
Setelah habis makan siang, Arga pun keluar kamar Lita, setelah mengeledah laci-laci nakas yang ada di kamar itu untuk mendapatkan kartu akses, agar dia bisa kembali lagi.
Setelah mendapatkan apa yang dia cari Arga langsung meninggalkan kamar itu entah kemana, setengah jam kemudian Lita kembali bersama seorang pelayan. Untuk merapikan kamar sekaligus mengambil nampan berisi piring dan gelas bekas makan Arga.
Wanita itu sebenarnya sudah melihat Arga pergi dari setengah jam yang lalu, tapi karena dia sedang menyambut tamu penting di lobby saat itu Lita pun tidak menegur Arga saat pria itu lewat di hadapannya lagian keduanya juga belum terlalu dekat walaupun status mereka sudah berganti dari dua orang yang asing menjadi suami istri.
" Kamu bersihkan semua, setelah selesai kamu boleh langsung pergi." Ucap Lita. Padahal pagi tadi sudah ada yang membersihkan kamarnya dan sekarang dia malah menyuruh pelayan lagi, karena Lita itu sangat suka sesuatu yang terlihat rapi dan bersih. Berbanding terbalik dengan Adik iparnya, Ela yang bodoh amat.
"Iya mbak." Jawab pelayan itu, setelahnya ia mulai membersihkan kamar itu dimulai dari mengeluarkan nampan berserta isi di atasnya dan seterusnya.
Sedangkan Lita berjalan ke arah balkon, ia ingin menghubungi seseorang. Setibanya di sana, Lita berdiri dengan bersandar pada tralis balkon itu, sembari mengskroll kontak yang tersimpan dalam ponselnya setelah mendapatkan kontak yang dia cari, Lita pun menghubungi orang tersebut.
Lita kembali mencoba lagi setelah menunggu lama orang itu tidak menjawabnya dan hanya suara operator di akhir nada tunggu itu.
__ADS_1
Hingga bunyi kedua setelah Nada tunggu itu, barulah panggilan itu dijawab." Halo Sayang, apa kabar? Kamu sudah kembali ke Bali." Tanya seseorang dari seberang sana.
Lita mendengar itu mengangguk sebagai jawaban walaupun orang itu tidak dapat melihatnya. "Sudah mom!" Ucapnya." Mom maafin Lita ya." Lanjutnya lagi meminta maaf dengan perasaan bersalah.
"Sayang, kenapa kamu meminta maaf!" Terdengar nada khawatir dari pertanyaan wanita diseberang sana.
Wanita yang tidak lain adalah mommy-nya Lita! Mommy Mayang."Lita tidak bisa menjaga kesucian Lita seperti yang mommy harapankan." Ucapnya dengan gugup.
" APA MAKSUD KAMU THALITA?" Teriak sang mommy dari seberang sana membuat Lita harus sedikit menjauhkan ponsel itu dari telinganya.
Dia juga sudah berusaha menjaga serta membentengi dirinya tapi siapa sangka pada akhirnya dia akan tumbang seperti ini.
"Maaf mom! Lita dijebak seseorang mencampur sesuatu ke makanan dan minu_" Lita tidak dapat melanjutkan ucapannya saat teringat sesuatu." Lisa." Ucapnya dalam hati sembari mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Apapun itu kamu tidak_"
"Pria itu menikahi Lita mom, kami telah menikah siri pagi tadi."Lita langsung memotong ucapan mommy Mayang, berharap hal ini dapat mengurangi kekecewaan mommy-nya.
"Jangan membohongi mommy Lita, mommy tidak suka kamu berbohong untuk menutupi kesalahan kamu, mommy akan sangat membenci kamu." Sahut mommy Mayang, wanita itu tidak percaya begitu saja ucapan putrinya.
"Lita akan mengirim buktinya." Wanita itu kemudian mengambil selembaran kerja itu lalu memotretnya kemudian mengirim foto itu kepada mommy Mayang di seberang sana.
"Sayang bukankah dia ini." Wanita itu terdiam tak dapat melanjutkan ucapannya.
"Nanti kita jelaskan semuanya, sekarang Lita harus mengurus sesuatu." Tanpa menunggu jawaban mommy Mayang Lita langsung mengakhiri panggilan itu secara sepihak.
Setelah itu ia pun meninggalkan kamarnya, satu-satunya tujuan Lita saat ini adalah Lisa! Dia harus membuat perhitungan dengan wanita siluman itu.
__ADS_1
Karena Lisa dia sampai harus menghabiskan malam dengan Arga, karena Lisa dia harus terpaksa menikahi Arga dan karena Lisa juga, mommy-nya kecewa kepada-nya. Semua karena Lisa.