
Sore hari itu pemotretan mereka berjalan lancar, mommy Mayang tidak mengeluh sakit sedikitpun, entah karena dia yang benar-benar tidak merasakan sakit atau tak ingin merusak momen foto bersama mereka.
Padahal Arga sendiri sudah menegaskan jika mommy mertuanya merasakan sakit, ia harus memberitahu mereka, agar mereka menyudahi sesi pemotretan itu.
Namun mommy Mayang tidak mengeluh apapun, setiap ditanya jawabnya. Mommy baik-baik saja.
Begitu pemotretan selesai, mereka kembali ke rumah sakit dan tepat jam sembilan malam mereka tiba sampai di sana.
Lita dibantu dua orang perawat menganti baju mommy Mayang dan membersihkan sisa-sisa makeup di wajah mommy-nya." Sudah selesai, sekarang mommy makan dulu terus istirahat." Ucap Lita begitu perawat yang membantunya keluar.
"Mommy nggak lapar tha, mommy ingin ngobrol sebentar kalian." Tolak mommy Mayang.
" Tapi mommy belum makan apapun sejak pagi, emangnya mommy bisa kenyang hanya makan buah." Ujar Lita, bagaimana bisa mommy-nya tidak merasa lapar.
"Benar tha, mommy nggak lapar! Mending kamu panggil Arga dan Anton sini, kita ngobrol." Lita menatap bingung mommy-nya." Kenapa liatin mommy kaya gitu, cepat panggil mereka." Desak mommy Mayang. Lita pun keluar untuk memanggil kakak dan suaminya.
"Kak, Arga! Dipanggil mommy." Arga dan Anton yang sedang duduk sibuk dengan ponsel masing-masing ditangannya langsung beranjak dari tempat duduk mereka, mengikuti langkah Lita yang sudah lebih dulu masuk ke dalam ruang rawat mommy mereka.
"Sini, jangan jauh-jauh! Mommy pengen ngobrol sama kalian." Ketiganya pun mendekat.
"Mommy mau ngobrol apa sih?" Tanya Anton pria itu berdiri di samping ranjang mommy-nya." Udah makan belum?"
"Belum, mommy nggak mau makan! Katanya masih kenyang." Jawab Lita.
"Mommy, mommy harus makan biar mommy ada tenaga, Mommy juga bisa cepat sembuh." Arga ikut membujuk mertuanya.
__ADS_1
"Nggak Arga, mommy masih kenyang." Tolak mommy Mayang, membuat ketiganya terdiam memikirkan cara apa agar mommy Mayang mau dibujuk untuk maka." Oh iya! Apa Hani masih lama liburannya ?" Tanya mommy Mayang.
"Kok jadi tanya Hani mom! Kalau mommy kangen biar nanti Lita telpon Hani-nya." Ujarnya.
"Nggak perlu mommy-kan cuma nanya aja."
"Ya, udah kalau nggak mau telpon Hani, mommy makan ya." Bujuk Lita lagi.
"Nggak Thalita, mommy nggak mau makan! Jangan paksa mommy." Mommy Mayang mendengkus kesal seperti anak kecil yang merajuk pada ibunya.
Mommy kenapa ya? Lita menatap Arga dan Anton tanpa berkata apa-apa namun tatapan matanya menyiratkan pertanyaan itu. Arga sendiri mengeleng kepalanya tidak tahu sementara Anton menaikkan kedua bahunya.
"Ela kenapa nggak pernah jenguk mommy? Dia sibuk kah?" Mommy Mayang kembali bertanya lalu terdiam sembari memandang lurus seakan tengah memikirkan sesuatu.
"Mommy kangen sama Ela." Tanya Arga.
"Sekalipun Ela sibuk kalau mommy bilang ingin ketemu dia akan langsung datang." Sahut Lita. Akan tetapi mommy Mayang kembali diam, membuat mereka bingung dengan sikap mommy Mayang.
"Ga, mommy punya tabungan! Kalau di sumbangkan bisa nggak ya?" Tadi tanya Hani, habis itu Ela, sekarang tabungannya entah habis ini apalagi, kenapa mommy bersikap seperti ini. Tanya Lita pada dirinya sendiri.
"Bisa, mommy mau nyumbang? Biar nanti Arga bantu."
"Terima kasih ya Arga! Bang nggak papakan tabung mommy disumbangkan."Tanya mommy Mayang kepada putranya.
"Iya mom, sumbangkan aja! Anton dan Lita kan udah punya penghasilan sendiri." Jawab Anton, membuat mommy Mayang tersenyum sesaat, setelah itu ia kembali melamun lagi.
__ADS_1
"Mom." Panggil Arga.
"Iya."
"Apa mommy merasakan sakit?" Tanya Arga. Mommy Mayang mengeleng kepalanya, namun wajah wanita paruh baya itu semakin pucat berbeda berbeda saat mereka melakukan pemotretan atau mungkin hanya perasaannya saja karena mommy Mayang sempat di rias tadi.
"Nggak, mommy baik-baik saja! Kalau pun sakit! Paling sehari dua hari sudah nggak sakit lagi." Jawabnya, Arga mengangguk begitu pun dengan Anton. Karena biasanya memang seperti itu.
"Oh iya, kalian sudah siapkan nama untuk anak kalian." Tanya mommy Mayang lagi, membuat Lita semakin khawatir.
"Belum mom! Nanti kalau dia lahir, mommy aja yang kasih nama! Gimana." Arga dengan sabar menjawab pertanyaan mertuanya, sembari menggenggam tangan wanita paruh baya itu.
"Benarkah, mommy boleh kasih nama buat anak kalian?" Tanya mommy Mayang, memastikan.
"Boleh dong! Untuk mommy harus sehat biar mommy bisa kasih nama, ke cucu mommy sekaligus menggendongnya." Giliran Lita yang menjawabnya.
Mommy Mayang semakin bahagia mendengar itu, ia dengan penuh semangat berkata." Nanti kalau anak kalian sudah lahir, kalau dia laki-laki, mommy mau kasih nama Arshaka kalau perempuan Syahira, bagus kan namanya?" Mata wanita paruh baya itu memancarkan kebahagiaan.
"Nama yang bagus, Lita suka."
"Arga juga suka, mom"
"Syukurlah kalau kalian suka, sekarang mommy mau tidur." Anton yang berada paling dekat dengan mommy-nya, langsung membantu mommy Mayang untuk berbaring dan Lita yang menyelimutinya.
......\=\=\=\=\=......
__ADS_1
visual Lita ya, bukan Lisa 🙈