
Lita kembali ke hotel dengan perasaan dongkol, jangan tanya seberapa kesal dia saat ini. Sebab wanita itu ingin sekali menghancurkan wajah seseorang dan orang itu tentunya Lisa.
Setibanya di hotel wanita itu berpesan kepada asistennya untuk tidak mengganggunya karena dia tidak ingin moodnya yang buruk merusak semua pekerjaan.
Lita masuk kedalam kamarnya, wanita itu memilih berendam untuk memikirkan bagaimana caranya dia membalas semua perbuatan Lisa kepadanya.
Setelah ia berendam moodnya kembali lebih baik. Untuk saat ini dia tidak akan mencari wanita itu tapi Lita tetap akan membalasnya. Itu pasti, tinggal menunggu waktu saja.
Triiitt..
Bunyi bel dari pintu kamarnya, membuat wanita itu segera beranjak dari dalam bathtub, mengeringkan tubuhnya dengan handuk, setelah itu dia mengunakan bathrobe. Lalu melangkah keluar bathroom.
Suara bel itu terus berbunyi tanpa jeda, membuat Lita mendengus sebal dengan orang yang melakukan hal itu.
"Apa kamu tid_ El?" Ucap Lita tertahan saat mendapati sahabatnya kini tengah berdiri di depan pintu kamarnya sembari menyengir tanpa dosa, setalah menganggu kesenangan wanita itu.
"Hai, apa kabar? Maaf apa kita menganggu?" Tanya seorang pria yang berdiri Tiga Senti di belakan wanita pengnggu itu.
"Ya kalian sangat-sangat menganggu." Jawab Lita dengan mode judesnya plus jujur.
" Aku tidak akan meminta maaf! Karena aku merasa tidak melakukan kesalahan apapun disini." Ucap Ela dengan angkuhnya, membuat Lita memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Ngapain ke sini?" Tanya Lita sembari melingkarkan kedua tangannya di dada.
"Mau ngajak kamu jalan-jalan, soalnya entar malam kita udah balik ke Jakarta, udah sana masuk siap-siap, aku dan bang Kai nungguin kamu, cepat." Jawabnya sembari mendorong tubuh Lita untuk masuk kedalam kamarnya dan bersiap-siap. " Lita tunggu_"Ela kembali menarik lengan sahabatnya itu, begitu melihat tanda aneh pada leher Lita.
"Apa?" Tanya Lita bingung dengan sikap sahabatnya itu.
Alih-alih menjawab pertanyaan Lita, Ela justru balik bertanya sembari menunjuk leher Lita. " Ta, ini tanda apa? Kamu nggak berbuat yang tidak-tidak kan?" Wanita itu menatap wajah Lita penuh arti.
" Nggaklah! Kamu pikir aku bisa kaya gitu, ini cuma di gigit serangga." Jawab Lita gelagapan sembari menyingkirkan tangan Ela dari lehernya. " Ya udah kalian tunggu sebentar, aku ganti baju dulu." Lanjutnya menutup pintu kamarnya, membuat Ela dan Kairan terperanjat.
Sementara Ela menatap suaminya meminta penjelasan, namun Kairan menaikkan kedua bahunya seolah tak tahu apapun.
"Sudahlah sayang jangan terlalu dipikirkan sebaiknya kita menunggu Lita di bawah saja." Khairan mengajak Ela untuk menunggu Lita di lobby.
Karena Lita belum siap jika harus menghadapi bermacam macam pertanyaan dari sahabatnya itu.
Lima belas menit berlalu akhirnya Lita kini sudah siap dengan pakaian kasualnya wanita itu, sempat melihat penampilannya beberapa kali di depan cermin untuk memastikan tidak ada yang kurang pada dirinya setelah itu ia pun melangkah keluar kamar menuju lobby di mana sahabatnya sedang menunggu bersama Kairan di sana.
" Sorry lama. "Ucap Lita begitu dia berada di hadapan Khairan dan Ela.
"Nggak papa, santai aja lagian salah kita juga kok! belum ngabarin udah langsung main jemput aja." Ucap Kairan mencoba untuk memaklumi Lita sekaligus mendekatkan diri dengan sahabat istrinya itu. Namun sepertinya Lita masih sama, tetap menutup diri dari mereka tersenyum tanpa menyahuti ucapan Kairan.
__ADS_1
" Ya udah yuk kita pergi sekarang! Kak Arga dan Kevin pasti sudah menunggu." Ucap Ela sambari menarik tangan Lita. Namun wanita itu justru menarik tangannya kembali.
"Kita mau ngapain?" Tanya Lita. Raut wajah wanita itu langsung berubah tidak suka.
"Kita liburan bersama, apalagi! Kebetulan kita ada disini." Jawab Ela.
"Tapi aku nggak bisa El, aku lagi banyak kerjaan." Ujar Lita penuh sesal.
Sebenarnya dia bisa saja ikut dengan mereka, tapi mendengar nama Arga membuat Lita malas untuk pergi.
Wanita itu masih marah kepada Arga atas kejadian pagi tadi. Dia marah karena Arga melarangnya untuk menemui menemui Lisa, wanita siluman kesayangan si Arga itu.
"Ta ayolah, hanya sehari ini aja! Nanti aku bicara sama bos kamu." Bujuk Ela, namun wanita itu tetap menolak dengan mengeleng kepalanya.
Bahkan Kairan pun ikut membujuk tapi Lita tetap pada keputusannya, tidak ingin ikut.
Dan Ela pun terpaksa mengiyakan keinginan Lita yang tidak ingin ikut dengan mereka karena dia tidak bisa terus memaksa Lita.
"Maaf ya Ta! Lain kali kalau ada Hani, aku pasti ikut." Ucap Lita,
" Terserah, aku marah sama kamu!" Ela langsung melepaskan tangan Lita lalu menarik tangan suaminya untuk pergi dari sana.
__ADS_1
Sementara Lita hanya tersenyum saja sembari mengeleng kepalanya, dia tahu Ela hanya kesal sesaat.
Lita pun beranjak dari sana ia kembali ke kamarnya untuk istirahat, karena tubuh dan pikirannya sedang benar-benar membutuhkan hal itu.