Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Aku ingin pergi


__ADS_3

Setibanya di ruangnya, Lita kembali memikirkan hubungan suaminya dengan istri pertamanya, membuat wanita itu tidak menyadari kehadiran Dino diruang itu. "Hai, jangan bengong." Dino melambaikan tangannya didepan wajah Dina, membuat wanita itu kaget.


"Iiihh kak Dino! Ngagetin aja." Sentak-nya Sembari mengusap dadanya.


Sementara pria itu hanya tersenyum sembari  menggeleng kepalanya," Salah sendiri ngapain bengong gitu, mikirin apa sih?"


Lita menarik dan menghembuskan nafasnya dengan perlahan, seraya menggeleng kepalanya lemah.


"Ada apa?" Desak Dino dia tahu arti gelengan kepala Lita itu sebaliknya." Kamu jangan bohong, mata kamu aja menunjukkan kalau banyak yang kamu pikirkan."


Lita masih terdiam."Sebenarnya aku sedang bingung." Ucap Lita, setelah ia berpikir ia membutuhkan seseorang untuk mendengarkan dirinya dan dia percaya dengan Dino.


"Bingung kenapa? Kalau ngomong jangan diputus-putus yang ada kakak yang bingung nanti." Ujar Dino.


"Kak Dino tahukah! Kalau suami mempunyai istri selain aku." Dino mengangguk kepalanya.


"Lalu, apa yang membuat kamu bingung, bukan-kah selama ini kamu menjalani pernikahan kalian dengan baik, lalu apa yang membuat kamu terganggu?" Tanya Dino.


"Aku selalu dihantui perasaan bersalah kepada wanita itu." Dino mengerutkan keningnya, namun ia tetap diam, sengaja ingin mendengar Lita menyelesaikan ucapannya."Jujur saja aku ingin terbebas dari semua ini tapi aku nggak tahu harus dari mana aku memulainya! Aku ingin kembali ke kehidupanku yang dulu, kak aku ingin tenang tanpa dihantui perasaan ini." Lita mulai menangis mencurahkan isi hatinya kepada Dino.


"Jangan menangis, katakan apa yang bisa kakak lakukan untuk membantu kamu?" Dino menggenggam tangan Lita untuk menyakinkan wanita itu.


"Aku ingin terbebas dari ikatan ini tapi aku tahu itu mustahil, Arga nggak akan mau melepaskan aku dia bahkan sudah berencana untuk menceraikan Lisa." Balas Lita ia, mengangkat wajahnya untuk menatap Dino penuh harap.


"Apa?" Tanya Dino.


"Aku ingin pergi darinya! Kemanapun terserah asal jauh darinya, kak Dino bisa bantu aku, aku mohon."Ia membalas genggaman tangan Dino penuh harap.

__ADS_1


Jujur saja, karena jika dia ingin di bisa langsung pergi sendiri tapi Lita tahu, hal itu tidak akan membutuhkan waktu lama untuk Hani, karena pria dihadapannya ini akan membantu Hani, Tapi jika Dino membantunya akan sulit untuk mereka menemukannya sama seperti dia dan Hani pergi selama delapan tahun waktu itu.


"Lalu bagaimana dengan Anak kamu?"Tanya Dino, sengaja untuk membuat Lita goyah dan berubah pikiran.


"Aku akan membawanya, aku punya tabung yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kit berdua ditempat yang baru." Jawab Lita yakin.


"Anton tahu."


"Nggak dan aku harap kak Dino tidak memberitahu dia, aku sudah dewasa aku bisa menjaga diriku sendiri." Ujarnya.


"Lalu bagaimana dengan Hani."


"Kak, Hani sudah menikah! Dia sudah memiliki Narendra untuk menjaganya."


"Suami kamu?"


"Sebenarnya kak Dino, niat nggak sih buat bantu aku, kalau nggak mending nggak usah tanya-tanya jika pada akhirnya kakak hanya memberikan aku harapan tanpa kepastian." Memijit pangkal hidungnya.


Dan kalau boleh jujur, dia tidak perlu memikirkan semuanya, karena dia sudah yakin dengan keputusannya saat ini.


Seakan tahu apa yang dipikirkan Lita saat ini, Dino kembali berucap."Kamu tetap harus memikirkannya sekali lagi, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari." Lita mengangguk menyetujui ucapan Dino.


Yang terpenting dia akan pergi tidak peduli cepat atau lambat dia akan meninggalkan pria itu.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Malam harinya Arga datang untuk menjemput Lita di hotel namun wanita itu sudah lebih dulu pulang ke apartemen mereka, ia ingin menyusul ke sana, pesan dari Luna yang memintanya untuk datang, membuat ia mengurungkan hal itu dan hanya mengirim pesan kepada Lita jika dia akan pulang terlambat malam ini.

__ADS_1


Sebelum tiba di rumah sang mama, Arga lebih dulu menghubungi Kevin untuk datang ke sana.


Entah mengapa dia feeling-nya Luna menghubunginya karena dia mengusir Lisa siang tadi.


Dan benar saja, feeling-nya tidak salah sedikitpun, begitu dia memasuki rumah mamanya, di sana sudah ada , Lisa, Jayden, Dina, Luna dan Reval sedang duduk menunggu kedatangannya.


"Kemari-lah nak! Duduk sini." Ucap Luna sembari menepuk sisi kosong disampingnya.


Tanpa banyak bicara Arga, menuruti ucapan Luna lalu duduk disamping mama tirinya itu.


" Ga, bisa kamu jelaskan sama papa! Kenapa kamu ingin menceraikan Lisa, bukankah dulu kamu begitu ingin menikahinya, kamu sampai melawan  papa dan kakek untuk dia. Lalu apa ini?" Tanya Reval sembari menggulir pandangannya kepada Lisa dan Arga secara bergantian.


"Untuk yang waktu itu, Arga minta maaf pa! Tapi Arga tidak akan menyesal telah menikahinya." Sahut Arga sembari menatap tajam Lisa, ia mengatakan hal itu bukan karena masih berharap untuk Lisa, tapi Arga mengatakan jika dia tidak menyesal menikahi Lisa, sebab dihari pernikahan mereka itulah hubungannya dan Lita dimulai.


"Lalu, kenapa kamu ingin menceraikannya?" Tanya Reval, pria paruh baya itu tidak puas dengan jawaban Arga.


"Aku ingin menceraikannya, karena dia mengkhianati aku."


"Kamu yakin? bukan karena sebaliknya."Arga terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan Reval." Lisa mengatakan justru kamu yang berselingkuh darinya, lalu kami harus mempercayai siapa. Kalian saling menuduh membuat kita tidak tahu harus mempercayai yang mana." Lanjutnya.


"Aku tak akan menyangkal tuduhan Lisa_"


"Mah, pa, lihat dia tidak menyangkal, dia selingkuh dari aku." Belum selesai Arga berbicara, Lisa sudah lebih dulu memotong ucapannya.


Seperti siang tadi wanita itu menjerit dan menangis tersedu-sedu. Ia menunjukkan kepada semua orang yang ada di sana jika dirinya amat sangat terluka dengan apa yang dilakukan Arga.


Namun hal itu tidak membuat Luna iba sedikitpun ia hanya melirik sinis Lisa. Menurut Luna wanita itu terlalu bodoh dalam bersandiwara.

__ADS_1


Karena jika Luna yang berada di posisinya, dia tidak akan membuang-buang waktu untuk membuang air matanya dengan percuma hanya karena ingin mendapatkan simpati mereka.


Sebab mau dia menangis sampai jungkir-balik pun, Luna dan Reval juga Jayden tidak akan iba kepadanya, karena sejak awal mereka tidak setuju Arga menikahi Lisa, semua yang terjadi saat ini hanya formalitas sebagai orang tua yang ingin tahu masalah anak-anaknya, tidak lebih.


__ADS_2