Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Kekecewaan Ela


__ADS_3

Setelah malam itu! terhitung tiga hari sudah mommy Mayang tak sadarkan diri, kondisi wanita paruh baya itu semakin melemah, tubuhnya seakan menolak obat yang di berikan dokter.


Dan semalam itu Lita terus menangisi mommy-nya. Ia tidak sanggup melihat mommy-nya tersiksa dengan mengandalkan alat-alat medis untuk ia bertahan, bahkan untuk makan dan pemberian obat  saja dokter harus mengunakan selang nasogastrik yang dipasang melalui  hidungnya.


Akan tetapi ia juga tidak siap kehilangan mommy-nya, katakan dia egois, tapi tidak ada satu orang anak pun yang ingin kehilangan wanita paling berarti dalam hidupnya begitupun dengan Lita.


Ela yang dihubungi oleh Arga pun telah tiba dan wanita itu sedang berada di ruangan ICU menemani sang mommy.


Mommy Mayang dipindahkan karena kondisinya yang semakin menurun bahkan mesin Ekg  yang terhubung dengan mommy, terus  menunjukkan penurunan dan dokter pun telah memasrahkan keadaan mommy. Mereka berharap ada mukjizat untuk keadaan mommy Mayang saat itu.


"Tha, aku nggak sanggup lagi melihat mommy seperti ini, aku merasa kita sedang menyiksa mommy." Ucap Anton.


"Apa maksud ucapan kamu ini kak? " Tanya Lita tak suka.


"Aku ingin. Melepaskan semua alat-alat itu dari tubuh mommy." Sahut Anton.


"Dan kamu ingin mommy meninggalkan kita, iya! Kamu bosan kalau jagain mommy! Kalau ia silahkan  kamu pergi, aku juga bisa menjaga mommy aku sendiri." Sahut Lita tidak suka dengan ucapan kakaknya.

__ADS_1


"Aku nggak bilang bosan Thalita, aku nggak pernah bosan jagain mommy, aku justru senang mengurus mommy! Tapi aku nggak kuat lihat mommy seperti ini " Bentak Anton, pria itu tidak perduli lagi dengan keberadaannya saat ini, ia terlalu frustasi dengan keadaan mommy-nya di tambah tuduhan Lita membuat ia tidak dapat mengontrol emosinya.


"Bang tenang, kita masih di rumah sakit, mommy nggak akan suka Lita kalian seperti ini, aku tahu kalian berdua sama-sama bingung tapi jangan sampai bertengkar." Arga melerai keduanya sebelum perdebatan mereka semakin memanas.


"Istri kamu terlalu egois, dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Kalau dia sayang sama mommy, harusnya dia iklhas kan mommy dan melepaskan semua alat-alat si-alan itu dari tubuh mommy aku." Ucapnya sembari mengepalkan tangannya.


Arga mengangguk mengerti, ia yang baru mengenal ibu mertua dalam hitungan bulan, tapi dia bisa merasakan perasaan yang sama seperti Anton rasakan.


"Aku tahu bang, aku minta maaf atas mengantikan Lita." Ujarnya.


Diruang itu Anton melihat Ela terus mengajak mommy-nya berbicara walaupun dia tahu mommy-nya tidak akan pernah menyahuti ucapannya, sesekali ia terisak sembari mengusap kedua pipinya.


"Jangan menangis, mommy nggak suka kalau denger kalian menangis. Mommy mengajarkan kalian bertiga untuk menjadi wanita yang kuat bukan cengeng seperti sekarang ini." Anton mengusap kepala Ela dengan begitu lembutnya.


Anton sangat menyayangi Ela sama seperti ia menyayangi Hani dan Lita tapi untuk wanita ini sedikit berbeda. Namun ia sadar akan kenyataan bahwa mereka berbeda.


"Kak Ela kenapa nggak di kasih tahu? Kalian nggak menganggap Ela." Anton menarik nafasnya sejenak sembari menarik tangan lalu memasukkannya kedalam saku celananya.

__ADS_1


Anton sangat tahu batas, mommy-nya mengajari dia untuk menghargai wanita dan selalu berkata. 'Jika kamu bersikap tak bisa menghargai seorang wanita, maka jangan salahkan orang lain jika mereka memperlakukan mommy, adik dan putrimu  kelak dengan cara yang sama.' pesan itu selalu ia ingat dengan baik. Sebab bagi Anton ucapan mommy-nya adalah perintah yang harus ia terapkan dihidupkannya.


"Bukan seperti itu El! Setiap kakak mencoba untuk menghubungi kamu,  mommy selalu melarang, mommy tidak ingin kebahagiaan kamu terganggu karena memikirkan mommy yang sedang sakit.  Mommy sangat bahagia, saat tahu pesta pernikahan kamu dirayakan dengan meriah." Ucapnya jujur, karena itulah yang dikatakan mommy Mayang pada saat itu.


"Aku tak akan terganggu jika itu menyangkut mommy, kakak tahu itu." Anton mengangguk.


"Iya kakak tahu, kakak minta maaf ya! Sebaiknya kamu istirahat dulu, biar kakak yang temani mommy disini." Ela ingin menolak! Tapi ia sadar sudah terlalu lama dia berada diruang itu, semenjak datang Ela langsung menemui mommy-nya.


Ela keluar menyisakan Anton sendiri didalam sana. Ia bergabung bersama Lita dan Arga.


"Hani juga tahu mommy sakit? Tanya Ela begitu ia mendarat bokongnya disamping. Pandangannya lurus tak ingin melihat Lita mau pun Arga,  manik hitamnya itu memancarkan kesedihan juga kekecewaan. Di


"Ya, kami baru tahu beberapa bulan terakhir ini_"


"Jangan apartemen kalian dan mansion kairan tidak sampai sejam, begitupun ke rumah sakit tempat aku kerja. Jika itu tidak bisa juga, hubungi aku, nggak bisa juga tinggalkan pesan apa susahnya." Ela langsung memotong ucapan Lita.


"Ela kakak minta maaf, kalau kamu marah itu hak kamu kita tidak akan mempermasalahkannya, tapi kakak mohon jangan sekarang, untuk saat ini kita semua harus fokus dengan keadaan mommy." Tegas Arga membuat Ela langsung terdiam. Sebab dia tahu apa yang diucapkan kakaknya benar.

__ADS_1


__ADS_2