Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Kamu sudah makan


__ADS_3

Disaat Arga sedang berbicara dengan orang tuanya, ditempat lain. Lisa kini sedang cemas, wanita itu terlihat mondar-mandir didalam kamarnya dengan gelisah.


Bagaimana tidak, beberapa jam yang lalu dia sedang duduk bersama Nahla menikmati cemilan sambil nonton drama series. Sebelum langkah tergesa-gesa adiknya Nahla, mengusik perhatian mereka.


"Kak Nana!" Panggilnya membuat Wanita dipanggil namanya itu, menolehkan kepalanya sejenak untuk melihat adiknya perempuannya.


" Hhmm, apa!" Jawabnya dengan malas.


"Kakak punya pembalut nggak, punya aku habis." Tanya sang adik. Membuat tubuh Lisa menegang, wanita itu ingat betul jika sudah dua bulan ini dia tidak datang bulan.


Terakhir dia mendapatkan tamu bulanannya itu, seminggu sebelum dia menikah dan dia terakhir berhubungan dengan Arga satu bulan sebelum mereka menikah! Pria itu sengaja meminta mereka menahan gairah satu sama lain untuk melepaskan kerinduan dimalam pertama mereka, namun siapa sangka sampai hari ini Arga belum menyentuhnya lagi.


Memikirkan hal itu membuat Lisa semakin berkeringat dingin, dia takut jika apa yang dipikirkan saat ini benar.


"Ada di kamar, ambil satu aja! Setelah itu beli sana di minimarket, jangan keenakan." Jawab Nahla.

__ADS_1


Bukan baru sekali pria itu bersikap Judes kepada adiknya itu, tapi semenjak menginjakkan kaki di rumah ini, Nahla tidak menyukai adik perempuan lain ayah itu.


"Terima kasih kak." Ucapnya kemudian berlalu ke kamar sang kakak untuk mengambil apa yang dia butuhkan.


Mendengar hal itu Lisa menawarkan diri untuk ikut, karena dia ingin membeli alat untuk membuktikan kekhawatirannya saat ini.


Beberapa saat kemudian, gadis itu kembali keluar! Kali ini dia berpamitan kepada sang kakak dan kakak iparnya untuk pergi ke minimarket yang berada tak jauh dari rumah mereka.


Begitu kembali dari minimarket Lisa langsung masuk kedalam kamarnya lalu menuju kamar mandi untuk mengunakan alat yang baru dia beli itu.


Lisa bingung bagaimana caranya dia menyampaikan berita bahagia itu kepada Arga sementara sudah jelas jika pria itu tidak pernah menyentuhnya lagi setelah mereka menikah.


"Aku harus ke dokter untuk memastikan hal ini." Tanpa pikir panjang Lisa langsung menyambar tas. Lisa pamit kepada Nahla dan Dina. Ia berkata akan menemui salah satu teman temannya dan tidak akan lama.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Beberapa Menit setelah Lisa pergi, Arga pulang setelah weekend pria itu hilang entah kemana.


Melihat kedatangan anak asuhnya, Dina langsung menghampiri pria itu lalu memeluknya dengan sayang tanpa banyak bertanya karena dia yakin apa yang Arga lakukan pasti memiliki alasan, Dia serta suaminya memberikan kepercayaan untuk Arga dan yakin jika pria itu akan bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan di luar sana, mereka sebagai orang tua hanya akan mendukung sampai anak-anak mereka datang dan memohon bantuan mereka.


"Kamu sudah makan?" Tanya Dina sembari mengurai pelukan mereka.


" Sudah, tadi di rumah mama Luna! Kata mama dia ada disini ya?" Tanya Arga.


Dina mengangguk kepalanya."Iya Lisa tinggal disini tapi dia sedang keluar katanya ingin bertemu temannya, mungkin sebentar lagi dia akan kembali, sebaiknya sekarang kamu masuk, bersih tubuh kamu terus istirahat." Ucap Dina.


Arga tersenyum menganggukkan kepalanya, setelah itu ia langsung pamit menuju kamarnya untuk beristirahat seperti yang perintahkan oleh Dina padanya.


Namun sebelum pria itu sempat untuk beristirahat Usai membersihkan dirinya pintu kamarnya tiba-tiba terbuka dari luar.


Lisa masuk kedalam kamar dan ia begitu terkejut saat mendapati keberadaan Arga di sana hingga wanita itu tidak sadar menjatuhkan amplop coklat yang sejak tadi dia pegang.

__ADS_1


"Arga." Ucapnya tanpa sadar mengeluarkan nada suara yang meninggi hingga membuat Arga menatap dari atas bingung." Dari mana kamu Lisa," tanya Arga sembari menunduk untuk mengambil amplop coklat yang di jatuhkan oleh Lisa tadi.


__ADS_2