Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Aku talak kamu.


__ADS_3

"Lepaskan aku atau aku akan membenci kamu." Ancam Hani membuat nyali Narendra langsung menciut.


Pria itu mundur dan membiarkan istrinya melakukan apa yang ingin dia lakukan. Lebih baik begitu dari pada dia dibenci sama istrinya sendiri, katakan dia bodoh, bucin atau apapun itu dia tidak peduli yang terpenting dia tidak sampai dibenci oleh istri tercinta.


Begitu Narendra melepasnya, Hani kembali menghampiri Lisa dengan sedikit kesusahan dia membungkuk untuk menyentuh wajah wanita itu.


"Siapa yang kamu teriak pela-cur, Hmm? kamu harus tahu, pela-cur, Pela,cur diluar sana jauh lebih terhormat dari kamu! apa kamu lupa cara berkaca." Tanya Hani sembari mencengkram pipi Lisa, membuatnya meringis kesakitan.


"Le-pas, Aaahkk sakit haa-niya." Lisa mencoba melawan dengan menancap kukunya pada pergelangan tangan Hani, namun wanita itu justru tersenyum mengejek, dia tidak merasakan sakit dari perlawanan Lisa.


"Sakit ya? Memang itu yang aku mau, agar mulut kamu ini bisa digunakan dengan baik bukan hanya untuk mengatai orang saja." Sahut Hani, wanita itu menghempaskan wajah Lisa dengan kasar.


"Saat kamu berusaha untuk menjatuhkan aku, membuat aku terlihat buruk, aku tak akan peduli dengan semua itu, tapi sekali lagi kamu usik orang-orang disekitar aku, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri, ingat itu! Sekarang keluar dari sini, kamu tidak di undang dan kamu bukan bagian dari keluarga-keluarga kami." Ucap Hani.


Dia lalu memanggil security untuk menyeret Lisa keluar dari sana. Lisa yang baru melihat sisi lain seorang Haniya tidak memiliki keberanian untuk melawan.


Tapi sebelum Lisa di bawah Pergi Arga menahannya. " Melisa mulai detik ini kamu bukan istriku lagi, aku talak kamu." Lisa menjerit menolak hal itu tidak hanya Lisa, Lita pun shock mendengarnya ia bahkan kesulitan untuk bernafas, Lisa yang di talak Arga tapi dirinya yang hancur.


Setelah itu Lisa di bawah keluar tidak peduli wanita itu terus meronta-ronta dan memanggil nama Arga,


Hani menghampiri Lita lalu duduk disamping sahabat nya ." Tha," panggilnya dengan begitu lembut membuat Lita yang sedang menunduk menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Luna, mendongak untuk menatap kepada Hani tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Cukup lama semua orang di ruangan itu terdiam dengan pikiran masing-masing. " Sayang, mana tangan kamu, sini mommy obati. "Melly menghampiri putrinya untuk mengobati luka di pergelangan tangan Hani karena cakaran Lisa, sedangkan Luna dan Arga terus berusaha membujuk Lita hingga wanita itu kembali tenaga.


"Kamu tidak boleh memikirkan apa yang diucapkan Lisa, karena ada yang lebih penting untuk kamu pikirkan dari pada sekedar memikirkan kata-kata wanita itu." Ucap Luna sembari mengusap wajah Lita dengan penuh kasih sayang, bagi wanita itu masa lalu mommy Mayang bukanlah sebuah alasan untuk menjadi bagian dari anak-anaknya tapi pribadi Lita yang membuat ia layak menjadi bagian dari keluarga Sanjaya. " Pikirkan kebahagiaan kamu sendiri, jangan dengarkan omongan orang karena mereka tidak tahu usaha kamu untuk sampai ke tempat ini dan sekali-kali kita perlu untuk menjadi egois karena kita tidak dilahirkan untuk bertanggung jawab atas perasaan orang lain." Lanjutnya.


Lita berusaha tersenyum dan mengangguk kepalanya. Tapi jauh di dalam hatinya ia terus memikirkan ucapan Lisa dan membenarkan ucapan mantan madunya itu.


...\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1


Waktu terus berlalu, Arga sudah mulai fokus mengurus perceraiannya dengan Lisa dan Lita pun sudah tidak diizinkan untuk bekerja lagi karena usia kandungannya yang kini sudah semakin besar.


Hari-harinya Lisa lalui dengan berdiam diri didalam apartemen nya, memikirkan nasib Lisa dan anaknya di luar sana, walaupun Luna dan yang lainnya sudah sering menasehatinya untuk tidak melakukan hal itu namun perasaan bersalah itu tidak akan pernah bisa hilang begitu saja.


Membuat Lita stress sendiri, dia bahkan mulai sering mendengar suara-suara dari dirinya sendiri yang mengatai dirinya. 'Kamu jahat, kamu wanita jahat yang bahagia dia atas penderitaan wanita lain, kamu mura-han' dan masih banyak kata-kata lainnya yang membuat mentalnya semakin jatuh setiap harinya.


Itu semua sangat menganggu tapi Lita tidak pernah berusaha cerita kepada siapapun tentang keadaannya saat ini, ia akan menjadi pendiam saat bersama suami dan sahabat-sahabatnya.


Dan pada akhirnya ia menyerah untuk keadaannya ini. Lita mencari ponsel ia mengirim pesan kepada Dino untuk menagih janjinya waktu itu.


Berharap dengan pergi jauh dari Arga dapat menghilangkan rasa bersalah itu dan membuatnya jauh lebih tenang.


...Kak Dino....


^^^Kak.^^^


^^^Kak.^^^


^^^Kak.^^^


^^^Aku sudah tidak sanggup lagi.^^^


Kenapa apa Arga menyakiti kamu


^^^Tidak, aku hanya ingin pergi darinya.^^^


^^^Waktu itu kak Dino sudah janji akan membantu aku.^^^


^^^Tolong aku sangat membutuhkan bantuan kakak.^^^

__ADS_1


Pesan itu hanya dibaca tapi tidak di balas oleh Dino. entah apa yang dipikirkan Dino di sana sehingga dia tidak langsung membalas pesan Lita.


^^^Kak, aku mohon.^^^


Lita kembali mengirim pesan kepada Dino.


Baiklah, kakak akan mempersiapkan semuanya! Nanti kakak akan mengabari kamu, kapan kamu harus pergi, jangan lupa kabari kakak kapan Arga meninggalkan kamu sendiri.


^^^Tapi kak, Arga tidak pernah meninggalkan apartemen.^^^


Balas Lita, wanita itu bisa bebas mengirim pesan kepada Dino karena Arga sedang berada diruang kerjanya.


Baiklah nanti kakak pikiran caranya dan kabari kamu.


^^^Aku tunggu^^^


^^^Aku harap Kaka tidak membohongi aku.^^^


Balas Lita setelah itu ia menyimpan ponselnya, tak lupa untuk menghapus room chat nya dengan kak Dino. Agar Arga tidak dapat melihatnya pesan itu dan mengetahui semua rencananya.


Lita kembali melamun, hingga tak menyadari jika saat ini Arga sudah berada di belakangnya." Sayang." Panggilnya sembari mengecup pipi Lita.


"Hmm."Lita melirik sekilas kepada Arga lalu kembali menatap lurus ke depan.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Arga mendaratkan bokongnya disamping Lita lalu memutar tubuhnya hingga ia dapat melihat wajah sang istri." Kenapa? aku perhatikan akhir-akhir ini kamu lebih sering melamun! masih memikirkan soal Lisa?" tebak Arga tepat sasaran.


"Nggak_"


"Nggak kok, aku hanya kangen sama mommy! mau jawab itu kan." Ucap Arga sembari mengeleng kepalanya. " Harus dengan cara apa aku meyakinkan kamu kalau kamu nggak salah, hubungan kita memang sudah tidak bisa diselamatkan karena dia mengkhianati aku, bukan karena kamu sayang." mengelus pipi Lita berharap wanita itu mau melihat kepadanya tapi Lita hanya dia dia bahkan menulihkan telinganya seakan tak mendengarkan apapun yang baru saja Arga katakan.

__ADS_1


"Sayang_"


"Aku baik-baik saja." Lita merotasi-kan kepalanya sehingga ia dapat melihat wajah pria itu dan berusaha untuk meyakinkan Arga dengan senyumnya.


__ADS_2