Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Aku akan mengantarmu


__ADS_3

Seorang pria paruh baya berjalan menghampiri Arga untuk berpamitan kepada pria itu karena waktu semakin malam dan dia pun sudah harus pulang.


Pria paruh baya itu adalah salah satu tamu penting Agra, yang menyempatkan waktunya untuk menghadiri pernikahan Arga dan Lisa.


Mendengar tamunya akan pulang, Arga menawarkan diri untuk mengantarnya ke lobby, walaupun pria paruh bayah itu sudah menolak, karena bagaimanapun tamu undangan lain pasti akan mencarinya, sebab dialah alasan mereka ada di sini.


Namun Arga menyakin kan pria itu dengan berkata." Lisa akan menyambut mereka, benarkan sayang." Jawabnya seraya bertanya kepada sang istri.


Lisa pun dengan cepat mengangguk kepalanya, apalagi pandangannya tidak sengaja menangkap sosok wanita yang sejak tadi ia incar berjalan ke arahnya. " Tidak masalah tuan, saya yang akan menyambut tamu disini, anda tidak perlu khawatir." Ucap wanita itu dengan senyum terbaiknya untuk meyakinkan pria paruh baya itu.


"Baiklah, jika kalian memaksa." Sahutnya mengundang kekehan dari Arga, Lisa juga lelaki paruh baya itu.


Setelahnya mereka pun meninggalkan Lisa. Selama perjalanan menuju lobby hotel, Arga dan pria paruh bayah itu, sempat membicarakan urusan bisnis mereka hingga tanpa sadar mereka sudah berada di depan lobby.


"Kamu dan adikmu, sama hebatnya dengan Sanjaya." Ucap pria paruh bayah seraya menepuk pundak Arga, begitu mereka tiba di depan lobby hotel, dimana sebuah mobil telah terparkir di sana dengan seorang supir yang berdiri sembari membukakan pintu untuk lelaki paruh bayah itu.


"Anda terlalu berlebih-lebihan tuan Atmaja, saya dan adik saya tidak lebih hebat dari anda." Sahut Arga merendahkan dirinya.

__ADS_1


Pria paruh bayah itu pun tertawa. "Kalian benar-benar saudara yang kompak, tidak suka dengan pujian." Lelaki itu kembali memuji Arga lagi. " Terus tingkatkan itu dan sampaikan salam saya untuk kakek kamu, saya pergi dulu." Lanjutnya, kemudian masuk kedalam mobilnya, setelah mendapatkan anggukan dari Arga.


Arga membalas lambaian tangan pria paruh baya itu ketika mobilnya bergerak menjauh dari hadapan Arga dan saat mobil itu sudah tidak terlihat lagi, Arga bergegas kembali ke ballroom hotel dia ingin menemani lisa menyapa tamu yang masih ada di sana.


Dan saat dia akan melangsungkan masuk kedalam ballroom hotel, matanya tidak sengaja menangkap sosok Lita yang berjalan sambil menggeleng kepalanya.


Begitu langkah Arga dekat dengan wanita itu, wanita itu hampir saja terjatuh dan Arga pun segera menahannya.


" Hai, kamu baik-baik saja." Tanya Arga sembari menahan tubuh wanita itu, agar tidak sampai terjatuh.


" Kamu yakin." Tanya Arga lagi, Dia kembali menahan wanita itu saat wanita itu akan kembali terjatuh.


"Jangan sentuh aku! Aku baik-baik saja." Bentaknya membuat Arga mengerutkan keningnya, sungguh wanita yang aneh, padahal saat mereka berkumpul wanita itu begitu pendiam dan tak banyak bicara. Wanita itu kemudian mencoba berjalan menjauhi Arga dengan tubuh yang sedikit sempoyongan.


Arga pun menyusul wanita itu, jika di tanya apa dia khawatir, jawabannya tentu saja, karena wanita itu adalah sahabat Hani dan adiknya Ela."Kamu mau kemana, sebaiknya kamu menginap terlebih dulu disini, keadaanmu tidak baik-baik saja." Tawar Arga namun wanita itu tidak mendengarnya.


" Hai Lita, Namun Lita kan?" Tanya Arga, pria itu masih saja mengikuti langkah Lita bahkan ia lupa tujuannya untuk menemani istrinya.

__ADS_1


"Jangan mengikutiku." Sentak Lita sembari membalikkan tubuhnya dan menatap tajam Arga namun Arga hanya menaikkan kedua bahunya acuh.


"Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja! Aku nggak mau sampai terjadi sesuatu kepadamu, karena aku tidak ingin Hani dan Ela marah kepadaku, sebab mengabaikan kamu yang tidak baik-baik saja." Sahut Arga beralasan.


" CK, menyebalkan." Sinis Lita, kemudian meneruskan langkahnya menuju parkiran di mana mobilnya berada dengan Arga yang terus mengikutinya.


Setibanya di parkiran, Arga langsung menarik kunci mobil dari tangan Lita. " Kamu tidak boleh mengemudi dengan keadaan seperti ini, hal itu dapat membahayakan keselamatan kamu dan penggunaan jalan lain." Ucap pria itu.


Entah mengapa dia begitu ingin peduli dengan wanita di hadapannya ini, sementara dia sendiri saja tidak begitu mengenal Lita.


Lita memutar bola matanya malas." Bukan urusanmu." Ucap wanita itu, kemudian mencoba mengambil kunci mobilnya dari tangan Arga, namun pria itu menghindarinya sehingga Lita tidak dapat mengapai kunci mobil itu.


"Kamu itu sahabat Ela, aku tidak ingin adikku sedih karena terjadi sesuatu den kamu. Jadi kamu tidak perlu berpikir yang tidak-tidak, sebab aku hanya ingin membantu oke. Sekarang katakan dimana kamu tinggal, aku akan mengantarmu." Pria itu tanpa permisi langsung masuk kedalam mobilnya Lita.


Dan Lita yang semakin merasa pusing dan gelisah langsung masuk dan duduk di jok belakang." Aku bukan supir." Protes Arga namun wanita itu tidak peduli.


" Kamu bisa keluar! Aku tidak membutuhkan bantuanmu." Dalam keadaan seperti ini, Lita masih saja menolak bantuan Arga dan pria itu pun tidak punya pilihan, ia dengan kesal menjalankan mobilnya meninggalkan hotel tempat pernikahannya di adakan dan ia tidak tahu jika saat ini sang istri di dalam sana sedang membutuhkan bantuannya melebihi wanita yang dia tolong itu.

__ADS_1


__ADS_2