
"Jika kamu tidak melakukan hal menjijikkan itu, lalu apa ini. Haaah." Teriak Arga sembari menarik bathrobe yang di gunakan oleh Lisa, membuat jejak yang di tinggal sang pelayan itu terpampang jelas di depan matanya.
Bahkan membuat tubuh Lisa membeku seketika, sayangnya itu hanya sesaat karena wanita itu langsung menemukan alasan untuk membela dirinya. " Ini karena aku salah makan, kalau kamu tidak percaya kamu bisa bertanya sama mama aku." Jawabnya mengunakan Ria sebagai alasan untuk terlepas dari tuduhan itu.
" Kamu tidak percaya, tunggu disini, aku akan memanggil mama untuk menjelaskan semuanya kepadamu." Lisa hendak melangkah keluar untuk memanggil mamanya, saat melihat keraguan diwajah Arga.
Namun pria itu langsung mencegahnya. Dengan menarik tangan Lita sebelum wanita itu keluar.
"Maaf." Ucap Arga untuk kedua kalinya, membuat kedua sudut bibir Lisa tertarik keatas, membentuk sebuah senyuman, senyum kemenangan karena dia berhasil menipu suaminya itu.
"Bodoh kamu Arga! Kamu pikir aku peduli sama kamu, kalau bukan karena uang dan nama keluarga Sanjaya, aku juga tidak mau dengan kamu. Karena kamu tidak lebih hebat dari Narendra." Ucap Lisa sembari mengusap kedua pipinya kasar begitu Arga melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya.
...\=\=\=\=\=...
__ADS_1
Selesai mandi dan berganti pakaian, Arga memilih pergi ke kamar Kevin untuk beristirahat di sana! Karena sahabatnya itu tidak satu kamar dengan Nahla, mereka hanya terlihat berdua namun Kevin selalu menjaga batasnya dengan Nahla.
"Muka kamu kenapa di tekuk gitu? Nggak di kasih jatah sama istri-istri kamu." Goda Kevin, sembari menatap Arga yang kini berbaring terlentang di sampingnya dengan kedua tangan yang ia letakkan dibelakang kepala sebagai alas.
Arga terdiam pria itu tidak menyambut candaan Kevin, Arga masih fokus menatap langit-langit kamar itu, dengan pikiran yang saat ini tengah berkelana entah dimana.
" Ga! Argani." Teriak Kevin sembari mengoyang lengan pria itu hingga tersadar dari lamunannya. " Kenapa?" Tanya Kevin meminta jawaban.
Ia juga tidak ingin bercerita kepada siapapun saat ini, kecuali wanita itu! tapi apa dia mau mendengarkan ceritanya tentang Lisa. Entahlah mungkin suatu saat dia akan melakukan hal itu karena dia betul-betul sangat membutuhkan teman cerita guna membagi beban yang sudah lama menumpuk di pundaknya.
Terlalu Lelah berpikir, hingga akhirnya Arga pun tertidur, Kevin yang melihat hal itu hanya membiarkan saja, ia justru mengambil laptopnya untuk mengerjakan pekerjaan yang baru saja dikirim oleh mantan bosnya itu, siapa lagi kalau bukan Narendra.
...\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
Matahari kini telah tenggelam berganti bulan, Arga yang masih berada di kamar Kevin kini memilih kembali ke kamarnya bersama Lisa.
saat masuk kedalam kamar, ia melihat Lisa sedang duduk sembari memainkan ponselnya. wanita itu hanya melirik kepada Arga sekilas habis itu ia kembali fokus dengan ponsel di tangannya, mencoba mengabaikan Arga, dia masih marah karena pria itu menunduhnya sekalipun tuduhan itu benar.
Sementara Arga, pria itu memilih masuk kedalam kamar mandi. membersihkan diri, begitu selesai ia segera berganti pakaian, lalu meletakkan satu kartu debit diatas meja tepat di hadapan Lisa. " Pakai itu jika kamu membutuhkan sesuatu. malam ini aku akan tidur di luar. Besok Kevin akan menjemput kamu dan kita bertemu di bandara." tanpa menunggu sahut dari Lisa Arga langsung meninggalkan wanita itu.
Malam ini dia sudah berencana untuk menghabiskan malamnya bersama Lita lagi, walaupun ia akan menerima protes dari Lita karena dirinya tidak mendengarkan ucapannya siang tadi.
Melihat Arga pergi, Lisa tidak mencegahnya, wanita itu justru mengambil kartu debit yang diletakkan Arga didepannya.
"Kamu tidak lebih penting dari ini." ucap Lisa mencium kartu debit itu dan ia selalu percaya Arga akan tetap kembali kepadanya.
Seperti tadi saat mereka bertengkar, Arga-lah yang lebih dulu minta maaf seperti biasanya dan itu bukan hanya sekali.
__ADS_1