Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Menantu mommy


__ADS_3

"Tha kita balik sekarang yuk! Udah sore nih." Ucap Hani sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Nanti besok kita kesini lagi." Lanjutnya.


"Iya sayang, sebaiknya kalian pulang sekarang." Ujar mommy. Lita mengangguk seraya beranjak dari tempat duduknya.


Wanita itu menghampiri mommy Mayang meraih punggung tangannya untuk ia cium." Lita pulang dulu ya mom, nanti besok Lita kesini lagi."Ucapnya sembari mencium kedua pipi dan kening mommy Mayang.


Wanita paruh bayah itu tersenyum sembari mengangguk kepalanya. Dalam hatinya ia begitu bersyukur karena Tuhan memberikan anak-anak yang baik dan begitu mencintainya.


"Hani juga balik dulu ya mom, nanti Hani kesini lagi." Pamit Hani, dia juga mencium punggung tangan, Pipi dan dahi mommy Mayang seperti yang dilakukan Lita.


"Iya, kalian hati-hati ya! Ingat langsung pulang, jangan kelayapan kalian bukan gadis lagi." Pesan sang mommy.


Keduanya hanya menanggapinya dengan tawa, setelah itu Lita dan Hani meninggalkan ruangan rawat mommy Mayang.


"Han kita mampir dulu ya di cafe seberang jalan itu! Aku pengen makan stik ayam! Kemarin aku sama mommy makan disitu enak loh! Dari kemarin aku pengen makan itu." Ucap Lita dengan sedikit merengek membuat Hani mengeleng kepalanya.


Sahabatnya itu sudah seperti anak kecil," Kalau kepengen sesuatu itu jangan di tahan." Ucap Hani.


"Habis gimana, pengen keluar Arganya ada di apartemen." Sahut Lita sembari membuka pintu mobil Hani. Keduanya saat ini sudah berada di parkiran.


" Tinggal ngomong sama kak Arga, apa susahnya sih."Ujar Hani tak habis pikir dengan sahabatnya itu, saking tertutup dia, keinginan dia dan anaknya pun di pendam sendiri.


Lita mende-sah." Nggak enaklah! Lagian aku nggak mau terus bergantung sama dia." Hani menatap tak percaya sahabatnya. Sementara Lita sendiri hanya cuek sembari memasang sabuk pengaman begitu ia masuk kedalam mobil di susul Hani.


"Kata-kata kamu itu, membuat aku berpikir, kamu sedang menyusun rencana untuk pergi dari Kak Arga." Balas Hani, Namun Lita tidak menanggapi ucapannya.


Wanita itu fokus kedepan, seraya menginjak gas dengan kecepatan pelan dan mobil pun keluar dengan perlahan dari parkiran rumah sakit.


"Kita jadi ke cafe kan?" tanya Lita. Sengaja mengalihkan pembicaraan mereka.


"Hmm." Hani hanya bergumam saja, wanita itu masih sedikit kesal, karena Lita tetap membentengi hatinya.


"Kamu marah?" Tanya Lita, sembari tetap fokus menyetir.


"Buat apa? Masalah kamu dan kak Arga urusan kalian berdua. Kamu ingin meninggalkannya itu hak kamu, kamu yang menjalaninya, sebagai sahabat aku akan selalu mendukung dan menasehati kamu." Jawab Hani dan Lita hanya menangapinya dengan anggukan.

__ADS_1


Wanita itu memarkirkan mobilnya di parkiran cafe begitu mereka sampai, setelahnya ia dan Hani turun dari mobil lalu masuk kedalam cafe itu.


Suasana cafe sore itu nampak begitu ramai. "Tha itu meja kosong." Tunjuk Hani, pada salah satu meja kosong yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Keduanya pun menuju meja yang ditunjuk Hani. " Mbak sini." Panggil Lita kepada pelayan yang baru saja mengantar pesanan kepada pelanggan lain.


"Han mau pesan apa?" Tanya Lita begitu pelayan itu berdiri di samping meja mereka.


"Aku samain aja." Jawab Hani.


"Mbak, pesan stik ayamnya dua, Jus jeruk dua, air mineralnya dua." Ucap Lita kepada pelayan itu.


" Itu saja? Ada lagi?" Tanya sang pelayan.


" Nggak itu aja."


"Oke saya ulangi ya. Stik ayam 2, Jus jeruk 2 dan air mineralnya 2." Pelayan membaca ulang menu yang di pesan Lita dan Hani." Mohon ditunggu sebentar ya." Lanjutnya begitu mendapat anggukan dari Hani dan Lita.


Disaat mereka tengah menunggu pesanan mereka, Hani yang sedang melihat interior cafe, tatapannya langsung terkunci pada salah satu pengunjung Cafe.


"Ya!" Lita menatap serius wajah sahabatnya.


"Lihat meja setelah pintu masuk, sebelah kiri." Ucap Hani.


Lita mengikuti apa yang dikatakan Hani, ia melihat kearah yang dikatakan sahabatnya itu.


"Gimana menurut kamu?" Tanya Hani, begitu pasangan Lita kembali ke padanya.


Lita menaikkan kedua bahunya, tidak peduli. Membuat Hani mende-sah." Harusnya kamu manfaatkan kesempatan ini."


"Untuk apa! Lagian aku juga tidak berniat untuk tinggal dan urusan mereka cukup mereka yang tahu, aku tidak akan melewati batasan ku, Sekalipun aku sangat dendam kepadanya." Ucap Lita.


Jika Lita sudah berkata seperti itu, mau dihasut kaya bagaimana pun wanita itu tetap pada pendiriannya.


Hani pun tak lagi banyak bicara lagi, wanita itu diam sembari menatap objek yang dia dan Lita bicarakan tadi. Hingga seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka, barulah ia mengalihkan pandangannya dari objek yang dia lihat.

__ADS_1


...\=\=\=\=\=\=\=...


Narendra dan Arga melangkah masuk kedalam rumah rawat mommy Mayang, membuat wanita paruh bayah yang sedang duduk melamun itu tersadar seketika lalu menatap kepada mereka.


"Kalian siapa?" Tanya mommy Mayang. Mommy Mayang tidak begitu mengenali Narendra, karena mereka hanya bertemu sekali di pernikahan Narendra dan Hani.


"Mom, kenalin aku Narendra! Mommy masih ingatkan? Suaminya Haaniya." Ujarnya sembari mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan mommy Mayang.


"Oh Narendra, maaf mommy tidak mengenali kamu nak." Ucap mommy Mayang, merasa tak enak hati dengan Narendra.


"Nggak papa kok! Kan mommy sama aku ketemu juga baru sekali, wajarlah kalau mommy nggak kenal sama aku." Sahut Narendra.


"Kamu pasti mau menjemput Hani? Dia baru saja pulang bersama Lita." Ujar mommy Mayang.


"Nggak kok mom, kita kesini karena ingin ketemu sama mommy. Sengaja kita tunggu mereka pulang dulu." Narendra menjelaskan sembari tersenyum hangat kepada wanita paruh baya yang terlihat begitu lemah itu. Mungkin karena umur atau penyakit juga.


Namun satu yang Narendra baru ketahui, istrinya sangat menyayangi wanita itu, ia bahkan menangis semalam dalam pelukan Narendra setelah mengetahui wanita itu sakit.


"Loh kenapa?" Tanya mommy Mayang, wanita itu menatap bingung kedua pria dia hadapannya secara bergantian.


"Karena Lita belum ingin mengenalkan aku dengan mommy." Arga yang sejak tadi diam sembari melihat interaksi Narendra dan mommy Mayang akhirnya buka suara. "Mom, aku Arga! Suaminya anak mommy, Lita." Arga meraih punggung tangan wanita itu lalu menciumnya.


Sedangkan mommy Mayang hanya diam, antara terkejut dan bingung, tiba-tiba di kunjungi narendra Juga Arga. Dia minder sekaligus malu di hadapan mereka, mengingat masa lalunya, sungguh ia merasa tak pantas dia berdiri sejajar dengan mereka.


Arga duduk di tepi ranjang pria itu belum melepas genggaman tangan mommy Mayang. "Mommy sudah makan?" Tanya Agar sembari mengusap punggung tangan mommy Mayang.


Sementara Narendra duduk di sofa sembari memperhatikan interaksi anak dan menantu itu.


"Sudah Nak! Tadi sebelum Hani dan Lita pulang, mama sudah di suapi sama Lita." Arga mengangguk." Maaf ya nak! Lita sudah membawa kamu dalam situasi sulit ini." Ucap mommy Mayang lagi. Mengingat apa yang di ceritakan Lita waktu itu.


"Mommy kenapa minta maaf! Aku nggak merasa mommy punya salah sama aku." Tanya Arga, pria itu bingung karena mertuanya tiba-tiba minta maaf kepadanya.


"Lita sudah menceritakan semuanya sama mommy! Apa istri kamu tahu akan hal ini? Mommy harap dia bisa menerima seperti Lita."Kini Arga mengerti kenapa mertuanya itu minta maaf kepadanya.


"Kalau soal itu mommy nggak boleh minta maaf, semua itu sudah takdir dan kalau pun ada yang harus disalah, itu Arga bukan Lita mom."Ujarnya.

__ADS_1


Mommy Mayang pun tidak ingin menyanggah ucap Arga. " Sudah lupakan hal itu, mommy berdoa semoga kalian semua Selalu berbahagia." Narendra dan Arga spontan mengamini ucapan wanita paruh baya itu.


__ADS_2