
Baru Lima menit menunggu, tiba-tiba istrinya itu sudah ada di belakangnya, sembari membawa kotak yang dia tahu itu makan dan satu kotak jus kemasan.
"Ayo kita pergi sekarang." Ajak Lita.
"Ini?" Tanya Arga menunjuk kotak makan dan jus di tangan Lita.
Wanita itu tersenyum. " Semalam kamu belum makan, tadi juga belum sempat sarapan-kan. Jadi aku ambil ini untuk sarapan kamu di mobil nanti."
Mendengar itu, hati Arga langsung menghangat, rasanya dia tidak ingin pulang dan meninggalkan wanita itu.
"Terima kasih." Ucap Arga sembari memeluk tubuh wanita itu. Dia yang jarang mendapatkan perhatian dan tiba-tiba mendapatkan itu dari Lita membuat Arga sedih juga senang, sedih karena harus berjauhan dengan wanita itu senang karena Tuhan menghadirkan wanita itu di hidupnya yang rumit ini.
"Sama-sama, kita pergi sekarang." Sahut Lita, Arga pun mengangguk kepalanya dan keduanya segera menuju bandara dengan Lita yang menyetir karena wanita itu ingin Arga menikmati sarapannya. Walaupun Arga sempat menolak, namun karena Lita memaksa Arga pun mau tak mau menuruti istrinya.
Sepanjang perjalanan Arga menikmati sandwich yang di berikan Lita dan sesekali menyuapi wanita itu, mereka tidak hanya berbagi sandwich jus pun mereka berbagi.
Entah keduanya sadar atau tidak hal sekecil ini akan membuat mereka semakin nyaman satu sama lain dan tanpa sadar mereka telah menerima hubungan yang menurut mereka rumit itu walaupun sebenarnya tidak seperti demikian.
...\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
Tidak terasa satu Minggu telah berlalu setelah Lita mengantar Arga ke bandara waktu itu, selama satu minggu ini, mereka tidak saling berkomunikasi kasih.
Bukan karena mereka sibuk dan tidak sempat berkomunikasi kasih, bukan seperti itu. Keduanya tidak sempat berkomunikasi karena baik Arga maupun Lita tidak menyimpan nomor ponsel satu sama lain.
Di sana Arga sudah mencoba untuk meminta nomor Lita dari Ela, namun adiknya itu justru menelok memberikan nomor sahabatnya. Jangan lupa sederetan pertanyaan serta tuduhan sang adik untuknya. Membuat Arga menyerah dan tidak meminta Lagi.
Sama halnya dengan Lita, bibir wanita itu begitu gatal ingin menanyakan kabar Arga namun ia urungkan.
Karena sudah pasti dia harus berkata jujur kepada Ela jika berani meminta nomor ponsel Arga pada adik ipar sekaligus sahabatnya itu.
Dan Lita belum siap mengatakan semua kepada mereka berdua. Entah kapa wanita itu akan siap hanya dialah yang tahu hal itu.
Dan perasaan itu tidak hanya mereka tahan selama seminggu saja! Tapi lebih dari itu sebab Arga yang di sibukkan dengan tumpukan pekerjaannya yang tidak ada habis-habisnya. Mengingat sang adik lebih memilih di rumah menemani istrinya yang sedang hamil dan menyerahkan semua pekerjaan kepada dirinya dan Kevin.
Belum lagi Lisa yang terus membuat drama saat mereka hanya berdua di dalam kamar seperti sekarang ini.
Karena jika wanita itu berani membuat keributan diluar sudah pasti, sang mertua akan langsung menendangnya keluar dari rumah itu.
Ya saat ini mereka tinggal bersama orang tua Arga, Luna dan Reval juga adik perempuannya Nayna. Semua ini atas permintaan Lisa yang ingin tinggal di rumah itu dan tidak ingin tinggal di apartemen Arga begitu mereka pulang dari bali.
__ADS_1
Dan sekali lagi Arga pun hanya bisa mengiyakan saja, agar urusannya dan Lisa cepat selesai. Walaupun sang mama terlihat enggan menerima Lisa di rumah itu namun atas permintaan Arga Luna pun mengizinkan dengan syarat jika dia sampai membuat keributan dan menganggu ketenangan mereka di rumah itu Luna akan langsung menendang Lisa keluar dari rumahnya saat itu juga.
Itulah mengapa keduanya hanya bisa bertengkar di dalam kamar, sebab kamar Arga kedap suara jadi pertengkaran mereka tidak akan pernah sampai di telinga Luna. Mertua pilih kasihnya itu.
Bagaimana tidak, giliran sama Hani aja! Perhatiannya giliran sama Lisa, lihat aja kaya lihat penjahat. Sungguh sangat tidak adil sekali.
"Kamu lupa, sudah hampir sebulan kita menikah Arga, tapi kita belum pernah melakukan malam pertama sama sekali." Teriak Lisa. Selalu hal ini yang wanita itu permasalahkan.
"Lisa harus berapa kali aku katakan, aku capek! Aku pulang kerja capek-capek masih kamu minta untuk melayani kamu, keterlaluan. Nggak bisa apa kamu tahan diri kamu aku itu stres banyak pikiran." Sahut Arga sembari memijit pangkal hidungnya.
" Tapi aku pengen Ga." Mohon Lisa sembari melingkarkan kedua tangannya pada pinggang pria itu.
Mencoba mencium bibir Arga namun pria itu justru mendorongnya dengan begitu keras. Hingga pelukan wanita itu terlepas dari tubuhnya.
Entah dimana semua gairah Arga yang dulu sehingga dengan mudah menyentuh tubuh wanita yang ada dihadapannya saat ini.
" Kamu ya. Arrrhggghh." Arga mengeram marah lalu meninggalkan kamar itu.
Sementara Lisa hanya bisa mengumpat suaminya itu Karena Arga terus menolaknya. Lisa juga tidak tahu mengapa apa-apa akhir ini keinginannya untuk bercinta terus saja datang, membuatnya harus merengek meminta pada pria si-alan itu.
__ADS_1
Dan hasilnya Arga selalu menolaknya dengan alasan pekerjaan, capek-lah, stres dan lainnya. Namun Lisa tidak dapat melakukan apapun di rumah ini, meminta pembantu mencampurkan obat ke minuman suaminya, sudah pasti diakan langsung di singkirkan oleh Luna.