar dari dalam lift. Sementara Arga melanjutkan ke lobby menunggu Lita disana seperti yang di minta wanita itu.
Baru Lima menit menunggu, tiba-tiba istrinya itu sudah ada di belakangnya, sembari membawa kotak yang dia tahu itu makan dan satu kotak jus kemasan.