Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Ingin Foto bersama!


__ADS_3

"By, kenapa lama sekali?" Tanya Lily begitu Steve kembali ke tempat duduknya.


"Maaf sayang!" Steve meraih tangan Lily lalu mengecupnya." Lanjut makan lagi." Lily mengangguk kemudian melanjutkan makannya.


Sedangkan Steve melihat kearah meja yang diduduki Lisa tadi, wanita itu sudah tidak ada lagi di sana begitupun dengan belanjaan.


Steve tersenyum, Lisa bisa dibuat tunduk kepadanya! Jantungnya yang tadi sempat berdetak kencang karena takut wanita itu akan bertindak nekad yang mungkin saja akan membongkar perselingkuhan mereka, berangsur-angsur tenang kembali.


...\=\=\=\=\=\=\=...


"Mom," Lita beranjak dari sofa yang ia duduki lalu menghampiri ranjang mommy Mayang, begitu melihat pergerakan mommy-nya." Mom, mana yang sakit?" Tanya Lita mendengar mommy-nya meringis.


Mommy Mayang menggeleng kepala seraya berkata." Mommy baik-baik saja." Selalu seperti ini, mommy Mayang tidak ingin membuat anak-anak semakin khawatir dengan keadaannya, untuk itu ia berpura-pura kuat dan baik-baik saja, di saat rasa sakit itu menggerogoti tubuhnya hingga bernafas pun rasanya sulit untuk ia lakukan.


"Kamu sendiri? Datang jam berapa? " Tanya mommy Mayang.


Lita menggeleng kepalanya."Tadi jam 9."


"Datang sama Hani?"


" Nggak mom, Lita sama Arga!" Jawabannya.


"Arga suami kamu?" Lita mengangguk." Terus kemana dia?" Tanya mommy Mayang lagi, sesekali ia akan mengigit bibir bagian dalamnya untuk mengalihkan rasa sakit itu.


"Keluar sama kak Anton, katanya mau ngopi sekalian kenal! Biar makin dekat." Ucapnya sembari menaikkan kedua bahunya tidak mengerti dengan kedua pria, mereka baru ketemu tapi sikap mereka seperti orang yang sudah kenal lama.


Mommy Mayang mengangguk." Sayang, mommy haus." Lita langsung mengambil air untuk mommy-nya, membantu wanita itu minum.


"Mommy mau makan?" Tanya Lita sembari meletakkan sisi air yang di minun mommy-nya.


"Nggak nanti aja, mommy belum lapar." Jawabannya, Lita pun tidak memaksa." Berapa lama kalian disini?" Tanya mommy Mayang.


" Kenapa mom, mommy nggak suka Lita jenguk mommy?" Bukannya menjawab Lita justru balik bertanya, sebab ia tidak suka pertanyaan mommy-nya.

__ADS_1


"Bukan nggak suka sayang, mommy cuma tanya aja." Mommy Mayang menarik nafas panjang, putrinya ini sangat sensitif sekali pikirannya, salah bertanya dia sudah berpikir yang berlebihan.


"Terus kenapa mommy bertanya seperti itu, kesannya mommy nggak suka dengan kedatangan Lita." Mommy Mayang menggeleng kepalanya.


"Kamu ini! Mommy bertanya seperti itu karena mommy ingin melakukan sesuatu bersama kamu, suami kamu dan Abang." Lita mengerutkan alisnya bingung.


"Mommy ingin melakukan apa? Katakan Lita dan Arga akan meluangkan waktu sebanyak yang mommy inginkan." Tanya Lita tak sabaran.


"Tunggu suami kamu dulu! Mommy ingin berkenalan sekaligus menanyakan pendapatnya." Sahut mommy Mayang membuat Lita memanyunkan bibirnya.


Dia kesal, karena segala sesuatu tentangnya mommy-nya pasti akan mengingatkan dia untuk melibatkan Arga, 'sudah minta izin sama suami kamu! Kamu harus kasih tahu suami kamu! Jangan melawan dan jangan membantah ucap suami kamu, kamu harus bersikap baik dan menghormati suami kamu dan masih banyak pesan-pesan mommy-nya yang berujung suami kamu dan suami kamu.' Kesal juga lama-lama dengarnya akan tetapi dia bisa apa selain menuruti mommy-nya.


"Jangan kesal begitu, itulah konsekuensinya kalau sudah menikah! Segala sesuatu harus dipikirkan berdua. Menikah itu tidak hanya menyatukan kamu dan dia, tapi menggabungkan dua keluarga serta dua pemikiran untuk dapat mengendalikan ego masing-masing! jangan merasa kamu terpenjara dengan semua itu, karena sesuatu yang dijalani dengan kesungguhan dari hati, tidak akan membuat kalian terbebani dan seiringnya waktu kalian akan terbiasa dengan sendirinya." Ucap mommy Mayang menasehati putrinya.


Lita mengangguk kepala saja, walaupun ia tidak paham dengan apa yang baru saja dikatakan mommy-nya.


Ceklek.


"Kamu yang namanya Arga." Tanya mommy Mayang, ingin sekali wanita itu tertawa, kalau bukan karena ego Lita mana mungkin mereka mau melakukan hal ini, pura-pura tidak saling mengenal.


"Iyo mom, aku Arga suaminya Lita?" Jawabannya sembari meraih tangan punggung tangan mommy Mayang untuk ia cium. " Mommy sakit apa?"


"Kanker." Jawab Lita. " Ga! Aku akan jelasin semuanya nanti." Ucapnya lagi, Arga pun mengangguk paham setelah itu ia duduki di sisi ranjang tepat samping mommy Mayang.


Siang itu meraka berbicara banyak hal hingga Lita teringat akan ucap mommy yang ingin melakukan sesuatu bersama mereka bertiga.


"Mom." Panggil Lita, membuat wanita paruh baya itu menghentikan obrolannya dengan Arga lalu mengalihkan pandangannya kepada Lita.


"Iya, sayang ada apa?" Jawab mommy Mayang sekaligus bertanya.


" Tadi mommy bilang ingin melakukan sesuatu bersama kita bertiga! Apa itu mom?" Mendengar pertanyaan Lita Arga dan Anton, kompak menatap secara bergantian mommy Mayang dan Lita.


"Oh itu! Mommy ingin kita berfoto bersama!" Ujarnya.

__ADS_1


"Hanya itu, kenapa harus tunggu mereka sih." Ucap Lita, dengan sedikit kesal wanita itu beranjak dari tempat duduknya, ia meraih tasnya yang ada di atas nakas, mengeluarkan ponselnya untuk foto bersama seperti yang diinginkan mommy Mayang.


"Bukan foto seperti ini saya." Tutur mommy Mayang, membuat Lita mengerutkan keningnya bingung, begitu pun dengan Arga dan Anton.


Mengerti akan tatapan bingung anak-anaknya, mommy Mayang pun menjelaskan foto seperti apa yang di inginkan.


"Mommy ingin foto bersama kalian tapi Lita harus mengunakan gaun pengantin dan foto yang memperlihatkan perut kamu."


Deg.


Jantung Lita langsung berdetak kencang mendengar permintaan itu. Rasa takut kembali menguasai dirinya tanpa sadar air mata pun menetes membasahi kedua pipinya.


"Sayang, jangan berpikir yang tidak-tidak, mommy baik-baik saja." Ucap mommy Mayang, berharap hal itu dapat menenangkan Lita namun rasa takutnya membuat Lita tidak dapat berhenti menangis.


Arga menghampiri Lita lalu memeluknya,"Sssstthh, sayang tenang! Kamu membuat mommy ikut sedih." Bisik Arga sembari mengusap punggung istrinya, membiarkan Lita membenamkan wajahnya pada dada bidang nya. " Sayang." Panggil Arga lagi namun Lita tak menyahuti, wanita itu terus tengelam dalam rasa takutnya.


Sama halnya dengan Lita, Anton juga takut! Ia takut kehilangan mommy-nya lagi.


Sejak kecil ia ditinggal mommy Mayang untuk berkerja dan wanita itu tidak pernah kembali lagi, walaupun begitu uangnya selalu datang untuk memenuhi kebutuhan serta biaya sekolahnya hingga ia mendapat gelar sarjana. Andai Hani dan adiknya ini tidak datang untuk menjemputnya, selamanya ia tidak akan pernah lagi melihat mommy-nya ini, ia bahkan terkejut saat mengetahui jika dia punya adik.


Awalnya dia marah dan membenci Lita tapi setelah mommy Mayang meyakinkan dia dan memintanya untuk menerima Lita, disitulah Anton mulai belajar menerima Lita dan menyayanginya, walaupun membutuhkan waktu lama, karena keduanya tidak tubuh bersama. Akan tetapi kasih sayang dan nasihat yang mommy Mayang berikan membuat mereka dapat menerima dan menyayangi satu sama lain.


Anton mengusir airnya yang jatuh tanpa permisi sebelum mommy Mayang dan yang lainnya menyadari itu.


"Mommy baik-baik saja! Mommy hanya ingin ada di setiap moment kebahagiaan kalian. Waktu kalian menikah mommy tidak ada dan ini kehamilan pertama kamu, sayang! Mommy ingin foto bersama calon cucu mommy apa salah." Jelas mommy Mayang, bukannya membuat perasaan Lita lebih baik wanita itu justru semakin merasa sesak di hatinya.


"Dek, jangan cengeng! Adik Abang biasa juga nggak pernah cengeng kalau di kerjain, masa mommy minta foto aja nangis." Anton sengaja menggoda adiknya, berharap Lita dapat menghentikan tangisannya sembari mengusap kepala sang adik. " Kalau kamu benar kamu sayang sama mommy kamu akan mengabulkan keinginannya dan tidak menangis seperti ini didepan mommy." Ucap Anton begitu pelan dan hanya bisa di dengar Lita dan Arga saja, membuat Lita mencengkram kuat baju Arga.


"Sayang, apa yang dikatakan Anton benar, kamu harus kuat didepan mommy! Kamu seperti ini hanya akan membuat mommy kepikiran dan semakin sedih." Ucap sembari mengangkat wajah sembap, ia menatap kedalam mata kedua istrinya. "Kamu sayang sama mommy?" Lita mengangguk.


"Ikuti permintaannya tanpa harus menangis." Lanjutnya sembari mengecup kening Lita dengan penuh sayang.


Semua yang dilakukan Arga dilihat langsung oleh mommy Mayang, ia tersenyum melihat sikap Arga yang begitu tulus kepada Lita dan berharap keduannya akan langgeng dan menua bersama.

__ADS_1


__ADS_2