Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Ingat alasan menikah!


__ADS_3

Setibanya di apartemen, Lita langsung menghubungi Arga. Ia menunggu beberapa saat namun Arga tidak kunjung menjawab panggilannya.


"Mungkin dia sibuk." Ucapnya pada diri sendiri, kemudian meletakkan ponselnya kembali ke tempat semula.


Lita berpikir untuk menghubungi pria itu lagi nanti. Akan tetapi baru saja ia berbalik ponsel tiba-tiba berdering.


Lita meraih ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi." Ga_"


"Sayang aku baru selesai pertemuan dengan klien dan tidak mendengar panggilan dari kamu karena ponselnya aku silent." Ucap Arga dari seberang sana." Sayang kamu baik-baik saja kan? Atau kamu butuh sesuatu." Lanjutnya.


"Aku baik-baik saja dan aku tidak membutuhkan apapun untuk saat ini." Sahut Lita, membuat Arga bernafas lega.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja! Tapi apa kamu yakin tidak membutuhkan apa-apa?"Tanya Arga lagi.


" Aku yakin Arga Aku nggak butuh apa-apa." Ujar Lita.


"Terus kenapa telepon nggak biasanya kamu telepon aku duluan atau kamu kangen ya sama aku."Ucap Arga dengan penuh percaya dirinya.


Bukan tanpa sebab Arga berpikir seperti itu. Lita istrinya ini agak sedikit berbeda dengan wanita lain, selama menikah dia belum pernah menelpon Arga lebih dulu, selalu Arga yang akan menghubungi.


Bahkan saat harga mengutarakan perasaannya Lita tidak pernah menjawab itu untaian kata sayang, Aku sayang kamu, aku cinta kamu hanya di dengar wanita itu tanpa menunjukkan ekspresi apapun. Tatapannya datar setiap kali Arga mengucapkan kata-kata itu.

__ADS_1


" Arga jangan mulai aku telepon kamu bukan karena kangen bukan karena butuh sesuatu. Aku telepon karena ingin mengajak kamu ke Singapura ketemu Mommy aku." Lita sengaja menjelaskan agar pria itu berhenti menebak-nebak alasan dia meneleponnya.


" Hah Mommy! Mommy kandung kamu yank?" Tanya Arga pria itu berpura-pura terkejut dan tidak tahu siapa mommy Mayang.


" Iya, mommy aku wanita yang melahirkan aku ke dunia ini." Ujar Lita, sedikit kesal dengan suaminya itu. Memangnya dia punya berapa ibu sampai Arga bertanya seperti itu.


"Mommy kamu tinggal di sana sayang yank?" Tanya Arga lagi.


" Nggak! Mommy aku disana untuk berobat, mommy sakit." Nada suara Lita mulai bergetar.


Arga tahu jika Istri-nya saat ini tengah berusaha menahan tangisannya," mommy kamu sakiti?" Lita mengangguk kepalanya walaupun Arga tidak dapat melihatnya.


Walaupun baru dua bulan mengenal Mommy Mayang, Arga tahu mertuanya itu sangat baik dan tulus mencintai mereka. Saat dia berada di sana mommy Mayang akan memperlakukannya sama seperti beliau memperlakukan Anton.


Hal sekecil ini, tapi mampu mengobati rasa rindu Arga untuk Anita. "Kenapa baru bilang sekarang, sayang! Terus keadaan mommy gimana disana?"


Pria itu sangat pandai berakting, sehingga Lita pun percaya jika Arga tidak tahu dengan mommy-nya.


"Dibilang baik nggak juga, dibilang buruk juga nggak." Sahut Lita.


"Terus siapa yang jagain mommy disana?" Tanya Arga, walaupun dia sudah tahu jawabannya namun dia harus tetap melakukan hal itu agar istrinya tidak curiga.

__ADS_1


"Ada, kakak aku yang jaga?"


"Sayang Kenapa banyak sekali yang aku tidak tahu dari kamu baru saja kamu beritahu aku tentang mommy dan sekarang kakak kamu! Selain itu ada lagi yang kamu tutupi dari aku?" Tanya Arga.


"Ga, kamu tahu kan alasan kita menikah apa, aku harap kamu ingat akan hal itu dan tidak menuntut lebih dari aku, aku hanya kedua disini." Ucap Lita membuat Arga terdiam sembari mengepalkan tangannya di sana. " Besok aku akan berangkat jam delapan pagi aku akan berangkat datanglah jika kamu ingin ikut." Sambung seraya mengakhiri panggilan itu secara sepihak.


Sesungguhnya ia tidak bermaksud untuk bersikap kejam kepada Arga, hanya saja perasaan bersalah mulai menghantui dia akhir-akhir ini, membuatnya selalu teringat akan kejadian malam itu dimana dirinyalah yang memberikan tubuhnya kepada Arga.


" Argghhh, Kenapa hidup jadi serumit itu." Lita menjerit frustasi memikirkan kehidupannya yang sekarang dan mungkin juga apa yang dikatakan Hani itu benar jika dia terlalu overthinking.


\=\=\=\=\=\=


Di saat Lita sedang kalut dengan pikirannya saat ini, di tempat lain Arga justru tengah membereskan pekerjaannya dan melimpahkan semua tanggung jawab itu kepada Kevin.


"Ga, pekerjaan aku juga banyak, kamu lihat nih." Tutur Kevin sembari menunjuk berkas serta dokumen di hadapannya, berharap dengan begitu Arga akan mengasihani dirinya.


"Aku mohon Vin, aku harus segera ke tempat Lita." Arga sengaja memohon kepada Kevin agar pria itu mau membantunya.


Kevin mendengus tak suka apalagi saat melihat wajah Memohon Arga. "Baiklah aku akan melakukannya dan sebagainya kamu segera pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran.


"Terima kasih Vin," Ucapnya tanpa banyak basa-basi Arga langsung meninggalkan ruangan kerja Kevin. Pria itu melangkah keluar menuju lift.

__ADS_1


__ADS_2