Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Gara-gara makanan!


__ADS_3

Pukul tiga malam Lita terbangun karena rasa haus, wanita itu kemudian memindahkan tangan Arga dari pinggangnya sehingga ia dengan mudah dapat mengambil gelas berisi air putih di atas nakas itu.


Namun siapa sangka, pergerakannya itu justru membuat Arga terbangun." Ada apa?" Tanya Arga.


"Aku haus." Jawab Lita, Arga mengangguk kemudian melepaskan pelukannya dari pinggang Lita, lalu kembali berbaring menunggu Lita selesai.


Sementara Lita beranjak turun dari ranjang itu, mengambil minum untuknya.


"Ga, kamu nggak makan?" Tanya Lita. Saat melihat makanan yang di pesan Arga belum di sentuh sama sekali.


"hmm. Pengen makan sama kamu, tapi kamu-nya malah tidur." Jawab Arga sembari memposisikan tubuh untuk menatap wajah sang istri.


"Haah, hanya karena itu kamu nggak mau makan?" Bukankah hal itu terdengar kekanakan-kanakan sekali.


"Bukan nggak mau Tha, tapi udah nggak selera." Jelas Arga.


"Apapun alasannya kamu nggak boleh, buang-buang makanan seperti ini, kamu tahu di luar sana banyak orang yang berjuang panas-panas hanya untuk bisa makan sementara kamu justru dengan mudah membuang-buang makan. Karena aku yang ketiduran. Konyol sekali." Sungut Lita.


"Maaf." Ucap Arga merasa bersalah dengan teguran istrinya.


Namun Lita hanya diam tak menyahutinya. Wanita itu justru meletakkan gelas bekas minumnya lalu, melangkah masuk kedalam bathroom untuk mencuci tangan. Setelahnya ia mendekat pada meja yang berisi makanan-makanan itu.

__ADS_1


" Lita, kamu mau ngapain." Tanya Arga begitu Lita mengambil sendok untuk menyantap makanan itu." Jangan dimakan itu sudah dingin." Ucap Arga.


Pria itu dengan cepat melompat turun dari ranjang kemudian mengangkat tubuh Lita, sebelum Lita sempat untuk memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.


"Arga turunkan aku! Aku mau makan!" Teriak Lita, sembari memberontak untuk turun dari gendongan Arga.


"Tidak kalau kamu mau makan, aku akan memesan yang baru untukmu." Ucap seraya membaringkan tubuh Lita di atas ranjang.


"Nggak aku masih ingin makan yang itu saja." Tolak sembari terus memberontak.


Sementara Arga yang tidak ingin Lita menikmati makanan yang sudah dingin itu menahan tubuh Lita dengan menindih tubuh Lita serta mengurung wanita itu mengunakan kedua lengannya.


Membuat Arga berbuat nekat dengan mencium bibir Lita berharap tindakan nekatnya akan membuat Lita tenang .


Dan Benar saja ciuman itu berhasil membuat Lita terdiam sekaligus tegang karena mendapatkan serangan tiba-tiba dari Arga.


Merasa ciumannya tidak mendapatkan penolakan dari Lita, Arga semakin berani dengan melu-mat bibir Lita dengan lembut, membuat wanita itu terbuai hingga tanpa sadar memejamkan matanya.


Merasa keduanya sama-sama membutuhkan oksigen, Arga melepaskan ciuman mereka namun tidak membiarkan Lita kembali di kuasai oleh akal sehat. Karena sesuatu dibawah sana sudah sangat sesak dan meronta ingin dimanjakan.


Ciuman Arga berpindah pada rahang Lita, sedikit naik keatas, berbisik pada telinga wanita itu." Jangan menolak aku karena aku tidak akan berhenti sampai disini." Ucapnya dengan nada sen-sual dengan sedikit mengigat cuping telinga Lita hingga wanita itu, mende-sah.

__ADS_1


Membuat sang adik dibawah sana semakin memberontak minta dilepaskan.


Arga kembali melu-mat dan menye-sap belahan bibir Lita. Hingga membuat Lita kesulitan mengimbanginya tangan Arga yang tadinya masih berada pada ranjang, kini sudah berpindah pada dada wanita itu, melepas satu persatu kancing baju yang digunakan Lita, hingga terpampang dua bukit indah yang mungkin akan menjadi tempat favorit untuknya untuk ia melepas dahaga.


Bibir Arga turun bermain dengan dua bukit kembar itu, salah satu dari ujung bukit itu akan manjakan dengan bibirnya dan satunya lagi mengunakan tangannya, memi-lin serta meremasnya membuat sang empunya tidak berhenti mengeluarkan suara-suara indah namun membuat mereka semakin tersesat dalam gairah.


Malam hampir mendekati penghujung namun Arga masih menikmati waktu pemanasan.


Dan Lita sendiri hanya bisa mende-sah pasrah ia sudah tidak mampu berpikir apalagi menolak saat sang suami melakukan adegan kesukaannya.


Walaupun belum ada cinta yang dia rasakan untuk pria itu. Namun tubuhnya seolah menikmati apa yang dilakukan pria itu pada dirinya.


Mungkin untuk orang yang menilai hubungan cinta hal ini begitu memalukan karena Lita selalu menolak kehadiran pria itu, tapi tetap menikmati saat mereka bercinta tanpa cinta. Lagian apa yang mereka lakukan ini tidak sepenuhnya salah karena mereka adalah pasangan suami istri, jadi sah-sah saja. Soal cinta itu soal hati tidak ada yang akan tahu kapan cinta datang dan kapan dia akan pergi.


Mungkin saja hari ini belum ada besok atau lusa perasaan itu sudah ada, lagian tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.


Orang yang masih saling mencintai hari ini saja bisa, bisa saling melupakan besok. Jadi tidak ada yang tahu pasti dengan yang namanya hati. Untuk itu nikmat selagi ada.


Cerita hari ini dan besok pasti akan berbeda walaupun yang menjalaninya orang yang sama dan bertemu orang yang sama pula.


Dan bukankah melayani seorang suami itu merupakan sebuah keharusan! Apalagi perihal urusan ranjang.

__ADS_1


__ADS_2