
"Tapi aku harus kerja." Sahut Lita, wanita itu kembali mencoba melepaskan pelukan namun hasilnya nihil.
Tubuh pria itu bagaimana Lem yang menempel erat pada tubuhnya. Hingga Lita menyerah untuk memaksanya, dia ingin melawan dengan kekerasan tapi wanita itu sadar, Arga saat ini, mungkin masih sangat asing untuknya tapi status pria itu membuat Lita harus menghormatinya.
Mungkin di luar sana orang yang tidak mengenal Lita akan berpikir jika sifat wanita itu keras dan susah untuk di taklukkan.
Tapi mereka tidak tahu, kalau dibalik sikap dingin serta kerasnya Lita, tersimpan kelembutan.
Wanita itu sangat menghormati yang namanya sebuah hubungan, Dan hanya orang beruntung yang bisa merasakan kasih sayang serta ketulusan hati wanita itu, seperti Ela dan Hani.
"Aku mohon, aku sangat lelah! Aku ingin beristirahat dan menenangkan pikiranku, tapi aku tidak ingin sendiri." Ucap pria itu, berharap Lita akan mengerti, lalu menuruti keinginannya.
"Pergilah kepada istrimu! Aku yakin dia akan dengan senang hati memberikan apa yang kamu inginkan, jangan mengangguk aku." Lita masih terus mencoba untuk mengusir Arga.
__ADS_1
Namun pria itu justru berucap yang membuat Lita terdiam." Kamu juga istriku, apa kamu lupa. Sekarang aku sedang menuruti kata-kata kami, jadi diam-lah dan temani aku tidur, jika kamu masih keberatan karena pekerjaanmu. Aku yang akan berbicara dengan bos kamu."
Lita mendengus malas, ketika Arga menarik tangannya, untuk menemaninya tidur, sebab pagi tadi mereka hanya tidur tiga jam saja.
"Dasar pengganggu." Pria itu tak menghiraukan decakan sebal istrinya. Ia justru dengan tenang memejamkan matanya dengan menarik tangan kanan Lita untuk mengusap kepala.
Dengan malas Lita menurut keinginan Arga, dia terus mengusap kepala Arga sembari bergumam tak jelas dan Arga pun hanya tersenyum mendengar ocehan tak jelas itu, seakan ocehan itu adalah sebuah nyanyian pengantar tidurnya.
...\=\=\=\=\=\=\=...
"Arga kemana sih, kenapa dia belum kembali juga dari semalam." Ucap seorang wanita, sembari berjalan mondar-mandir di kamarnya, dengan terus mencoba menghubungi pria itu.
Namun selalu berakhir dengan suara operator yang berkata, Jika panggilan itu sedang berada diluar jangkauan.
__ADS_1
"Kemana sih." Wanita itu kembali bergumam. Tatapan matanya terlihat begitu gelisah." Apa aku tanya sama mama Luna aja ya! Mungkin mama tahu dia dimana."lanjutnya, bertanya untuk dirinya sendiri.
Jika kalian berpikir wanita itu sedang mengkhawatirkan pria itu, maka kalian salah, karena satu-satunya dipikirkan wanita itu adalah ibunya.
Satu jam yang lalu, wanita itu sedang terlelap karena pengulatannya semalam dan pagi tadi, harus terusik karena dering panjang dari ponselnya.
Ponselnya itu terus berdering membuatnya terbangun. Dan saat dia melihat ponselnya, ternyata mamanya yang menelpon menanyakan keberadaannya sekaligus meminta ditransferkan uang untuk mamanya jalan-jalan di Bali sekaligus belanja.
Tanpa pikir panjang ia langsung mengiyakan hal itu dan ketika dia sadari suaminya tidak kembali sejak semalam, wanita itu jadi khawatir mamanya akan marah kepadanya.
Tak ingin mendapatkan amukan dari mamanya, Lisa memilih pergi ke kamar mertuanya untuk bertanya dimana Arga, mungkin saja semalam papa mertuanya itu menyuruh Arga melakukan pekerjaan tak ia ketahui.
Sebab wanita itu tidak berpikir buruk tentang Arga karena dia tahu suaminya itu sangat mencintainya, buktinya saja Arga mau menikahinya padahal seluruh keluarganya menentang hal ini tapi lihatlah, suaminya itu tetap nekat untuk menikahinya, jadi tidak mungkin kalau agar sampai menduakan dirinya.
__ADS_1