
"Sudahlah simpan air mata kamu, jika Arga ingin menceraikan kamu, sebagai orang tua kami tentu akan mendukung keputusan anak kami." Ucap Luna, setelah melihat video di perlihatkan Kevin.
Saat Lita mengatakan jika Lisa-lah yang menjebaknya, Arga memintanya untuk tidak menuduh Lisa seakan ia mendukung kejahatan wanita itu, tapi nyatanya, sebelum kembali ke Jakarta Arga meminta Kevin untuk mencari tahu semuanya termasuk mengambil rekaman cctv kejadian Lita yang diberikan obat tidur bahkan nahla juga ikut terlibat, serta beberapa kali pelayan keluar kamar Lisa dalam keadaan berantakan.
Semua tergambar jelas pada layar iPad yang dibawah Kevin."Mama tidak bisa melakukan itu semua kepadaku! Aku sedang hamil kenapa kalian begitu tega."
Luna tersenyum mengejek sembari menggeleng kepalanya." Lalu saat kamu meminta nahla untuk merencanakan hal jahat itu kepada Lita, kalian berdua berpikir tidak tentang nasibnya?"
Dina semakin menunduk, malu mendengar nama anaknya disebut-sebut dalam masalah ini, ingin membantah namun kenyataan telah lebih dulu menamparnya.
"Mah aku bisa jelaskan, semua ini tidak seperti yang terlihat_"
Luna mengangkat tangannya meminta Lisa untuk tidak melanjutkan drama ini dan Lisa pun langsung terdiam
"Din, jika kamu masih ingin menampungnya silahkan, jika tidak itu hak kamu, tapi Arga akan melanjutkan niatnya untuk menceraikannya." Putusnya membuat Lisa semakin meraung."Jay bukan maksud aku untuk mengusir kalian, sebaiknya kamu bawa Dina dan Lisa untuk pulang, karena aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, semuanya sudah jelas dan Arga akan tetap berada disini, sebab aku tidak ingin ada drama baru setelah sebelum mereka selesai bercerai." Lanjut sembari menatap kearah Jayden.
Pria itu mengangguk, lalu beranjak dari tempat duduknya, mengulurkan tangan kepada Dina." Sayang, ayo kita pulang." Wanita itu langsung menyambut uluran tangan suaminya, terlalu malu jika harus berada lebih lama di sana.
Dina menatap Jayden lalu berpindah pada Lisa, walaupun wanita itu jahat tapi ia juga tidak tega meninggalkannya di sana, sementara Luna sangat tidak menyukainya.
Seakan mengerti apa yang tengah dipikirkan istri, Jayden langsung berkata." Jika kamu masih ingin tinggal bersama kami, ikutlah! Aku tak akan berkata dua kali." Ia menatap Luna Reval dan Arga juga Kevin yang masih terdiam." Kita pulang dulu." Sambungnya lalu pergi dari sana bersama Dina.
__ADS_1
Lisa yang melihat hal itu, segera beranjak dari tempat duduknya, menyusul mereka. Sungguh ia tidak punya rencana apapun saat ini, tetap berada di sana dan menunggu di usir, tentu saja Lisa lebih memilih ikut Dina dan Jayden setidaknya ia masih memiliki kesempatan untuk hidup enak sembari memikirkan rencana selanjutnya seperti apa.
Luna menarik dan menghembuskan nafasnya, begitu drama itu benar-benar berakhir." Lalu apa yang terjadi kepada sahabatnya Hani dan Ela itu?" Tanya Reval, sejak tadi ia begitu penasaran untuk menanyakannya namun ia tahan sampai masalah Lisa dan Arga selesai.
"Dan yang terjadi kamu sudah pasti tahu sayang, tanpa perlu kedua anak muda ini menjelaskan." Sahut Luna.
"Aku tahu, tapi dari yang papa lihat dia gadis yang baik, tidak mungkin dia menyerahkan diri ke sembarang orang karena obat lauknat itu." Luna mengangguk membenarkan ucapan suaminya.
"Ya, yang papa pikirkan memang benar! Dia tidak memberikan dirinya kepada sembarang orang, namun kepada suami orang dan sekarang menjadi menantu kita." Ucap Luna gamblang membuat Reval mengerutkan keningnya bingung.
Sementara Kevin sudah mati-matian menahan tawanya." Malam itu aku yang mengantarnya pulang, pah. Awal aku tak tahu tahu begitu sampai tempat tujuan aku justru tergoda dengan kegelisahannya dan manfaatkan dia." Ucapannya tidak sepenuhnya benar, namun dia tidak mungkin mempermalukan wanita yang dia cintai dengan mengatakan Lita yang melempar diri kepadanya.
"ARGA_"
Reval kembali terdiam mendengarkan penjelasan Arga." Setelah kejadian malam itu, besoknya, Arga langsung menawarkan dia pernikahan siri, mengingat Arga sudah menikah dengan Lisa, awalnya dia menolak tapi Arga meyakinkan dia, pada akhirnya dia mau dengan perjanjian setelah satu bulan berlalu Arga harus menalaknya." Reval mende-sah panjang, dulu Narendra sekarang Arga. Kenapa semua putranya begitu breng-sek menikah dengan perjanjian.
"Tapi begitu Arga kembali ke hotel tempat Lisa, Arga justru menemukan ia baru selesai dengan pelayan hotel itu. Arga hanya membersihkan diri lalu kembali ke tempat lita setelah memberikan Lisa uang. Disisi Lita Arga nyaman, untuk itu Arga berubah pikiran dan ingin mengikatnya untuk Arga dengan pernikahan yang sah tapi Arga tidak menunjukkannya kepada Lita. Dan sepulangnya kita ke Jakarta, Arga dibantu Kevin dan kairan, membuat surat permohonan ke pengadilan untuk mendapatkan surat nikah yang sah. Walaupun sangat ribet dan banyak persyaratan yang harus di penuhi tapi pada akhirnya Arga bisa mendapatkan itu semua lebih cepat dari biasanya berkat bantuan Kai dan Kevin. Papa ingat saat Arga meminta izin keluar kota."
Reval mengangguk kepalanya." Ya janjinya cuma dua hari tapi kenyataannya lebih." Sahut Reval.
" Ya aku mengingkari janji ke papa, karena Lita dirawat di rumah sakit, ia dehidrasi karena mual dan muntah di awal kehamilan begitu keluar dari rumah sakit kami langsung mengurus pernikahan kamu dengan membawa surat dari pengadilan yang telah lebih dulu aku urus jelasnya panjang kali lebar.
__ADS_1
Dan Reval cukup terkejut dengan semua itu, sementara Luna hanya berekspresi biasa saja seakan dia telah mengetahui semua ini.
"Kenapa kamu diam saja, Mah?" Tanya Reval kepada istrinya, namun Luna hanya menaikkan kedua bahunya acuh." Kamu sudah mengetahui semuanya." Tanya Reval lagi.
"Tentu saja, kamu pikir kalau aku nggak tahu, aku mau mengumpulkan mereka dan menyaksikan drama memuakkan tadi." Sahut Luna.
"Jadi?"
"Arga sudah menceritakan semuanya kepada aku dan aku juga sudah bertemu dengan menantu kita." Selalu saja istrinya lebih dulu mengetahui semua situasi nya lebih dulu ketimbang dirinya.
"Om, Tante! Kalau tidak ada yang perlu dibahas lagi, aku izin pulang dulu." Kevin berpamitan kepada Reval dan Luna, sebab ia merasa keberadaannya sudah tidak dibutuhkan lagi, lagian ini juga sudah sangat malam ia butuh Kasur, bantal dan guling untuk mengistirahatkan tubuh serta otaknya, sebelum beraktivitas kembali besok.
"Iya Vin terima kasih ya! Udah mau bantuin Arga." Ucap Luna tulus.
"Sama-sama Tante." Sahut Kevin. " Ga aku balik ya." Arga mengangguk kepalanya dan Kevin pun meninggalkan rumah itu.
Begitu Kevin pergi, Luna langsung menatap kepada putra sambungnya." Kapan kamu akan memasukkan permohonan perceraian kamu dan Lisa." Tanya Luna.
" Arga akan mengusahakan semua secepatnya."Jawabnya, Luna mengangguk, setelah itu hanya ada keheningan diantara mereka.
Merasa tidak ada lagi yang perlu dibahas lagi, Arga langsung berpamitan untuk pulang karena sejak tadi ia terus memikirkan Lita.
__ADS_1
Luna yang mengerti perasaan putranya tanpa harus banyak bertanya pun mengizinkan Arga untuk pulang kepada istri keduanya.