Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Kesalahan terindah


__ADS_3

"Nanti pelayan akan datang dua hari sekali untuk bantu kamu, bersih-bersih apartemen ini dan pulang begitu pekerjaannya selesai." Ucap Arga, pria itu masih nyaman diposisikan. " Besok aku sudah harus kembali ke perusahaan, kamu nggak papakan sendirian?"Tanya Arga lagi, wanita itu memutar tubuhnya menghadap suaminya itu.


"Iya dan kalau bisa kita tetap pada keputusan awal." Jawab Lita, seraya menyarankan untuk mereka tetap pada kesepakatan pertama mereka.


"Maksudnya? " Tanya Arga yang bingung, keputusan awal yang mana? Terlalu banyak keputusan mereka dia awal hingga Arga sendiri lupa.


"Kamu hanya akan menemui aku di akhir pekan." Ucap Lita.


"Haah apa? Kamu itu istri aku dan aku lebih_"


"Stthhh." Giliran Lita yang meminta pria itu untuk diam. " Selama pernikahan kita belum diketahui keluarga kamu dan dia ada baiknya kita tetap seperti ini." Ucapnya Lita sembari melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Arga dan menyandarkan pipinya pada dada bidangnya pria itu, mendengar suara detak jantung mereka yang saling bersahutan.


"Tapi say_hmmff." Lita menaikkan kedua tangannya menutup mulut pria itu.

__ADS_1


"Kamu temui aku di akhir pekan, atau aku tinggal di apartemen Hani dan nggak mau ketemu kamu." Ancamnya walaupun dia sendiri tidak yakin dengan ucapannya barusan, mengingat cuma Arga obat penenangnya saat ini.


Tapi jika membiarkan pria itu terus datang setiap hari, sama saja dengan mempercepat waktu semua orang mengetahui pernikahan mereka. Bukan karena Lita tak mau pernikahannya di ketahui, dia juga ingin tapi belum siap untuk menjelaskan apapun.


Padahal Arga sudah meyakinkan dia bahwa semuanya akan baik-baik saja dan dia siap menanggung konsekuensi apapun tapi entah mengapa, Lita masih tetap dengan keraguannya.


Arga mengusap wajahnya kasar dia harus menemui wanita itu diwaktu weekend saja, rasanya dia tidak bisa, pikirannya tidak akan bisa tenang, jika berjauhan dengan dengan Lita. Wanita itu terlanjur membuatnya nyaman hanya untuk sekedar menjauh.


"Sayang, aku mohon jangan seperti ini, aku nggak bisa_"


"Ya kamu mungkin sebuah kesalahan, tapi tahukah kamu! Kamu adalah kesalahan terindah yang pernah aku temui. Andai tuhan memberikan aku kehidupan lagi setelah ini aku akan terus mengulangi kesalahan ini dan tak akan menyesal telah melakukannya." Sahut Arga sembari membalas tatapan wanita itu. " Tolong jangan minta aku untuk menemui kamu di weekend saja." Ucap Arga memohon. Namun Lita tetap pada pendiriannya.


"Nggak! Aku nggak mau, kita tetap seperti ini atau_"

__ADS_1


"Atau apa hmm? Kenapa kamu begitu takut pernikahan kita di ketahui." Tanya Arga, pria itu tidak suka Lita mengancamnya tapi dia tidak bisa marah juga kepada wanita itu. Dunianya seakan dibuat tunduk pada Lita dalam hitungan hari bulan. "Jangan mengancam untuk pergi dari ku." Ucapnya begitu lirih, ada ketakutan tersendiri dari nada bicaranya dan Lita menyadari hal itu.


"Maaf, aku tidak bermaksud mengancam kamu, aku hanya belum siap menjelaskan apapun." Ucap sembari memeluk erat prianya.


Ada perasaan bersalah begitu melihat tatapan sendu Arga dengan rahang yang mengeras, wanita itu sadar Arga sedang marah namun entah kenapa dia justru memberikan tatapan itu untuk Lita." Kamu bisa telpon aku selama di kantor. Toh selama lima hari kita nggak bertemu kamu sibuk berkerja, pergi pagi pulang malam dan aku rasa itu cukup adil, aku cuma punya 2 hari tapi full dari pagi sampai malam sampai pagi lagi kamu sama aku. Bukankah kamu juga harus adil dengan istrimu yang lain, aku nggak mau di bilang egois dan tidak tahu diri hanya karena menguasai suamiku sendiri dari istrinya yang lain." Lita beralasan panjang kali lebar, karena dia tidak tahu seperti apa hubungan Arga dan Lisa sebenarnya yang dia tahu Arga dan racunnya itu saling mencintai, jika tidak, mereka tidak akan menikah bukan.


"Baiklah hanya sampai Hani dan Narendra tahu, setelah itu aku bebas buat ketemu kamu." Tak ingin membuat suaminya kecewa Lita pun mengangguk kepalanya. " Tapi kapan kamu ingin kita menemui mereka." Tanya Arga lagi meminta kepastian.


"Entahlah tapi jangan sekarang, aku belum siap." Jawab Lita, pria itu hanya bisa berdoa semoga semua ini cepat berlalu dia juga ingin menunjukkan pada dunia jika dia memiliki wanita sebaik ini." Ya udah aku mau ke kamar istirahat." Lanjutnya namun Arga menahan wanita itu.


"Makan dulu, baru istirahat." Pinta Arga, pasalnya wanita itu belum makan malam, makan siang pun hanya beberapa sendok itupun harus Arga paksa.


"Tapi aku nggak lapar." Sahut Lita membuatnya mende-sah pendek.

__ADS_1


"Sedikit setelah itu kamu boleh istirahat."bujuknya pada dan Lita pu mengangguk." Tunggu disini aku akan membeli makan malam untuk kita." Lita kembali mengangguk lagi. Setelah itu Arga pun keluar untuk membeli makan malam untuk mereka berdua.


__ADS_2