Takdir Anak Wanita Malam

Takdir Anak Wanita Malam
Aku kangen


__ADS_3

Jika Lita sudah berkata seperti itu, mommy Mayang bisa apa selain mengikuti keinginan putrinya, mommy Mayang hanya bisa berdoa kelak Lita akan membuka hatinya untuk Arga dan mereka bisa hidup bersama-sama, selamanya, terlepas dari dia memiliki istri lain atau tidak, mommy Mayang tidak mempermasalahkan hal itu, toh Arga bisa bersikap adil dan memperlakukan Lita dengan baik.


Mungkin orang yang tidak mengenal seperti apa Lita akan berpikir jika dia keras kepala, egois, muna dan segalanya. Tapi jika mereka bisa melihat dari posisi Lita mereka akan mengerti.


Gadis itu tumbuh dilingkungan yang dibilang tidak layak untuknya, teriakkan, bentakan, cacian serta makian sudah seperti Irma yang harus ia dengar setiap hari, sejak kecil ia terbiasa merasakan luka fisik dan itu terus berlanjut sampai dia keluar dari tempat itu.


Lita bisa berjalan sejauh ini dan mengangkat tinggi wajahnya karena dia mempunyai tiga hal dalam dirinya, otak yang cerdas, hati dan kehormatannya.


Dia telah memberikan kehormatannya untuk pria itu atau lebih tepatnya paksa memberikannya dan untuk memberikannya hati serta kepercayaan tidak akan semudah itu.


Bahkan Hani, Ela, Dino dan Anton membutuhkan waktu lama untuk meyakinkan dia jika mereka tidak seburuk orang-orang dalam lingkungan itu.


Lalu kenapa untuk Arga dia harus secepat itu berpaling kepadanya? Sementara hal yang paling dia benci adalah pengkhianat dan Lita tidak menutup kenyataan jika dialah alasan Arga mengkhianati Lisa, sungguh dia membenci dirinya sendiri untuk kenyataan yang satu ini.


"Mommy akan beristirahat sebentar! Bangunkan mommy jika mereka telah kembali." Lita kemudian membantu mommy-nya untuk berbaring.


Lita menunggu sampai mommy-nya terlelap, setelah memastikan mommy-nya telah tidur, Lita pun melangkah keluar ruangan itu dia ingin menenangkan dirinya senja dan menghirup udara segar dengan bebasnya.

__ADS_1


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Siang itu Steve kembali mengajak Lisa bertemu di sebuah cafe, wanita itu tentu dengan senang hati akan datang ke sana dia bahkan datang lebih dulu untuk menunggu kedatangan pria itu.


"Steve sini?" Panggil Lisa sembari melambaikan tangannya kepada pria yang baru melewati pintu masuk."Kenapa telat! Aku udah sejam lebih nunggu kamu di sini."


Steve mengerutkan keningnya, ia melirik jam di pergelangan tangan." Kenapa sejam?"


" Karena aku ingin bertemu dengan kamu, aku kangen sama kamu! Anak kita juga kangen papanya." Steve memijit pelipisnya mendengar kata anak kita.


Sementara Lisa masih terdiam mencerna apa yang baru saja Steve katakan.


"Kenapa diam? Kamu dengar aku atau tidak sih?" Tanya Steve tak sabaran.


"Maksud kamu hubungan kita berakhir?" Tanya Lisa, wanita itu mulai memainkan perannya dengan baik.


Ia menangis tidak terima Steve mengakhiri hubungan mereka,"Kamu ingin memutuskan aku, lalu bagaimana dengan anak ini! Orang tuaku tidak akan terima jika tahu pria yang menghamili aku tidak ingin bertanggung jawab." Ucap Lisa sembari terisak, wanita itu bahkan sengaja meninggikan suaranya sehingga mereka menjadi tontonan pengunjung cafe itu.

__ADS_1


"Diam, jangan buat malu." Bentak Steve. Pria itu tidak menyangka jika wanita ular ini akan mempersulit dirinya." Jika itu sampai terjadi, kamu bisa menghubungi orang ini, dia akan membantu kamu." Steve menunjuk kartu nama yang ia letakkan di atas selembar cek itu


" Tapi aku masih butuh kamu!"


"Sayangnya aku sudah tidak membutuhkan kamu lagi, ingat jangan pernah tujukan wajah kamu di hadapan aku." Steve beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Lisa begitu saja ia bahkan tidak peduli wanita itu yang terus berteriak memanggil namanya.


Setelah Steve tidak terlihat lagi, Lisa menghapus air matanya. " Cih menyebalkan sekali pria itu dia pikir dia siapa? kalau bukan karena uangnya aku juga nggak mau melakukan semua ini." Ucapnya lalu mengambil kartu nama dan cek itu.


Lisa beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan cafe dengan wajah sumringah, ia mendapat cek kosong! Tentu saja ia akan memilih cek itu ketimbang Steve tapi sebelum itu ia harus memainkan sedikit peran agar Steve percaya jika dia tidak ingin di tinggalkan.


Lisa menulis nominal yang tidak sedikit pada cek itu lalu mencairkan setelah itu ia pergi ke rumah mamanya, memintanya ria untuk menyimpan uangnya.


"Kamu dapat uang sebanyak ini dari mana, nak?" Tanya Ria. Wanita paruh baya itu tidak menyangka akan di membawanya uang sebanyak itu.


"Mama tidak perlu tahu, aku mendapatkan uang itu dari mana! Mama hanya menyimpannya dengan baik suatu hari saat aku membutuhkannya aku akan memintanya kembali." Ria tersenyum simpul lalu mengangguk kepalanya. " Ya, sudah aku pulang dulu, aku tidak ingin sampai diusir lagi." Ria melangkah keluar dari rumah yang membuatnya tidak nyaman berlama-lama disana.


Tanpa Lisa sadari wanita yang selalu ia turuti kemauannya itu, memiliki rencana sendiri dibelakangnya.

__ADS_1


__ADS_2