
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Sahut Arga.
"Lalu bagaimana kamu akan mengatasi semuanya?" Tanya Luna lagi.
"Kalau aku katakan! Aku tidak pernah menyentuh Lisa setelah kita sah sebagai suami istri, apa mama akan percaya?" Luna mengerutkan kening. Wanita itu mengerti apa yang dimaksud anaknya.
"Kamu mengatakan ini bukan karena Lita bukan! Mama akan sangat marah jika kamu sampai menyangkal anak kamu sendiri, Arga." Tegas Luna.
"Arga tidak berbohong mah! Suatu saat Arga akan membuktikan semuanya dan memastikan Lita tidak akan dilibatkan dalam masalah ini." Arga menggenggam tangan Lita, seolah ia mendapatkan kekuatan melalui genggaman tangan istrinya.
"Bagaimana kamu akan melakukannya?" Luna kembali bertanya.
"Bagaimanapun caranya aku akan melakukannya dan akan aku pastikan Lita tidak akan terluka! Tapi sebelum itu aku membutuhkan doa mama dan_" Arga menjeda ucapannya, ia berbalik untuk menatap pada Lita." Aku mohon, jangan pernah berpikir untuk pergi, kamu tidak perlu melakukan apapun cukup berdiri disamping aku apapun yang terjadi, Aku mohon! Aku tidak ingin kehilangan kamu."Arga menggenggam tangan Lita lalu mengecup punggung tangan Lita didepan Luna.
Wanita itu tahu untuk yang kali ini Arga benar-benar jujur dengan perasaannya, ia membujuk pun dengan tenang tidak seperti bersama Lita.
Jika di tanya apa Luna mendukung hubungan Arga dan Lita? Jawabnya sudah tentu iya. Bukan karena mereka sama-sama orang ketiga, tapi karena ketulusan yang dimiliki Lita.
Ia bisa menjaga Hani tanpa memanfaatkan menantunya itu, sudah pasti dia bisa menjaga Arga orang yang dia cintai.
Ya Luna meyakini jika Lita juga punya perasaan yang sama dengan Arga, hanya saja rasa bersalah dan keraguan itu membuat ia tidak dapat menyadari perasaannya sendiri, Luna sudah melewatinya tentu dia tahu hanya dengan melihat sikap dan tatapan mata mereka.
"Aku tidak tahu." Jawab Lita, membuat Luna memejamkan matanya sejenak sementara Arga justru semakin khawatir dengan jawaban Lita.
"Jangan pikirkan apapun Lita, menjadi orang baik memang sudah seharusnya kita lakukan, tapi dalam hidup terkadang kita perlu egois." Ucap Luna. Wanita paruh baya itu beranjak dari tempat duduknya, ia menghampiri Lita dan memeluk." Mama pulang dulu, Selamat datang di keluarga Sanjaya! Jangan sungkan meminta bantuan mama jika kamu membutuhkan sesuatu." Luna melepaskan pelukan mereka, lalu menatap kepada Arga.
"Jaga menantu mama dengan baik! Bila mama punya waktu senggang mama akan mengundang kalian bertiga bersama pasangan kalian untuk makan malam di rumah kakek." Ucapnya lagi kepada Arga.
"Arga akan menjaganya dengan baik."Luna mengangguk.
"Kamarin Tante Melly dan Tante dian meminta untuk acara syukuran tujuh bulanan Hani dilakukan di rumah keluarga Xavier, mama belum memberikan jawaban! Tapi sekarang mama sudah memiliki jawabannya. Tolong jaga menantu dan cucu mama Kak." Wanita paruh baya itu kembali mengingatkan putranya.
__ADS_1
Walaupun Arga tidak mengerti maksud mamanya, ia tetap mengangguk, karena tanpa diminta pun Arga akan menjaga calon anak dan istrinya.
Setelah berbicara panjang lebar, Luna memutuskan untuk pulang, begitu wanita itu tidak terlihat lagi dari pandangan mereka Lita langsung menatap tajam Arga.
"Kenapa liatin aku gitu?" Tanya Arga.
"Masih tanya! Gara-gara kamu kita sampai ketahuan, sama mommy kamu! Apa yang mama kamu pikirkan nanti tentang aku! Aku yakin setelah ini semua keluarga kamu akan tahu hubungan kita." Ucap Lita, air mata yang sejak tadi ia tahan, pada akhirnya jatuh juga.
"Jangan menangis sayang, aku minta maaf! Aku nggak sengaja melakukannya lagian kita tidak bisa untuk Mundur lagi, mungkin ini sudah saatnya hubungan ini diketahui." Sahut Arga mencoba untuk menenangkan Lita.
"Tapi aku malu, perasaan aku nggak enak! Biar bagaimanapun dia juga perempuan. Harusnya saat itu aku tolak saja tawaran pernikahan dari kamu." Bukannya marah Arga justru tersenyum, andai benar waktu itu Lita menolak tawarannya, mungkin mereka tidak akan sesulit ini dan dia juga tidak akan pernah merasa kebahagiaan saat bersama Lita.
Dan Arga bersyukur Lita tidak pernah menolaknya. " Salah siap langsung terima aja! Sekarang kamu Istriku." Arga memeluk Lita dari samping tanpa menghiraukan wajah kesal istrinya. " Sudah selesai makan?"
"Hmm." Jawabnya.
"Masih ada pekerjaan?" Tanya Arga lagi.
Arga mendekati Lita lalu berbisik di telinganya. " Aku ingin mengunjunginya." Ucap pelan hanya bisa didengar oleh Lita sembari mengusap perut sang istri.
"Sekarang?" Arga mengangguk sambil menarik turunkan alisnya." Siang-siang begini."
"Sayang, memangnya ada dalam perundang-undangan pernikahan yang mengatur waktu untuk melakukan hal itu." Tanya Arga tidak habis pikir.
"Nggak sih tapi_"
"Udah ah, kebanyakan tapi."Arga beranjak dari tempat duduknya, ia menarik tangan Lita dengan lembut untuk berdiri mengikutinya.
"Tunggu dulu Ga! Aku minta izin kak Dino dulu." Arga kembali duduk, menunggu Lita menelpon Dino.
"Halo kak!" Ucap Lita begitu panggilannya langsung dijawab oleh Dino.
__ADS_1
"Iya tha, ada apa? Udah selesai belum makannya?" Jawab Dina sekaligus bertanya.
"Udah kok kak! Ini aku baru selesai makan! Oh iya kak aku izin langsung pulang boleh ya?" Tanya Lita .
"Loh kenapa? Kamu sakit?"
"Nggak kok kak, tapi_"
"Kamu sama Arga ya?" Tanya Dino tepat sasaran.
Lita pun mengangguk kepalanya." Iya."
"Ya udah kamu pulang aja, terus istirahat."
"Terima kasih kak." Lita langsung menutup panggilan itu begitu mendapatkan sahutan dari Dino.
"Udah! Kita pulang sekarang?" Lita mengangguk setelah itu keduannya langsung meninggalkan restoran itu.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Steve kini tengah berdiri didepan ruang operasi dengan perasaan harap-harap camas.
Bagaimana tidak didalam sana anak dan istrinya sedang berjuang untuk tetap bertahan dan semua itu karena scandal busuknya dengan wanita yang ia temui di Bali waktu itu.
"Aku tidak akan pernah memaafkan kamu, sampai terjadi sesuatu kepada anak dan istriku." Ucap Steve sembari mengepalkan tangannya.
Dia bersumpah akan menghancurkan Lisa, walaupun Semuanya terjadi karena kesalahannya juga tapi wanita itulah yang membuat semuanya menjadi seperti saat ini.
"Sayang, tolong bertahan lah! Kamu boleh menghukum aku apapun tapi aku mohon jangan tinggalkan aku." Ucap Steve lagi didalam hatinya, seakan kata-katanya itu dapat tersampaikan kepada Lily yang tengah berjuang di dalam sana. " Tolong jangan pergi, berikan aku kesempatan lagi untuk menebus semua dosa-dosa aku kepadamu.
bibir Steve tidak berhenti-berhentinya ber komat-kamit mengucapkan doa untuk sang istri serta mengaangkui semua kecurangannya kepada wanita itu dan berharap Tuhan akan mendengar semua doanya serta mengasihani dirinya dengan menolong Lily agar wanita itu bisa kembali ke sisinya.
__ADS_1
Dia tidak takut akan kemarahan Lily, dia lebih takut jika wanita itu sampai meninggalkan dirinya untuk selama-selamanya.