Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Tujuh


__ADS_3

Yang kangen Reyno dan Jennie mana suaranya?


HALLLLLLLOOOOOOOOOOOOOOO............!


***


Usia kandungan Jennie sudah memasuki bulan ke delapan. Gadis itu semakin di jaga ketat oleh suaminya. Bahkan untuk menggendong baby Vino pun sudah tidak boleh. Takut menyakiti bayi yang ada di dalam kandungannya.


Satu bulan lagi Jennie dan Reyno akan segera bertemu dengan putri kesayangannya. Keduanya sangat menanti kelahiran Baby Luna. Nyonya Lynda dan Tuan Hermawan juga sudah pulang agar mereka dapat ikut menyambut kehadiran cucu pertamanya.


Hari ini sikap Jennie sedang manja-manjanya, ibu muda sedang yang hamil itu ingin ikut Reyno bekerja ke kantor. Reyno terpaksa menurutinya. Eh, hampir lupa, Jennie tidak suka dipanggil ibu ya.


"Hari ini aku ingin kamu memperkenalkanku sebagai Nyonya Reyno. Awas saja kalau aku disembunyikan lagi seperti kemarin."


"Baiklah Baginda putri, mari kita berjalan bersama-sama dari loby sampai ke ruanganku. Biarkan semua kariawanku melihat siapa nyonya Reyno sebenarnya." Reyno mengecup perut buncit istrinya. "Luna jangan nakal ya, kita mau ke kantor Papih." Reyno mengajak putrinya berbicara.

__ADS_1


"Papih yang jangan nakal, gak boleh genit sama wanita cantik." Jennie yang menjawab.


"Engga dong! Papih sudah punya Mamih kamu yang palig cantik." Reyno menhujani banyak kecupan di wajah istrinya. Jennie sampai teriak di dalam mobil yang melaju dalam kecepatan normal itu.


Percaya atau tidak. Sopir yang ada di depan mereka sampai harus menghela nafas berat berkali-kai karena melihat kekonyolan mereka berdua. Jiwa jomblo Pak supir semakin dibuat meronta-ronta.


Kedua pasangan itu sudah sampai di gedung pusat X1X. Keduanya bergandengan mesra di tengah hiruk pikuk kariawan yang lalu lalang. Sengaja juga Reyno memamerkan istri sahnya, toh kabar ia menikahmuda suda tidak dapat di tutupi lagi dari mata publik.Waktunya pamer. pikir Reyno dan Jennie kompak.


"Pagi Tuan." Gerombolan kariawati wanita menyapa Reyno yang berdiri di depan lilft pribadinya. "Pagi semua! Perkenalkan ini istri saya satu-satunya." Reyno menekankan nada bicaranya, agar gosip bahwa ia memiliki dua istri itu secepatnya hilang. Karena Reyno memang hanya menikah satu kali, dan Jennie lah istri sah satu-satunya. "Pagi Nona, senang bertemu dengan anda." Mereka menyambut Jennie serentak. Salah seorang yang pernah rmelihat Jennie merasa dia tidak asing.


"Pagi semuanya, senang juga bertemu kalian." Jennie tersenyum ramah. Sebelumnya Reyno sudah mewanti-wanti agar Jennie jangan bersikap kekanak-kanakan saat bertemu kariawan Reyno nanti. harus meemperlihatkan sikap yang anggun sebagai istri Seorang CEO.


Keduanya masuk ke dalam lift pribadi. Ini adalah peretama kalinya Jennie naik lift yang di impikannya dulu. Lift yang bisa langsung sampai di lantai paling atas, tanpa harus desak-desakan bersama kariawan lainnya.


"Enak sekali ya, jadi CEO. Pakai lift sebesar ini sendirian," sindir Jennie sengit. Karena ia pernah merasa mejadi bawahan yang harus memakai lift umum secara bergantian jika sedang penuh.

__ADS_1


"Sekarang kamu bisa pakai lift ini kalau datang ke kantorku." balas Reyno cepat. Namun Jennie masih tetap mengingat-ingat masa kelamnya saat menjadi bawahan yang tidak berarti kala itu.


Reyno dan Jennie sudah sampai di gedung paling atas. Tempat di mana Jennie kerja dulu, bahkan kariawan di sana masih saja sama. Ada Hana dan juga Devi, serta kariawan galak yang sering memfitnah Jennie menjadi sugar Baby.


Lihatlah, sekarang kalian akan tahu siapa Sugar Daddy aku sebenarnya. Jennie bergumam dalam hati sambil tersenyum bangga.


"Selamat pagi, Tuan." Semua kariawan menyapa. Mereka menundukan kepala. Sementara Reyno hanya membalas sapaan mereka, lalu masuk ke dalam ruangannya menggandeng Jennie.


Tentu saja mereka kaget melihat Jennie, apalagi perutnya sedang hamil. Tanpa diperkenalkan semuanya sudah berfikir bahwa Jennie adalah istri muda yang Boss nya sembunyikan selama ini.


Mati aku ... Mati. Ternyata Jennie adalah istri misterius yang selama ini disembunyikan tuan muda. Argh, kenapa dulu aku tidak menyadari? Bahkan pakaianya selalu mewah begitu. Harusnya aku peka terhadap kesadaran lingkungan. Gumam salah satu kariawati yang dulu pernah membully Jennie.


Sementara Hana dan Devi yang sudah tahu terlebih dahulu hanya senyum-senyum. Memperhatikan beberapa kariawan yang sudah pucat pasih karena melihat fakta menggegerkan yang baru saja mereka lihat.


***

__ADS_1


200 Like aku up lagi. Wkkww.


__ADS_2