Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Kamu Nanya?


__ADS_3

Dua hari dirawat akhir Lita diizinkan untuk pulang, walaupun kondisi wanita itu masih sangat lemas.


Sebab ia masih sering mual dan muntah saat Arga keluar dari ruangan itu untuk membeli makanannya di kantin.


Entahlah setiap dia mencium aroma tubuh suaminya, rasa mual-nya langsung hilang, seakan pria itu adalah penawaran dari rasa mual-nya, namun Lita tidak mengatakan hal itu kepada Arga.


Wanita itu cukup sadar diri akan posisinya. Dia hanya istri keduanya dan dia tahu Arga juga memiliki wanita lain yang harus dia pedulikan. Lita tidak ingin egois akan hal itu.


Setelah keluar dari rumah sakit, Lita dan Arga kembali ke hotel Hani, mereka masih harus menginap di sana, sebab Arga ingin mengsahkan pernikahan mereka secara hukum terlebih dulu sebelum mereka kembali, bahkan pria itu telah mendapatkan berkas-berkas sebagai syarat untuk menikah di sana dan tentu saja dia dibantu oleh Kevin dan Kairan, karena hanya mereka yang tahu pernikahan Lita dan Arga.


Setelah semuanya Siap Arga langsung membawa Lita ke KUA, wanita itu awalnya ingin menolak tapi mengingat cerita Arga tentang nasibnya dan dia tidak ingin anak mereka mengalami hal yang sama, Lita pun tidak tega untuk menolak keinginan.


Dan dalam satu hari, selembar kertas yang menjadi bukti mereka telah menikah siri, berubah menjadi buku nikah, yang berarti posisi Lita setara dengan Lisa, keduanya sama-sama istri Arga.


"Kenapa baju-baju aku di packing Ga." Tanya Lita, saat melihat suaminya mengemas baju-baju mereka kedalam koper, Usai mereka kembali dari kantor urusan agama itu.


"Kita akan kembali ke Jakarta, malam ini dan untuk sementara kamu istirahat dulu, kalau keadaan kamu sudah membaik, kamu boleh kembali bekerja lagi."Sahut Arga, pria itu menghampiri Lita lalu berlutut dengan satu kakinya di hadapan wanita itu. " Aku melakukan ini semua bukan untuk mengekang atau membatasi kamu, tidak sayang! Aku melakukannya hanya untuk memastikan kamu dan dia baik-baik saja." Ucap Arga mencium perut Lita sembari mendongak kepalanya untuk membalas tatapan wanita itu.


Lita tersenyum sembari mengelus rambut suaminya. " Terima kasih." Ucap Lita.

__ADS_1


"Terima kasih untuk apa?" Tanya Arga.


"Perhatikan dan telah meluangkan waktu untuk datang ke sini." Sahut Lita.


Arga kembali mencium perut Lita setelah itu ia beranjak berdiri." Jangan berterima kasih, akulah yang harus melakukan itu sekaligus meminta maaf karena terlambat datang, andai kak Dino tidak menemukan kamu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepadamu." Ucap Arga penuh penyesalan sembari memeluk erat tubuh wanita itu dan mengecup puncak kepalanya.


Memikirkan sesuatu yang buruk akan terjadi kepada Lita, membuat Arga tanpa sadar meneteskan air matanya dan mengeratkan pelukannya pada sang istri.


" Iya Ga, tapi lepas dulu! Sesak akunya." Ucapnya sembari menepuk punggung pria itu.


" Maaf." Andai Lita tidak mengeluh, Arga tidak akan melepaskan pelukan mereka. "Aku mau lanjut packing dulu." Sambungnya, sembari menangkup wajah Lita lalu, mengecup bibirnya.


"Aku bantu." Tawar Lita.


Membuat Lita mau tidak mau hanya bisa menuruti apa yang di katakan oleh suaminya.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Disaat Lita dan Arga sedang bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta, Lisa justru baru saja tiba di Bali.

__ADS_1


Setelah ia mengetahui keberadaan suaminya itu dari Kevin setelah terus-menerus menganggu pekerjaannya.


Kevin yang bosan diganggu oleh Lisa pun terpaksa memberitahu keberadaan Arga. Namun pria itu tidak ingin membuat sahabatnya kesulitan, untuk itu dia memberitahu jika Arga masih akan menginap selama tiga hari lagi di sana.


Dia juga mengatakan jika Arga juga menginap di hotel yang sama, dimana mereka mengelar pernikahan mereka di sana.


Tentu saja sore harinya Lisa langsung datang ke Bali. Sekaligus ingin tahu urusan suaminya itu hingga Beta berlama-lama di Bali, janjinya cuma dua hari tapi kini sudah tiga namun pria itu belum juga kembali.


Mau tak mau dia harus menyusul, tidak peduli uang yang di berikan suaminya itu habis, toh dia bisa minta lagi, salahkan saja Arga sendiri, kenapa memberinya kartu dengan batas.


Andai dia diberi kartu tanpa batas, Lisa pasti tidak akan menghabiskannya. " Angkat si-alan." Ucap Lisa, sembari duduk di tepi ranjang. Usai cek in dan masuk kedalam kamarnya Lisa langsung menghubungi suaminya itu.


Bersyukurnya kali ini bukan wanita cantik yang menjawab sehingga Lisa sedikit bernafas lega.


"Dimana kamu? Aku sedang berada di Bali." Ucap Lisa begitu Arga menjawab sambung telponnya.


" Ngapain kamu di Bali?" Tanya Arga dari seberang sana, tersirat nada tidak suka dari ucapan pria itu.


" Kamu tanya, kenapa aku disini haah? Aku tuh nyusul kamu. Temui aku di hotel tempat kita menikah, sekarang." Titah Lisa tak ingin di bantah.

__ADS_1


Wanita anita itu tidak tahu saja, jika Arga yang sekarang tinggal akan menuruti ucapannya seperti dulu. " Nggak bisa, sebaiknya kamu pulang, karena aku sudah di bandara menunggu jadwal keberangkatan aku untuk kembali ke Jakarta." Sahut Arga.


" Apa_ Arga, Argghhh si-alan kamu." Teriaknya saat Arga menutup panggil telepon itu secara sepihak.


__ADS_2