Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Lita ada apa?


__ADS_3

Begitu mommy Mayang tertidur, perasaan Lita jadi tidak enak, ia duduk disamping ranjang mommy Mayang, menggenggam tangan sang mommy.


Sudah berulang kali, Arga dan Anton memintanya untuk tidur, namun Lita menolaknya." Aku masih ingin menemani mommy."Ujarnya saat Arga kembali membujuknya untuk tidur.


Arga berjongkok disamping Lita." Sayang kamu juga harus beristirahat, kalau kamu sampai kenapa-kenapa! Bagaimana kamu bisa menjaga mommy nantinya." Pria itu mengusap perut Lita," dia juga ingin istirahat sayang."


"Tolong jangan paksa aku, aku hanya menemani mommy sebentar saja! Kalau aku lelah pasti aku akan istirahat.  Please tolong mengerti sedikit." Sahut Lita dengan sedikit meninggikan suaranya.


" Tha, nggak sopan ngomong kasar sama suami kamu." Tegur Anton." Lagian itu mommy baru tidur, ngomongnya pelan-pelan saja, Arga juga dekat kamu kan."


Lita langsung diam," Maaf kak." Ucapnya,membuat Arga merasa bersalah karena tidak bisa mengerti keinginan istrinya, padahal dia hanya ingin Lita untuk beristirahat dan tidak sampai capek.


Namun suasana hati wanita itu sedang tidak baik, ada rasa takut, cemas dan kesedihan di hatinya, sehingga ia sulit untuk menentukan sikapnya.

__ADS_1


"Arga, sudah biarkan dia seperti itu dulu. Mending kamu temani Abang kita cari ngopi diluar." Ajaknya.


Tak ingin semakin memperburuk suasana hati sang istri, Arga mengangguk lalu mengikuti langkah Anton.


Setelah kedua pria itu pergi, Lita kembali menatap wajah mommy-nya, mengusap wajah mommy-nya dengan sayang. Ia sangat menyayangi mommy-nya itu.


"Mommy cepat sembuh ya! Mommy harus sehat lagi seperti dulu, Lita masih sangat membutuhkan mommy, jangan tinggalkan Lita ya mom." Dia mencium tangan mommy lalu meletakkan kepalanya disamping tangan mommy Mayang.


Satu jam berlalu semuanya masih tampak baik-baik saja, sedangkan Arga dan Anton belum kembali.


Namun Lita yang tengah tertidur itu di kejutkan dengan reaksi tubuh mommy-nya yang tidak biasa. Tangan mommy Mayang mere-mas kuat jari tangan Lita, hingga membuat Lita tersadar dari tidur.


"Mom, ada apa?" Tanya Lita, begitu melihat mommy-nya mulai sesak nafas. "Mom, tolong jangan tinggalkan Lita."  Lita memencet tombol di samping tempat tidur mommy-nya untuk memanggil dokter yang bertugas.

__ADS_1


Tak lama pintu ruang rawat mommy-nya terbuka, masuklah  dokter dan perawat yang akan menangani mommy Mayang.


" Mbak tolong tunggu diluar dulu, dokter akan memeriksa keadaan pasien." Ucap sang perawat, langsung meninggalkan ruangan itu memberikan waktu untuk para dokter menolong mommy-nya.


Lita terlihat mondar-mandir di depan itu dengan perasaan cemas, air matanya kembali menetes mengunggulkan keadaan mommy-nya saat ia tunggal bersama dokter.


"Lita ada apa? Kenapa kamu disini," Tanya  Arga yang baru datang bersama Anton," sayang mommy Kenapa? Kenapa menangis?" Tanya Arga namun Lita takkunjun menjawab dia justru semakin terisak.


Anton yang penasaran dengan keadaan mommy Mayang mengintip dari kaca pintu ruang rawat sang mommy.


"Sssstthh dek! Sudah jangan menangis lagi, aku yakin mommy bisa melewati semua dan berkumpul lagi bersama kita lagi." Ujar Anton, kata-katanya itu tidak hanya menyakinkan Lita tapi juga untuk menguatkan dirinya, menerima kenyataan yang akan terjadi.


Arga membawa Lita untuk duduk di bangku yang ada di depan ruang rawat mommy lalu mendudukkan dia disana.

__ADS_1


__ADS_2