Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Jauh banget belanjanya?


__ADS_3

Waktu berlalu dengan begitu cepat tidak terasa sudah satu bulan Lita tinggal di apartemennya namun baik Hani maupun Ela Belum juga mengetahui keberadaan wanita itu di sana begitu juga pernikahan Arga dan Lita.


Dan selama itu Arga hanya mengunjungi Lita di waktu weekend saja, sesuai perjanjian mereka karena Lisa telah kembali ke rumah mertuanya. Siapa lagi kalau bukan Luna.


Selama tinggal bersama Lisa, Arga tidak pernah menyentuh wanita itu ia lebih memilih tidur di sofa. Dan merelakan tubuhnya sakit saat bangun dari pada harus menyentuh Lisa. Entahlah Arga terlanjur jijik kepadanya.


Sementara itu hubungan Lisa dan Steve pun masih berlanjut, keduanya masih sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama di hotel untuk bersenang-senang.


Apalagi di saat weekend seperti saat ini. Steve akan berbohong kepada istrinya jika dia memiliki pekerjaan hanya untuk bertemu dengan Lisa.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Lisa, setelah hampir setengah jam menunggu kedatangan pria itu.


"Maaf sayang! Tadi anak aku sedikit rewel jadi harus di bujuk dulu." Jawab Steve sembari mencium pipi kanan dan kiri Lisa.


"Oh,kiraan kamu nggak jadi datang." Sahut Lisa.


"Jadi dong, kan kita udah tiga hari nggak ketemu, lagian kamu kan tahu sendiri, aku udah kangen benget sama kamu! Emangnya kamu nggak kangen sama aku?" Tanya Steve.


"Aku juga kangen, tapi gimana kamu masih punya mereka yang kamu prioritas." Sahut Lisa sedikit menyindir. Karena jujur saja makin kesini, Lisa seakan ingin menguasai pria itu untuk dirinya sendiri.


"Bukankah kita sudah membahas soal ini? Kalau kamu keberatan sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini." Ucap Steve dengan tegas membuat Lisa terdiam dan hanya bisa mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Wanita itu tentu saja tidak ingin kehilangan sumber kepuasannya, entah itu uang, kepuasan di atas ranjang, ia mendapatkannya dari seorang Steve, sementara Arga hanya memberi uangnya saja.


"Maaf, aku tidak akan membahasnya lagi." Ucap Lisa.


Namun hal itu tidak cukup untuk mengembalikan mood Steve." Sudahlah, aku ingin pulang." Ucapnya seraya beranjak untuk meninggalkan Lisa.


"Kok pulang sih, kamu aja baru datang! Aku juga kangen. Gimana kalau kita langsung ke hotel saja." Seakan tahu apa yang dapat mengembalikan mood pria itu, Lisa pun langsung menawarkannya karena tidak ingin di tinggal oleh Steve." Ayo sayang, jangan marah lagi." Ucap Lisa lagi saat pria itu tidak kunjung menjawabnya, karena Lisa tahu diamnya Steve adalah iya.


Wanita itu mengambil tasnya, kemudian menarik tangan Steve untuk keluar dari restoran itu, mereka akan menuju hotel seperti biasanya.


\=\=\=\=\=\=\=


Ketika sedang mencari memilih-milih susu hamil mana yang akan dia ambil, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.


Buk.


Kotak susu yang di pegang Arga langsung terjatuh, ketika melihat wajah orang yang menepuk pundaknya.


"Hei kak, Aku ini adikmu! Kenapa kamu seperti melihat setan." Ucap orang yang baru saja menepuk pundak Arga. Sebab pria itu tidak bisa menutupi keterkejutan dari orang yang memanggilnya kakak itu.


"Hai Ren, ngapain kamu disini?" Tanya Arga pria itu mencoba untuk bersikap biasa saja.

__ADS_1


"Menurut kakak, aku kesini ngapain? Lagian yang harus tanya seperti itu aku, ngapain kakak disini." Sahut pria itu, sembari balik bertanya.


"Aku belanja." Jawab Arga sembari menunjuk keranjang belanjanya.


"Jauh banget belanjaannya, kakak tinggal di rumah mama belanjaannya sampai kesini, yang benar saja." Sahutnya tidak percaya, hal itu membuat Arga memutar bola matanya malas, entah mengapa adiknya itu terlihat semakin menyebalkan dan kepoan begini.


"Terlalu sering di perbudak Hani, lama-lama kaya emak-emak kamu Ren." Ucap Arga, membuat pria itu tertawa. Siapa lagi suami Hani kalau bukan Narendra.


" Kakak beli susu hamil buat Lisa? Hebat juga kakak, pantas aja ngebet nikah." Narendra tidak mempedulikan kekesalan Arga pria itu justru kembali berbicara membuat Arga ingin menyumpal mulut adiknya itu dengan keranjang belanja di tangannya.


"Berisik banget." Ucap Arga, mengambil kotak susu yang sempat terjatuh kemudian berjalan meninggalkan Narendra tak ingin meladeni adiknya itu lebih lama lagi.


" Kak, tunggu aku belum_"


"Nggak usah ikuti aku, kamu cari saja apa yang mau kamu beli untuk Hani." Potong Arga, membuat Narendra teringat jika ia juga ingin membeli susu buat Hani. Pria itupun kembali dan kesempatan itu di gunakan Arga untuk ke kasir membayar semua belanjaannya dan pergi dari sana sebelum Narendra kembali mengikutinya.


"Dimana dia? Kenapa cepat sekali?" Tanya Narendra pada dirinya sendiri begitu tidak menemukan keberadaan Arga dimana pun.


Sementara itu, ditempat lain Arga langsung kembali ke apartemennya dengan Lita, pria itu membawa belanjaan yang sepenuhnya belum selesai sesuai list yang di berikan Lita, karena bertemu dengan Narendra yang terus bertanya.


Arga melangkah dengan cepat masuk kedalam lift yang akan mengantarnya, sesekali pria itu akan melihat kebelakang takut Narendra akan menyusulnya.

__ADS_1


__ADS_2