
Setelah kumpulan bersama di apartemen Hani, Lita dan Arga pun ikut pamit untuk pulang begitu Ela dan Kairan pamit untuk pulang, karena Lita sendiri sudah sangat mengantuk mengingat waktu kini waktu telah menunjukkan pukul dua belas malam.
Kairan dan Ela kembali ke mansion mereka sementara Arga dan Lita hanya perlu melangkah keluar dari apartemen Hani kemudian masuk kedalam apartemen mereka sendiri.
Setibanya di apartemen, Lita langsung menuju kamar mereka, wanita itu bersiap-siap untuk tidur sama halnya dengan Arga.
Namun begitu Lita membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuknya yang selama satu bulan terakhir ini memberikannya rasa nyaman dan istirahat yang cukup. Rasa ngantuk-nya langsung meluap begitu saja. Wanita itu sudah berulang kali mencari posisi yang nyaman, namun tidak kunjung membuat kedua mata wanita itu, terpejam.
Membuat Arga yang berbaring disampingnya sedikit terusik. Sebab Lita terus saja bergerak dalam pelukannya.
"Sayang kamu membutuhkan suatu." Tanya Arga, membuka kembali kedua matanya yang tadi sudah sempat ia tutup itu, lalu sedikit menunduk untuk melihat wajah istrinya, bersama dengan Lita yang juga mendongak kepalanya untuk melihat wajah Arga, membuat tatapan keduannya terkunci.
Aku sudah tidak ngantuk lagi." Ucap Lita. Tanpa memutuskan tatapan matanya dari Arga.
Cup.
Lelaki itu lebih menunduk lagi, Lalu mengecup bibir Lita sekilas tapi cukup untuk membuat rona merah di wajah Lita.
__ADS_1
" Terus mau-nya apa, sayang?" Tanya Arga, saat bersama Lita, pria itu seakan menjadi dirinya sendiri.
Lita mengeleng kepalanya, memutuskan tatapan mereka kemudian menenggelamkan wajahnya pada dada bidang pria itu.
"Karena kamu bolum ngantuk! Boleh tidak aku mengunjunginya malam ini?" Tanya Arga sembari melirik perut Lita.
Sudah genap dua bulan lebih ia tidak pernah merasakan indahnya surga dunia itu, baik dari Lisa maupun Lita dan malam ini Arga ingin merasakannya dari Lita, tapi sebelum itu dia harus mendapatkan persetujuan istrinya karena dia ingin mereka sama-sama nyaman dan saling menginginkan hal itu tanpa ada paksaan.
Walaupun dia sangat ingin tapi jika istrinya menolak, tentu saja Arga tidak akan memaksa Lita.
"Hmm, maaf jika aku kurang peka dengan kebutuhan kamu." Jawab Lita, mengangguk kepalanya sebagai jawaban sekaligus meminta maaf karena dia lupa akan tugasnya itu padahal Arga hanya datang di waktu weekend.
Malam itu ke-dua kembali mengulangi percintaan mereka untuk ketiga kalinya, menyalurkan setiap rasa yang mulai tumbuh melalui penyatuan dan sentuhan mereka, suara desa-han dan lengu-han terdengar saling bersahutan bagaikan alunan musik yang merdu.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan paginya, Arga mengajak Lita untuk melakukan check up ke dokter. Keduanya tidak perlu sembunyi-sembunyi, seperti sebelum-sebelumnya karena teman-teman mereka sudah mengetahui pernikahan ini jadi tidak ada yang perlu mereka takut saat ingin keluar apartemen seperti sekarang ini.
__ADS_1
Setibanya mereka disalah satu klinik, dimana Arga telah kembali membuat janji dengan dokter itu, Arga langsung mengkompirmasihkan kedatangan mereka pada asisten dokter itu, setelah itu keduannya harus menunggu beberapa saat karena dokter sedang memeriksa pasien lain.
"Ga." Panggil Lita.
"Iya sayang, ada apa?" Tanya Arga, pria itu mengalihkan pandangannya dari ponsel di tangannya lalu melihat wajah istrinya.
" Aku haus." Ucap Lita.
" Mau minum apa sayang?" Arga bertanya sembari merapikan anak rambut Lita yang sedikit berantakan itu. Siapapun yang melihatnya pasti akan irih dengan sikap Arga, belum lagi tatapan pria itu kepada Lita, terlihat sekali jika ia begitu mencintai wanita yang saat ini sedang mengandung anak-nya.
"Apa aja terserah, yang penting ada rasa buahnya." Jawab Lita.
"Baiklah, tunggu disini! Jangan masuk dulu sebelum aku datang, aku juga ingin melihat perkembangan anakku." Pesan Arga, lalu mengecup kening Lita sebelum meninggalkannya setelah mendapat anggukan kepala dari Lita.
"Kamu beruntung sekali." Ucap seorang wanita hamil yang sejak tadi melihat interaksi Arga dan Lita." Maaf, sayang tidak sengaja melihat sikap suami kamu tadi." Ucap wanita itu lagi sedikit tidak enakkan.
"Tak apa mbak, kami juga yang salah bermesraan di tempat umum seperti ini." Sahut Lita membuat wanita itu tertawa.
__ADS_1
Lita ingin kembali berbicara dengan wanita itu, namun namanya sudah di panggil bersamaan dengan datangnya Arga.