Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Temani aku!


__ADS_3

Niat awalnya Arga ingin mengajak Lita untuk makan malam diluar, namun mendengar Lita mengatakan dirinya lelah dan ingin segera beristirahat, Arga pun mengurungkan niat itu.


Dia tidak ingin Lita semakin kelelahan hanya karena menemaninya makan malam diluar, toh dikamar pun dia masih bisa berdua dengan sang istri.


Lelaki itu kemudian memilih memesan makan malam melalui layanan kamar untuk mereka berdua. " Kamu yakin tidak ingin makan malam diluar?" Tanya Lita.


Arga tersenyum seraya menjawab."Iya tha. Lagian tak masalah aku makan malam dimana! Selama itu bersama kamu, semuanya akan indah."


Lita menatap makan yang telah di sajikan Arga, karena pelayan baru saja mengantar makan-makanan itu." Ck, sana makan, aku nggak akan kemakan gombalan kamu itu." Sungut Lita, memilih berbaring di ranjang karena tubuh dan otaknya sedang sangat lelah tiga hari terakhir ini.


Bagaimana tidak, Arga selalu saja menemuinya dan dia yang selalu merasa tak enak hati untuk menolak pria itu hanya karena status yang mengikat mereka, rasanya Lita ingin segera terbebas dari ikatannya dengan Arga.


Ingin bersikap buruk kepada pria itupun namun Lita tidak bisa melakukannya, alasannya sama. Pria itu adalah suaminya. walaupun ia tumbuh lahir dan tumbuh besar di tempat yang penuh dengan kubangan dosa, namun mommy selalu mengajarkan dia untuk menghormati seseorang, seperti orang tua, orang yang lebih tua dari kita dan suami saat dia sudah menikah.


Mommy-nya mungkin hanyalah seorang pekerja malam yang dipandang hina di mata orang lain, tapi wanita itu adalah seorang ibu yang hebat, dia bisa mendidik putra-putrinya dengan baik juga selalu melakukan apapun untuk melindungi mereka, termasuk menjadi seorang wanita malam hanya untuk memastikan putrinya selamat dari tempat mengerikan itu.


Terlalu lama berpikir hingga membuat Lita mengantuk dan perlahan kedua matanya pun tertutup, sehingga ia tidak mendengar Arga memanggilnya.

__ADS_1


"Tha kemari-lah, kamu tidak ingin menemani aku makan?" panggil Arga sembari menepuk sisi sofa yang dia duduk itu.


Berharap Lita akan mengiyakan dan menduduki sisi kosong itu, sebab pria itu belum sadar jika istri telah terlelap. terbukti dari dia yang tidak kunjung menyahuti ucapan Arga. Membuat pria itu beranjak dari tempat duduknya karena sudah tidak berselera untuk makan, Arga memilih berbaring di samping Lita.


Membuat wanita itu terkejut. Karena dia sudah hampir terlelap dan kembali membuka kedua matanya saat merasakan pergerakan Arga di atas ranjan.


"Arga." Teriak Lita kesal dengan suaminya itu.


" Maaf aku tidak bermaksud untuk membangunkan kamu, tidur aja lagi ya." Bujuk Arga dan Lita pun hanya mendengus tak suka.


Wanita itu kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang lalu mencari posisi yang nyaman untuk kembali terlelap, tidak peduli perutnya yang belum diisi, rasa lelah membuatnya enggan melakukan hal itu.


Sama halnya dengan Lita, arga pun tidak membutuhkan waktu lama untuk ikut terlelap dengan memeluk tubuh wanita yang mungkin akan sangat dia rindukan saat kembali ke Jakarta besok.


Disaat keduanya tengah terlelap dalam tidur mereka, ditempat lain Lisa, justru tertekan. Bagaimana tidak! bel pintu kamarnya terus di tekan dari luar hingga menimbulkan suara bising yang sangat memeka telinga membuat wanita itu tidak bisa terlelap sedikitpun, belum lagi rasa cemasnya.


Takut orang yang terus menekan bel kamarnya itu akan bertindak nekat lalu masuk kedalam kamarnya saat dia terlelap.

__ADS_1


Lisa mencari sesuatu dalam tasnya, setelah menemukan apa yang dia cari wanita itu langsung menyumpal lubang telinga dengan benda itu, yang tidak lain adalah earphone, lalu memutar musik di ponselnya dengan volume tinggi agar tidak mendengar keributan yang di ciptakan pelayan breng-sek yang selama dua malam ini memberinya kenikmatan di saat Arga suami si-alannya itu meninggalkan dia begitu saja.


Malam ini Lisa tidak ingin menjadi pemuas pelayan si-alan itu lagi, hanya karena ancaman-ancaman menjijikkannya, toh Arga sudah tidak akan kembali ke hotel ini. Karena mereka akan langsung bertemu di bandara besok.


Lisa pun memilih memejamkan matanya, menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya lalu terlelap dengan sendirinya.


Sementara diluar sana sang pelayan masih terus menekan bel tak puas ia akan mengedor-gedor pintu itu saat koridor itu sepi.


Lelaki itu tidak ingin melewatkan semalam pun tanpa menikmati apem gratis milik Lisa, sebelum pengantin baru itu check out dari hotel tempatnya berkerja.


"Kamu ngapain disini?" Kevin yang hendak pergi ke club untuk bersenang-senang, mengerutkan keningnya bingung saat melihat seorang pelayan berdiri didepan pintu kamar Lisa dan Arga, sembari mengedor-gedor pintu kamar itu layaknya seorang suami yang tidak diizinkan masuk oleh istrinya.


"Maaf saya hanya ingin mengantarkan pesanan makanan untuk tamu kamar ini." Jawabnya sembari melirik troli yang sudah tersedia beberapa menu makanan diatasnya.


Sang pelayan sengaja membawa itu agar rencananya mulus tanpa tercium oleh rekan-rekan kerjanya.


"Apa harus dengan mengedor-gedor pintu kamar tamu? Apa kamu tidak diajarkan cara melayani tamu dengan baik? Dimana sopan santun mu?" Hardik Kevin, membuat pelayan itu tertunduk lesuh dan hanya bisa mengucapkan kata maaf. " Ah sudahlah, sebaiknya kamu pergi mungkin tamu kamar ini sudah tidur." Lanjutnya, karena sedang tidak ingin memperpanjang masalah, toh Arga juga tidak ada disini.

__ADS_1


"Baik tuan, permisi." Lelaki itu langsung menarik troli itu kemudian meninggalkan depan pintu kamar Lisa dengan perasaan marah. Karena sudah pasti malam ini dia tidak akan bisa menikmati apem garis itu lagi.


Setelah mengusir pelayan itu Kevin kembali meneruskan langkahnya menuju club, seperti niat awalnya.


__ADS_2