
Setelah mendapatkan tempat untuk pemotretan, Arga dan Anton kembali ke rumah sakit sekaligus untuk beristirahat sejenak, sebelum mereka berangkat bersama-sama ke tempat pemotretan itu.
Dan begitu mereka masuk kedalam ruang rawat mommy Mayang, mereka tidak menemukan keberadaan Lita disana sedang sang mommy sedang tertidur.
"Istirahat dulu, mungkin dia sedang keluar sebentar, entar juga balik lagi." Ucap Anton, sengaja sehingga Arga tidak terlalu cemas memikirkan Lita.
Arga menuruti perkataan kakak iparnya, ia duduk di samping pria itu menunggu Lita datang.
Satu jam menunggu, Lita tidak kunjung datang membuat Arga cemas, ia terus bergerak gelisah di tempat duduknya, membuat Anton mengeleng kepalanya. "Sayang banget ya sama Lita?"
Arga menatap kakak iparnya itu, ia tidak mengerti maksudnya. Entah itu sebuah pertanyaan atau pernyataan.
"Kok diam?"
"Ya aku sayang banget sama dia." Anton mengangguk. "Kira-kira dia dimana ya bang?"
"Coba kamu ke rooftop, siapa tahu dia ada di sana."
"Hah rooftop? Ngapain dia disana?" Tentu saja Arga heran, ngapain juga dia ke rooftop sampai selama ini.
"Kenapa? Nggak percaya? Dia itu punya kebiasaan unik sekaligus ekstrem. Salah satu duduk di rooftop, melihat gedung-gedung sekaligus menghirup udara segar katany_"
Belum selesai Anton berbicara, Arga sudah beranjak dari tempat duduknya, ia keluar ruangan rawat mommy mertuanya.
Berlari kearah lift yang akan mengantarkannya ke lantai teratas gedung rumah sakit itu. "Buka dong," Arga memencet tombol lift berulang-ulang ia tidak sabar menunggu lift itu segera terbuka.
Ting..
__ADS_1
Begitu pintu lift terbuka, Arga langsung masuk, menutup pintu lift itu lalu menekan tombol angka paling atas gedung itu.
Ting..
Pintu lift kembali terbuka begitu sampai di rooftop. Arga melangkah keluar, ia menajamkan pandangannya, mencari keberadaan Lita hingga ia melihat seorang wanita sedang berdiri sembari menyadarkan dadanya, pada tembok pembatas rooftop itu dengan tatapan jauh ke depan.
Entah apa yang dipikirkan wanita itu sehingga betah berlama-lama di sana. " Sayang, kamu sedang apa?" Arga melangkah mendekati wanita yang tidak lain adalah istrinya.
Jantung Arga berpacu dengan begitu cepat, takut jika istrinya akan berbuat nekat untuk melompat.
"Menenangkan pikiran saja, sekaligus cari angin ." Jawab Lita, ia memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Arga." Kenapa kamu mencari aku? Apa mommy sudah bangun." Tanya Lita.
"Belum, mommy masih tidur!" Arga menarik tangan Lita lalu memeluk tubuh istrinya."Kalau mau tenangkan pikiran kenapa nggak ke taman aja, kamu juga bisa menghirup udara segar disana, nggak mesti disini juga sayang." Ujarnya khawatir.
"Nggak suka, aku lebih senang disini, tempatnya sepi dan nyaman." Sahut Lita membuat Arga mendengkus tak suka.
"Nggak please deh! Jangan berpikir yang aneh-aneh. Aku cuma ingin menenangkan pikiran apa salah, terus ngapain cari aku." Ucap Lita sembari bertanya.
"Aku khawatir karena tidak menemukan kamu diruang mommy." Jawab Arga jujur.
"Sudahlah kita turut sekarang Lita melepaskan pelukannya dan Arga, lalu melangkah meninggalkan rooftop itu sambil menggenggam tangan Arga.
Keduanya masuk kedalam lift lalu turun kebawah, setibanya mereka di ruang mommy Mayang, wanita paruh baya itu sudah bangun.
Ia dibantu Anton untuk duduk. " Mommy sudah bangun? Mau makan?" Tanya Lita, ia melepaskan tangan Arga kemudian menghampiri mommy-nya.
"Iya, tapi mommy pengen makan buah aja, bisa kupas-kan untuk mommy." Lita mengangguk, ia mengambil buah pir dan jeruk lalu mengupas nya untuk mommy Mayang sembari duduk disampingnya.
__ADS_1
"Kalian dari mana sayang." Tanya mommy Mayang.
"Bukan kalian mom, Yang harus mommy tanya itu Lita dari mana! Karena Arga dan Anton sedari datang sudah di ruangan mommy. Kita sudah sejam lebih disini, tapi anak mommy yang cantik ini nggak ada, kalau nggak disusul pasti belum turun dia tuh." Aduh Anton, sengaja melebih-lebihkan membuat Lita mendelik-kan matanya kepala Anton. " Kenapa, emang benarkan." Sambungnya.
Perkara sayang, Anton sayang sama Lita, tapi kalau keduanya berkumpul bersama mommy ya begini, kalau nggak iseng ke Lita ya ujung-ujungnya ngaduin Lita ke mommy.
"Sayang kamu ke rooftop lagi." Tanya mommy Mayang.
"Iya mom, tapi Lita cuma berdiri kok nggak suka di atas tembok pembatas." Jawabannya santai seraya mengusap buah ditangannya sementara mommy Mayang menarik nafas panjang begitu dengan Arga.
"Sayang bukannya mommy mau marah, tapi kebiasaan kamu itu dibuang aja, bahaya mommy takut kamu kenapa-kenapa." Mommy Mayang mencoba memberi pengertian kepada Lita.
Kebiasaan satu ini sudah Lita lakukan sejak kecil dulu dia sering bersembunyi dia sering bersembunyi di rooftop kalau bosnya mommy Mayang mencarinya, dia bisa sampai tidur disana karena takut dihukum, Lita baru turun jika sudah tidak kuat menahan rasa laparnya.
Dan sejak itu rooftop menjadi tempat ternyaman-nya untuk menghindari masalah. Kebiasaan itu dia ajarkan untuk Hani, walaupun awalnya Hani takut tapi lama kelamaan diapun biasa.
Mommy Mayang sudah mengetahui hal ini lama, semenjak masih berada ditempat mengerikan itu, namun ia membiarkan saja bukan karena tidak khawatir, mommy Mayang juga khawatir namun baginya tempat itu jauh lebih aman daripada hukuman anak buah bosnya dulu.
"Iya mom, nanti Lita coba! Nih buahnya udah selesai Lita kupas ." Lita meyerahkan piring berisi potongan buah pir dan jeruk untuk mommy Mayang.
......\=\=\=\=\=......
Visual Lita.
Arga.
__ADS_1