Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Tidak pernah menikah.


__ADS_3

Sehari setelah kepergian mommy, seorang pria paruh bayah datang ke rumah Lita, pria itu meminta izin untuk bertemu dengan Lita dan mengaku sebagai kerabatnya.


Security yang sedang berjaga pun mempersilahkan pria paruh baya itu masuk.


Dia di persilahkan duduk, sementara pelayan memanggil Lita di kamarnya." Mbak Lita, dibawah ada tamu, ingin bertemu mbak." Ucap pelayan yang memanggil Lita ke kamarnya.


"Siapa Bi?" Tanya Lita.


"Nggak tahu mbak dia nggak bilang namanya siapa! Bapak itu cuma bilang kalau dia kerabat mbak Thalita." Jawab Sang bibi pelayan.


" Baiklah, akan saya temui! Bibi tolong siapkan minum ya." Pelayan itu mengangguk lalu meninggalkan Lita.


Begitu bibi pergi pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Arga yang baru Selesai mandi, di rumah bukan cuma Lita dan Arga saja, masih ada Anton, Ela, Hani juga narendra. Mereka sepakat berada di sana selama sampai tujuh hari mommy-nya selesai.


"Siap sayang tanya Arga." Tanya Arga sembari mengusap kepalanya mengunakan handuk.


"Bibi, katanya ada tamu." Arga mengerti karena sejak kemarin rumah mereka kedatangan tamu yang turut berbelasungkawa atas kepergian mommy Mayang. " Aku mau temui orang itu dulu." Pamit Lita, namun tangannya langsung dicekal oleh Arga lalu menariknya dengan lembut membuat Lita berbalik dan menubruk dada bidangnya.


"Gimana perasaan kamu, sayang! Aku tahu kamu sangat merasa sedih kehilangan mommy, aku juga merasakan yang sama. Tapi jangan lama-lama kamu Larut dalam kesedihan kamu, karena aku yakin mommy di sana juga tidak akan suka kalau melihat putri kesayangannya ini larut dalam kesedihan." Ujarnya sembari menghapus air mata di kedua sudut mata Lita lalu memeluknya dengan sayang." Kamu harus tahu, Mommy udah bahagia di sana, udah nggak sakit lagi dan dia akan semakin bahagia jika putrinya bisa menjalani hari-harinya lagi." Arga mencium puncak kepala Lita, mengusap punggungnya yang bergetar.


"Kapan kamu pulang?" Tanya Lita.


Arga menangkup wajah Lita," kamu nggak suka aku disini?" Bukannya menjawab Arga malah balik bertanya.

__ADS_1


"Bukan nggak suka tapi kemarin mama kamu tanya ke Hani kan, kenapa kamu ada disini dan mengabaikan istri kamu yang lebih membutuhkan kamu dari pada aku yang nggak punya hubungan apa-apa sama aku. Aku juga dengar pas Narendra di tegur karena terlalu ikut kamu." Arga menarika nafasnya panjang.


Memang kemarin begitu pemakaman Selesai Dina mengajaknya pulang tapi dia menolak dengan alasan ingin menemani Narendra dan Dina justru mempertanyakan hal itu kepada Hani dan Narendra.


Sebagai adik juga sahabat mereka tidak ingin membuat masalah baru untuk Lita, jika pernikahan mereka harus di ketahui mereka dengan senang hati untuk memberitahu semua orang tapi tidak untuk hari ini.


"Kita sudah sepekat tujuh hari sayang." Jawab Arga.


" Tapi_"


"Jangan pikirkan apapun dan jangan mendorong aku untuk menjauh dari kamu atau aku akan memberitahu pernikahan kita kepada semua keluarga ku."


"Kamu mengancam aku?"


Walaupun sedih, Lita tetap menjalankan perannya sebagai istri dengan baik.


\=\=\=\=\=\=


"Ngapain om disini?" Lita begitu terkejut saat dia turun kebawah dan menemui tamu yang di maksud bibi pelayan, dia justru mendapati orang yang tidak ingin dia temui.


"Nak, dengarkan_"


"Kamu bukan orang tua saya, jangan panggil saya seperti itu." Teriak Lita Tidak suka di panggil seperti itu.

__ADS_1


Membuat Anton yang sedang menuruni tangga mendengar teriakkan Lita, ia langsung menghampiri sang adik." Tha apa, kenapa teriak_ om." Ucap Anton terhenti saat melihat pria paruh bayah dihadapannya ini.


Dia tahu pria itu siapa, karena saat mommy-nya dirawat di Singapura dia selalu mengunjungi mommy Mayang tanpa sepengetahuan Lita.


"Kakak kenal sama dia?" Tanya Lita, sembari menatap tak percaya Anton.


Lita tidak salah bertanya seperti itu, karena seingatnya, saat mommy memutuskan untuk menikah dan ikut pria paruh baya dihadapannya mereka saat ini, Anton sedang berada di luar kota. Lalu bagaimana dia bisa tahu karena mereka sama-sama sibuk.


"Ya! Kami bertemu di rumah sakit, saat dia mengunjungi mommy." Jawab Anton.


"Kapan, kenapa aku nggak tahu?"


"Kamu hanya minta dilaporkan perkembangan kesehatan mommy tidak dengan siapa yang mengunjungi mommy." Sahut Anton."Om datang pasti ingin menjelaskan semuanya-kan?" Tanya Anton dan pria paruh bayah itu mengangguk.


"Menjelaskan apa?" Tanya Lita.


"Sini duduk dulu."Anton lalu menarik tangan Lita untuk duduk berhadapan dengan pria paruh baya itu. " Ingat jangan potong ucapan orang tua." Ia mengingatkan Lita Lalu mempersilahkan pria dihadapannya untuk berbicara.


"Sebelumnya om ingin minta maaf sama kalian semua, terkhususnya untuk kamu Lita." Pria paruh bayah itu menatap wajah Lita dengan perasaan bersalah. " Om tahu yang om lakukan ini salah, tidak seharusnya om menuruti keinginan mommy kalian waktu itu." Ucapnya membuat Lita semakin bingung namun ia tetap diam menunggu pria itu menyelesaikan ucapannya.


"Om dan mommy kalian tidak pernah menikah dan surat yang ditujukan kepada kalian itu sengaja om palsukan atas permintaan mommy kalian, dia ingin kalian bertiga menjalani hari-harinya seperti biasa dan tidak lagi memikirkan dirinya. Sesungguhnya Om juga sudah menawarkan pernikahan kepada mommy kalian tapi mommy kalian menolak, Setelah keluar dari club, om tidak tahu mommy kalian tinggal dimana, tapi setiap kalian ingin bertemu dia akan datang lebih awal dan menyambut kalian. Sebenarnya om tidak masalah jika kalian berkunjung ke rumah om, tapi rasa penasaran om lebih tinggi, untuk itu tanpa sepengetahuan mommy kalian, om mengikuti mommy kalian dan dari situlah Om tahu mommy kamu dirawat, bahkan lebih membuat merasa bersalah terakhir saat kalian mendapati kita didalam kamar itu mommy kalian sudah dinyatakan sakit tapi dia tetap menutupinya dan saat kamu datang untuk mengunjungi mommy terakhir kali, om yang meminta security itu untuk mengatakan kebenaran mommy kamu dan memberikan alamat rumah sakit itu, om ingin kalian mengetahuinya sekalipun terlambat dan mommy kamu semakin marah dan tidak ingin bertemu dengan om lagi." Jelas pria paruh baya itu panjang kali lebar, membuat Lita terdiam, ia mencoba menghubungkan kepingan-kepingan ingatannya dengan cerita pria itu.


Sayangnya semua yang pria itu katakan memang benar. " Mommy melakukan itu semua karena tidak ingin pria kamu sedih." Ucap Anton sembari mengusap kepala Lita. "Mommy sangat mencintai kamu Tha, mommy Ingin kamu bahagia." Lanjutnya, membuat Lita semakin sedih.

__ADS_1


__ADS_2