Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab :57


__ADS_3

Beberapa saat sebelum Jennie menemui Reyno di ruang istirahatnya.


"Dimana tempatnya?" Jennie melihat sekeliling.Kantin itu terlihat sangat besar dengan kepadatan kariawan yang cukup banyak.


"Mau apa sih Jennie,sini duduk dulu.Kita makan sambil ngobrol."Hana memaksa,dan akhirnya Jennie duduk sebentar.Mengikuti Hana si anak keras kepala itu.


"Kamu tau ngga,kenapa aku pengin banget temenan sama kamu ?"


Jennie menatap Hana dengan satu gerakan yang menyiratkan sebuah pertanyaan...


Kenapa ?


"Karena semua kariawan wanita ngga ada yang suka sama kamu,sebelum kamu muncul mereka terlebih dahulu ngebenci aku karena aku cantik.Berhubung kamu lebih cantik,sekarang mulut mereka lebih fokus nyinyirin kamu dari pada aku."


Jennie terhenyak sesaat,sekali lagi ia hanya menatap Hana dengan siratan matanya seolah bertanya..


Apa hubunganya dengan kecantikan dirinya ?


"Wanita dikantor kita ngga suka wanita cantik,mereka selalu memandang wanita cantik adalah penggoda,dia bisa menggunakan kecantikanya untuk menjilat para pimpinan."


Kalimat terakhir Hana terdengar sangat nyata,memang Jennie menggunakan tubuhnya untuk mendapat izin bekerja diperusahaan Reyno.


"Terus tujuan kamu pengin banget jadi temen aku,buat apa ?" kali ini Jennie bertanya nyata,bukan bahasa tubuh seperti tadi.


"Cakep,aku suka pertanyaan kamu.Tentu saja aku mau mencari perlindungan dari kamu.Aku yakin kamu wanita tanggung.Dengan berteman,aku baru akan mendapat perlindungan.Kamu bisa nolongin aku dengan kekuatan super kamu."


Tepat sasaran,Hana sangat hebat menila karakter seseorang,Jennie jelas bukan orang yang mudah untuk di bully.Sekalipun ia tidak memiliki sosok Reyno yang sangat berpengaruh,ia tidak akan membiarkan dirinya mendapat bullyan di kantor ini.


"Siapa juga yang mau temenan sama kamu."Jennie tidak serius mengatakanya.Entah mengapa,ia tidak marah mendengar ucapan gadis itu yang hendak memanfaatkanya.Justru sebaliknya,Jennie merasa gadis itu mampu membantu segala urusanya dikantor ini.Ia terlihat polos,tapi sebenarnya pintar.


Memang benar,kalau tidak pintar,ia tidak akan semudah itu lulus interviuw dengan hasil 95 persen mendekati sempurna.


"Aku yakin,kedepanya kita akan menjadi teman baik.Aku suka banget sama kamu,sejak pandangan pertama ."


"Hah ? lo lesby ?" Jennie mengerjap bingung.


Hana terkekeh lagi."Maksud aku bukan suka yang seperti itu.Suka dan ingin jadi sahabat kamu.Kamu jangan salah faham." jawab Hana logis.Gadis itu seperti tidak ada rasa menyerah,aura positif selalu mengelilingi di sekitarnya.


"Aku mau jadi temen kamu,tapi ada syaratnya."


"Apa ?kalo uang aku ngga punya." saut Hana polos.Ia memang bukan orang yang terlahir kaya.Tidak seperti Jennie,tujuanya bekerja hanya untuk mendapatkan uang.Hana mempunyai keluarga yang harus ia hidupi,hingga terpaksa Hana harus bekerja diusia 19 tahun.


"Nooooo,aku cuma mau kamu tunjukin dimana ruang istirahat pimpinan.Itu aja,gampang kan ?"


"Ya ampun,masalah itu lagi,kirain udah ngga mau dibahas.Kalo cuma itu gampang,nanti aku tunjukin."


Tentu saja tidak hanya itu,Jennie akan memanfaatkan Hana untuk membantu setiap pekerjaanya,karena jujur ia sama sekali tidak faham dengan bidang pekerjaan yang ada diperusahaan Reyno.


Setelah mendapat arahan dari Hana,Jennie segera melancarkan aksinya sesegera mungkin...


Ia tidak akan membiarkan wanita yang ia anggap sebagai hama itu menempel pada suaminya terus menerus.




__ADS_1



"Pacar ?"


Belum istirahat dari masalah tadi,Farhan dibuat terkejut dengan kata pacar yang baru saja ia dengar.Keanehan apa lagi ini ?farhan jomblo.


Katy yang sangat penasaran segera menyela—.


"Siapa namanya— ?"


"Jennie....."


"Haah ?" rahang Farhan menganga seketika.Tangan kananya mengepal lalu menonjok pahanya sendiri.shit men !


Kejadian horor apa lagi yang akan terjadi sekarang?


"Suruh dia masuk." Reyno memerintahkan satpam itu.Untung saja Reyno berbicara terlebih dahulu,kalau tidak Farhan tak tahu harus menanggapi seperti apa ucapan satpam tadi.


Seperti halnya saat William bertemu dengan Jennie untuk pertama kali,jujur Farhan juga merasakan hal yang sama.Ia sangat takut menghadapi wanita dengan sejuta akal mengerikan seperti itu.


"Baik Tuan." jawab satpam itu berlalu pergi.


Sesaat kemudian,orang pertama yang merinding melihat kemunculan wanita itu adalah Farhan.Bagaimana tidak,gadis itu menyebut nama Farhan sebagai pacarnya,dan itu terdengar jelas di telinga bos nya.Farhan takut masalah ini akan menjadi panjang dan berkesinambungan.


Jennie berjalan anggun menghampiri mereka.Cewek itu tidak menyapa,ia hanya berdiri di samping meja,lalu menenggak satu botol air mineral untuk mendinginkan tubuhnya yang sudah panas sedari tadi.


Syurrrrrrr....


Cewek itu menyiram tubuh Katy dengan sisa air minumnya tadi.Ia menyiram dengan ekspresi santai dalam satu gerakan slow motion.


Sementara Farhan masih menjadi pihak yang paling ketakutan diantar mereka semua,apa lagi ditambah kejadian yang baru saja ia lihat.


"HEI....!!!" Katy berdiri dengan sorot mata yang menyalang kearah Jennie.Gerakan mata menuntut lebih tepatnya.Ini pertama kalinya ia diperlakukan seperti ini,oleh anak kecil pula .


"Itu hukuman buat asisten centil yang suka menggoda atasanya." nada bicara Jennie dibuat lembut dan imut sekali.Mulutnya begitu lihai berbicara tanpa dosa.


Dan untuk pertama kalinya,Farhan dibuat terkejut dengan ekspresi imut yang terlihat mengerikan seperti itu.Bagaimana cara wanita itu melakukanya ?


Jennie jauh lebih seram dari boneka anabelle...


"Ehem,jangan salahkan saya...suami kamu sendiri yang tergoda oleh pesonaku."


Ucapan macam apa Katy ? kamu benar ingin membunuhku sepertinya.Reyno masih diam seribu bahasa.


Tanggung,kalo sudah sampai seperti ini,rugi rasanya kalau tidak membuat kedua pasangan itu salah paham.Anggap ini hadiah perkenalan dari Katy untuk Jennie.


"Cih,pesona apanya? kamu terlihat seperti cabe-cabean di pinggir jalan."


"Shénmea ?" Katy mendengus kesal,hinaan macam apa ini? jelas kelakuan Jennie yang sangat mencerminkan wanita tidak bermoral.


Katy semakin tertantang untuk memanasi hati seorang Jennie."Aku sangat mencintai Reynold." jawab Katy nyeleneh.


Seujung kuku pun Katy tidak pernah mencintai Reyno,itulah fakta sesungguhnya.


"Oh yaaaaa...." Jennie mengalihkan pandanganya menatap Reyno.Laki-laki itu terlihat santai seperti tidak ada rasa takut.Lebih jelasnya ia geli dengan ucapan Katy tadi.


Lebih baik diam,yang artinya Reyno sudah memiliki cara untuk memecahkan masalahnya sendiri nanti.

__ADS_1


"Iya..tujuan saya bekerja di kantor ini adalah untuk mendekati pria dari keluarga londa." jawab Katy lantang.


Biarlah Katy dan Jennie bertengkar dulu samapi sejauh mana....


Farhan melirik kearah bosnya.Reyno terlihat santai menyeruput segelas kopi dibibirnya.Bagaimana ada ekspresi sesantai itu ?


Semua itu karena Reyno sudah muak bertengkar dengan Jennie diruanganya tadi...


Jennie diam tak bergeming,menatap satu persatu orang yang ada diruangan itu.Stop ! mata itu berhenti memandangi Farhan sedari tadi.Karena begitu takut,lebih baik Farhan pura-pura tidak melihat apapun.


"Farhan...."


Shit,ngapain manggil sih ?


"I-i-ya nona." jawab Farhan terbata.


"Mulai sekarang kita pacaran—."


Deeeg.


Jantung Farhan serasa mencolos keluar dari tempatnya.Siapa saja tolong selamatkan jantung Farhan...


Nona tolong jangan lakukan hal ini....


Farhan hanya dapat menahan kalimat itu di dalam hatinya.


Setelah mengucapkan kalimat terhorornya,cewek itu mulai berbalik,melangkah keluar menuju pintu,saat sudah hampir diambang pintu,mendadak Jennie berbalik badan dengan seringai.


"Nona katy..." panggil Jennie mengayunkan nada.Dimana tiga orang yang tadinya hening langsung menoleh.tak terkecuali Katy yang sedari tadi sibuk mengelap bajunya yang setengah basah.


"Dari cara berpakaian nona Katy,sepertinya anda sangat haus akan belaian yah ?" Jennie berbicara dengan nada mencemoh.Melipat kedua tanganya dida sambil matanya menilai cara berpakaian Katy yang terlihat ketat dimana-mana.


"Tapi nona Katy harus tahu satu hal..."


Reyno itu—" bicaranya terhenti sesaat.Matanya melirik ke arah Reyno sinis."Dia ngga ada hebatnya sama sekali diranjang,saya takut nona akan kecewa dengan point yang satu ini,miliknya sangat kecil,saya belum apa-apa dia sudah 'K.O' —...pfftttt😆."


Pyaaarrr.Reyno seperti tersiram air es lalu membeku,entah harus bagaimana mengekspresikan wajahnya saat ini.Yang jelas pipi itu sudah merah padam bagaikan kepiting rebus.


Jennie sangat tahu bagaimana caranya menjatuhkan orang tanpa harus capek membuang tenaganya...cukup dengan lontaran beberapa kalimat saja...mulut itu mampu membius seluruh asumsi orang yang mendengarnya.


Ia tidak berani menatap Katy atau pun Farhan,rasa malunya sudah diambang batas wajar.Untuk kesekian kalinya ia dipermalukan,di hadapan kedua orang yang notabene adalah bawahanya.Sementara kedua orang itu memilih untuk bungkam.Jujur mereka berdua sangat shock dengan kelakuan istri bosnya yang sangat barbar.


Semua ini akibat ulah Katy.Tidak,istrinya juga ikut terlibat.


Mendadak Reyno benci kedua wanita gila itu...


Cewek itu berjalan melenggang tak berdosa,menarik handle pintu lalu menghilang dibaliknya.Katy menatap salut kepergian musuh barunya,akhirnya ia menemukan hal yang sangat menarik di kantor ini.






Aku minta like dan pendapatnya dong..biar makin cemungut nulisnya...😁😁

__ADS_1


__ADS_2