Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Nyaman sama kamu!


__ADS_3

Selesai makan siang Lita langsung di antara kembali ke hotel tempatnya bekerja, karena wanita itu ada pekerjaan yang harus segera ia selesaikan setelah menerima telpon dari asistennya.


Arga yang masih ingin bersama wanita itupun tidak bisa memaksanya untuk tetap tinggal, mengingat Lita disini untuk berkerja.


"Hati-hati ya pulangnya, jangan ngebut." Pesan Lita, begitu mereka tiba di lobby hotel.


Wanita itu hendak beranjak turun dari mobilnya, membiarkan sang suami tetap mengunakan mobil itu. Namun agar menarik tangannya, sengaja menahannya sedikit lebih lama di dalam mobil itu.


"Kenapa?" Tanya Lita. Wanita itu menoleh kepada Arga yang tidak kunjung melepaskan genggaman tangannya, sembari melihat punggung tangan Arga yang menggenggam tangan mungilnya hingga tenggelam dalam genggaman tangan suaminya itu.


"Nggak papa! Aku cuma mau bilang, sebentar malam aku kesini lagi?" Jawab Arga, menarik tangan Lita, lalu mencium punggung tangan berganti ke telapak tangan wanita itu, tanpa ia sadari, namun hatinya mengerakkan dia untuk melakukan itu kepada wanita yang hanya dia beri status istri siri itu.


"Loh, ngapain? Kamu udah terlalu sering menginap di tempat aku Arga, aku nggak mau sampai sikap kamu ini membuat Lisa curiga dan menundu aku yang tidak-tidak. Lagian dia itu istri sah kamu, harusnya kamu lebih mengutamakan dia dari pada aku." Ucap Lita panjang kali lebar berharap pria itu mengerti.


Karena dia tidak mau sampai diteriaki pelakor dan segala *****-bengeknya. Lita tidak ingin hidupnya yang tenang harus terusik karena drama dari istri suaminya itu, walaupun semua ini bermula dari ulah wanita itu sendiri.

__ADS_1


"Aku juga nggak tahu, aku juga nggak mau kamu dalam masalah, tapi aku nyaman sama kamu, aku ingin terus berada disisi kamu! Sama kamu aku bisa terlelap tanpa memikirkan apapun?" Sahut Arga, jujur karena itu yang dia rasakan selama bersama Lita, berbeda dengan dirinya saat bersama Lisa.


Tak jarang mereka sering berdebat karena sikap wanita itu, bahkan Arga sadar saat bersama Lisa, wani itu tidak pernah bersikap tulus kepada, semua yang Lisa lakukan pasti ujung-ujungnya harus ia bayar, tapi bodohnya dia terus bertahan sampai detik ini.


Hingga kejadian malam itu mengikatnya bersama Lita, wanita yang selama ini dia nilai, dingin, cuek serta judes karena tidak pernah sekalipun bersikap ramah kepadanya. Namun siapa sangka, baru mengenalnya dua hari Arga dapat melihat sisi lain seorang Lita.


Sisi lain yang membuat Arya yakin, kenapa sang adik sekaligus adik iparnya iparnya itu begitu mempercayai gadis ini.


Dan karena itu Arga tidak pernah menyesali malam paling berarti untuknya. Malam yang membuat mata Arga yang sempat tertutup dengan tipu muslihat seorang Lisa, bisa terbuka lebar untuk melihat ketulusan seorang Lita.


"Apapun alasannya, kamu tetap harus adil ke Lisa, apalagi kalian baru menikah! Tapi kamu sudah sering meninggalkannya hanya untuk datang ke tempat aku. Jangan seperti ini, walaupun aku tidak menyukai istri kamu itu, tapi aku punya hati dan aku tahu rasanya terabaikan." Lita sedikit bersikap tegas kepada Arga, agar pria itu, mau menuruti permintaannya.


Dan Lita menganggap gumam Arga adalah jawaban ia atas ucapannya barusan. " Sudah ya Ga! Aku sudah di tungguin di dalam." Pamit Lita sembari mencoba melepaskan pelukan mereka.


Walaupun ada perasaan tak rela berpisah dari wanita itu, Arga tetap melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Lita pun keluar dari mobilnya, sembari melambaikan tangan kepada Arga, sebelum melangkah masuk kedalam lobby hotel.


Setelah memastikan Lita tak terlihat lagi, Arga pun menjalankan mobilnya menuju hotel tempat dia menginap bersama Lisa.


Setibanya di sana pria itu langsung memarkirkan mobil Lita di parkiran basemen karena dia tidak akan kemana pun setelah ini. Dia akan mencoba menemani Lisa seperti yang di minta oleh Lita.


Arga pun keluar dari mobil itu berjalan menuju lift yang akan mengantarnya ke lantai atas dimana letak kamarnya dengan Lita.


Setibanya di lantai itu, Arga kembali keluar begitu pintu lift terbuka dan melangkah menuju kamarnya, menekan bel pintu kamar itu dan menunggu beberapa saat sebelum pintu itu terbuka.


Dari dalam kamar, terlihat Lisa yang sudah terlihat jauh lebih segar dan bathrobe yang membungkus tubuhnya serta handuk kecil yang melilit rambutnya.


Arga menaikkan sebelah alisnya saat melihat jejak merah pada dada dan leher Lisa yang tidak tertutup bathrobe itu.


" Sayang_"

__ADS_1


" Aku capek." Ucap Arga mendorong tubuh wanita itu begitu Lisa ingin memeluk tubuhnya, pria itu melangkah masuk kedalam kamar dan mendapati kamar yang begitu berantakan bahkan Arga.


Tanpa banyak bicara Arga langsung keluar dari lagi kamar itu. Lisa yang melihat hal itu langsung mengejarnya.


__ADS_2