Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Berdoa saja.


__ADS_3

Siang itu Arga rencananya ingin beristirahat dikamar, namun panggilan dari Ela membuat pria itu mengurungkan niatnya.


" Ada apa El?" Tanya Arga setelah menjawab panggilan Ela.


"Kakak sibuk?" Bukannya menjawab, Ela justru balik bertanya.


"Nggak, ada apa El?" Arga menjawab sekaligus bertanya.


" Aku ingin mengajak kakak jalan-jalan, tapi aku tidak ingin kakak mengajak ular itu, hanya kak Arga saja." Jawab Ela, membuat Arga mende-sah pendek, pria itu tahu betul hubungan sang adik dengan Lisa.


"Memangnya mau kemana? Kenapa nggak aja kai aja?" Tanya Arga


"Bang Kai juga ikut! Mau ya kita jalan-jalan nanti aku aja Lita buat ganti istri kakak itu. Kakak sih, ngapain juga nikah sama dia, padahal kalau kakak mau aku ingin menjadi mak comblang buat kakak dan Lit_."


"El, Lisa itu istri kakak! Suka atau tidak itu kenyataannya." Sahut Arga sengaja memotong ucapan sang adik.

__ADS_1


"Bilang aja bucin! Udah ah nanti kita ketemu di lobby hotel tempat kakak menginap aku dan bang Kai mau jemput Lita dulu." Ujar Ela, setelah itu ia mengakhiri panggilan itu secara sepihak. Membuat Arga mengelus dadanya sabar dengan tingkah adiknya itu.


Setengah jam kemudian, Arga menunggu Ela dan Kairan di lobby hotel. Setelah Kairan mengirim pesan jika mereka sudah di jalan menuju hotel tempat dia menginap.


Dan tak lama setelah itu keduanya pun tiba, Arga mengerutkan keningnya saat tidak mendapati Lita bersama mereka. Pria itu ingin bertanya tapi tidak tahu harus beralasan apa.


Sementara Kairan yang mengerti hal itu, langsung menghampiri Arga seraya berkata. " Kita sudah menjemputnya, bahkan kita lama menunggunya bersiap-siap tapi begitu dia mendengar kamu juga akan ikut, dia langsung mengurungkan niatnya untuk pergi dengan kita." Ucapnya dengan nada berbisik.


"Ayo kan kita pergi, sebelum sore! Nanti setelah selesai jalan-jalan kakak antar kita ke bandara." Ucap Ela, mengandeng tangan kedua pria itu meninggalkan hotel.


Setelah mengantar mereka, Arga tidak kembali ke hotel tempat dia menginap dengan Lisa, pria itu justru menemui Lita. Entah mengapa dia ingin menghabiskan waktu bersama istri keduanya itu. Mungkin karena lusa dia sudah harus kembali ke Jakarta dan meninggalkan Lita disini.


Mengingat wanita itu rasanya Arga ingin membawanya ikut dengannya, tapi apa wanita itu mau.


Memikirkan semua itu membuat kepala Arga pusing. Lelaki itu turun dari mobil Lita karena sejak tadi mereka menggunakan mobil wanita itu, syukurnya Ela tidak curiga kalau tidak dia pasti harus menyiapkan jawaban untuk adiknya itu.

__ADS_1


Arga melangkah masuk kedalam kamar istri keduanya bersamaan dengan Lita yang baru keluar dari kamar mandi.


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Lita, sembari memandang tak suka pria itu.


"Aku ingin menemui istriku! Apa aku salah." Jawab Arga dengan santainya sembari menghampiri wanita itu.


"CK, kamu lupa alasan kita menikah? Jadi Jangan bersikap seolah aku wanita yang kamu cintai." Ujar Ela.


Arga tersenyum samar, lelaki itu memberanikan dirinya, memeluk pinggang Lita dan ciuman kening wanita itu. " Kenapa? Bukankah semua istri ingin dicintai suami mereka."


Lita memutar bola matanya malas, " sayangnya hal itu tidak akan berlaku untuk aku, karena aku yakin kita pada akhirnya akan berpisah." Sahut Lita dengan yakin.


"Baiklah, aku akan mewujudkan keinginan kamu! Tapi dengan syarat. Jika kamu sampai hamil? Kamu harus siap pernikahan itu aku sah-kan secara hukum." Tawar Arga. Entah mengapa dia semakin gila dan ingin memiliki wanita itu untuk dirinya.


"Aku tidak mau, kalaupun aku hamil! Kamu harus menceraikan aku."

__ADS_1


"Dan membiarkan anakku, hidup tanpa orangtua lengkap! Tidak Lita, aku tahu rasanya hidup seperti itu dan aku tidak akan membiarkan anakku merasakannya." Sahut Arga. " Berdoa saja semoga benih kita tidak tumbuh dengan baik disini." Lanjutnya mengusap perut Lita dengan tatapan yang saling bertemu.


__ADS_2