
Waktu berlalu dengan begitu cepat, Tidak terasa dua bulan sudah berlalu, setelah hari dimana Narendra dan Arga menemui mommy mayang waktu itu dan kini mommy Mayang sudah di pindahkan ke Singapura, selama menjalani pengobatan di Singapura, mommy Mayang ditemani oleh Anton, kakaknya Lita.
Mereka Akan mengunjungi mommy Mayang secara bergantian, karena sampai saat inipun Lita belum mencerminkan tentang mommy Mayang kepada Arga, walaupun Hani sudah sering mendesaknya. Namun omongan wanita itu, hanya masuk telinga lalu keluar telinga kiri, rasanya sia-sia.
Namun bukannya Hani kalau mengalah untuk Lita, begitu pun sebaliknya. Kedua wanita itu juga sering berdebat dan bertengkar tapi pada akhirnya, mereka akan berbaikan jua.
Selama di Singapura Anton selalu mengabarkan keadaan mommy Mayang setiap harinya bahkan tindakan sekecil apapun dia pasti akan memberitahu Hani dan Lita, selain karena tidak ingin membuang kedua wanita itu kepikiran dia juga tidak ingin mereka kelelahan karena pulang pergi, Jakarta-Singapura.
Sayangnya Kekhawatiran Anton, tidak di hiraukan kedua wanita itu. Seperti saat ini, kedua wanita itu sedang menyusun rencana baby moon mereka, Lebih tepatnya Hani seorang karena Lita menolak hal-nya.
"Tha kamu yakin nggak mau ikut! kita bisa baby moon sama-sama loh! Mau ya, please?" Bujuk Hani, Wanita itu menyerah begitu saja dengan penolakan Lita.
Entah kenapa semakin besar perut wanita itu, semakin besar pula permintaannya dan jangan lupa dia tidak bisa di tolak, untuk itu, seminggu sekali dia bisa keluar negeri, walaupun yang paling sering, ke Singapura untuk mengunjungi mommy Mayang.
"Aku nggak bisa ikut Hani sayang, aku ingin ketempat mommy, tak apa-kan kalau kali ini baby moon kamu tanpa aku?"Ucap Lita, berharap sahabatnya itu mengerti, walaupun dia sendiri tidak yakin, mengingat kebiasaan Hani akhir-akhir ini.
Lihat saja, begitu dia ingin babymoon-nya di Maldives dan ingin Lita untuk ikut bersamanya! Tentu saja dia harus mendapatkan keinginannya.
"Tha,"
"Han, untuk kali ini saja! Nanti kalau kamu liburan lagi, aku janji aku akan ikut." Pinta Lita sembari menatap Hani dengan puppy eyes-nya, membuat Hani tidak bisa menolak walaupun kenyataannya untuk Lita juga besar.
__ADS_1
Pada akhirnya Hani pun mau tak mau, mengalah dengan mengiyakan permintaan sahabatnya, tapi harus ada syaratnya. "Kamu boleh nggak ikut, tapi kamu harus janji dulu, kalau kamu akan pergi ke Singapura dengan Arga, bukankah sudah saatnya dia bertemu dengan mommy atau kamu uang ingin bertemu mertua kita. Silahkan tentukan pilihan kamu sayang."Hani tersenyum puas sembari menarik turunkan alis.
Lita memutar bola matanya malas, kalau sudah begini, dia tidak punya pilihan untuk mempertemukan Arga dengan mommy, karena Lita tidak ingin membuat heboh dengan kehadirannya di rumah mama Luna sebagai menantunya yang lain.
"Baiklah, kamu menang Haaniya! aku akan mengajak Arga ke Singapura! Kamu senang sekarang." Tanya Lita, namun Hani justru mengeleng kepalanya.
"Aku akan senang kalau kamu mau ketemu mama Luna sebagai menantunya, bukan sahabat Haaniya dan Naela." Ujarnya penuh penekanan, berharap tembok penghalang itu segera runtuh.
"Dan membuat keributan?" Sela Lita membuat Hani memicingkan mata. Tidak percaya dengan apa yang dikatakan Lita.
"Memancing keributan apa sih tha, tolong ya Thalita, Jangan terlalu overthinking." Sahut Hani.
" Tidak seperti itu, kamu-nya saja terlalu overthinking dan selalu memandang rendah diri kamu sendiri, padahal belum tentu mama Luna dan yang lainnya akan bersikap seperti apa yang kamu pikirkan selama ini." Ujar Hani tidak suka.
Terkadang ia selalu bertanya, mau sampai kapan Lita terus menyembunyikan statusnya! Karena Hani tahu cepat atau lambat semua orang akan mempertanyakan statusnya.
Sekarang saja perut dia sudah terlihat jelas, jika orang itu jeli melihatnya mengingat kandungan Lisa sudah masuk Minggu ke dua puluh sekarang.
"Han, aku tahu kamu sayang sama aku! Tapi kamu juga harus ingat latar belakang ak_"
"Yang dinikahi Arga itu kamu-nya Lita, bukan masa lalu orang tua kamu. Kamu juga harus tahu, setiap orang diluar sana juga punya cerita kelam tapi mereka tahu cara keluar dari masalah. Dan kamu juga bisa dengan cukup mengingat apa yang pernah terjadi dalam hidup kamu dan mommy sebagai pembelajaran hidup, jangan dijadikan untuk menjatuhkan diri kamu, sebab setiap orang punya nasib baik dan buruknya." Sudah berulang kali Hani mengingatkan dia untuk keluar dan tunjukkan kepada keluarga Arga kalau dia juga ada, dia juga bagian dari mereka.
__ADS_1
"Oke semua yang katakan mungkin benar! Lalu apa yang akan aku dapatkan? Pengakuan sebagai istri kedua atau perebut laki orang. Han Sejelek-jelek Lisa di mata kalian, tapi kenyataannya aku tidak akan bisa lebih baik dari dia, serendah-rendahnya Lisa, aku yang paling rendah. Sengaja atau tidak aku yang masuk di tengah-tengah hubungan mereka, kalian mungkin membenarkan hubungan kami, tapi hati nurani aku tidak, dia perempuan aku juga perempuan kita sama-sama punya hati!" Ucap Lita, membuat Hani terdiri.
Lihat melangkah semakin dekat dengan Hani, ia menggenggam tangan sahabatnya itu. " Kita berdua sama-sama tahu , sebesar apapun rasa benci kita untuk Lisa, tapi Hati nurani aku menentang apa yang kalian inginkan. Aku akan tetap memperkenalkan Arga sama mommy, kamu nggak perlu khawatir karena mommy juga ingin bertemu dengannya." Ucap Lita lagi, sebab dia belum tahu jika Arga juga sering menanyakan kesehatan mommy Mayang.
"Maaf!" Sembari memeluk Lita. " Aku hanya ingin melihat kamu bahagia." Lanjutnya.
"Ya aku tahu kok dan aku sangat bahagia dengan adanya kalian di sisi aku. Aku juga nyaman seperti ini." Sahut Lita sembari membalas pelukan Hani.
"Jika kamu merasa seperti itu, aku bisa apa? sebagai sahabat aku hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk kamu." Ucap Hani.
" Ya sudah aku balik dulu." Lita mengurai pelukan mereka.
"Kok cepat." Hani masih ingin bersama Lita.
"Han, aku harus mengabari Arga, sekalian meminta dia untuk mengosongkan waktunya buat temani aku ketemu mommy, Gimana sih."
"Iya-iya, sana pulang."Usianya sembari memasang wajah cemberut.
Dan Lita pun meninggalkan apartemen Hani sembari terkekeh. Setelah Lita pergi Hani duduk di tempat, Wanita itu sedikit kepikiran dengan Lita.
"Semoga kamu selalu bahagia tha, aku harap saat kak Arga sadar nanti, semuanya belum terlambat." Ucap Hani dalam Hatinya, wanita itu tahu sebagai seorang wanita Lita juga tidak ingin menjadi yang kedua, keberadaan Lisa tidak bisa Lita abaikan sehingga ia sulit untuk membuka hatinya.
__ADS_1