Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab:91


__ADS_3

Pokonya wajib kasih bintang dulu sebelum baca... entar aku ngambek loh,kwkwkw


Selamat membaca ...


***


Beruntung.Satu kata dari orang-orang yang hanya melihat kehidupan Jennie dari luarnya saja.Terlahir sebagai anak orang kaya sejak bayi,bahkan memiliki suami tampan yang sudap dipastin akan menjadi seorang CEO muda di kota A.Sungguh membuat siapapun merasa iri pada bocah nakal itu.


Walau hidupnya dipenuhi banyak rintangan,namun langkah kakinya tidak pernah lepas dari berbagai macam kebahagiaan.Seperti halnya sekarang,Jennie sedang duduk santai di atas sebuah kapal pesiar mewah,lengkap dengan segelas air jeruk yang ada di tanganya.Pulau Jeju yang diimpikan,tepat di depan matanya kini.


Tadi pagi-pagi sekali,Reyno dan Jennie berangkat ke pulau Jeju mengunakan jet pribadi yang belum lama Reyno beli.Sengaja Reyno membelinya agar dapat leluasa dalam bepergian,apa lagi kedua orang tuanya tinggal jauh di Amerika.Sepertinya jet pribada akan menjadi kebutuhan khusus untuk mereka.


Jangankan pulau Jeju yang jaraknya hanya satu setengah jam dari negara mereka,ke Parispun Reyno akan menuruti jika itu adalah keinginan si calon buah hatinya.


"Gimana perasaan kamu setelah nyidam pertama kamu terpenuhi?" tanya Reyno membuka omongan.


"Rasanya lega Banget,Reyn.Tadinya aku ngerasa seperti ada tali yang diikat ke badanku.Tersiksa ...."ucap Jennie.Cewek itu lalu meminum kembali es jeruk yang ada ditangan kananya.


"Besok-besok,kalo nyidam yang lebih susah lagi aja,Korea terlalu dekat.Mungkin kamu bisa nyidam kemana gitu,yang lebih jauh." kelakar Reyno.Kemudian ia bergeser lalu memeluk tubuh sang istri,seraya tanganya memeluk dari belakang.


Mereka berdua berdiri di bibir kapal sembari menikmati hembusan angin yang menyegarkan jiwa.Burung-burung laut terbang mengelilingi disekitarnya.Apa lagi ditambah dengan alunan ombak laut yang terdengar seperti musik yang mengiri moment kebersamaanya.


Mungkin ini yang dinamakan hidup damai dalam rasa romantis.


"Kamu inget,ngga? waktu kita naik kapal di Bali?"tanya Reyno pelan.


"Ciuman pertama kita?" celoteh Jennie.Memang yang teringat diotaknya seperti itu.


"Ishkk,bukan itu yang aku maksud.Aku ngerasa,kita seperti lagi nostalgia kembali.Waktu naik kapal di Bali,kita cuma berdua,ngga terasa sekarang kita sudah bertiga." terangnya.


"Bertiga ....?"


"Iya bertiga,ada dedek kita di dalam sini..."Reyno mengusap lembut permukaan perut sang istri.Kemudian ia menaruh wajahnya diceruk leher Jennie secara perlaha.


Aroma tubuh Jennie terasa harum menusuk penciumanya.Seketika Reyno merasa termanggu dalam buaian.Otaknya mulai tidak sinkron mencerna sesutu yang positif.


"Kamu sexy banget,Je." Reyno mengeratkan pelukanya.


Jennie menggunakan bikini berwarna hitam.Di mana kain tipis itu hanya menutupi dua mahkotanya,sedangkan anggota tubuh yang lain terpampang bebas dengan jelas.


"Kamu H*rny ,ya ...?" tanya Jennie sergah.


Tentu saja jawabanya adalah 'iya',laki-laki mana yang tidak kelimpungan melihat tubuh indah mulus putih seperti susu,terpampang bebas menusuk mata.Andai saja jantungnya dapat berbicara,mungkin sudah menjerit sedari tadi.


"Hmmm ... "Reyno berdeham malas.Wajahnya ditekut tiga lapis.

__ADS_1


"Kamu nempel dikit aja selalu begitu.Otak kamu itu kebanyakan mikirin yang engga-engga sih,Reyn.Pantes banget kamu,kalo dijulukin cowok hentai."Jennie mencebik.


Itulah yang membuat Reyno menjadi malas.Tidak ada jatah untuk enokinya sama sekali.Yang ada malah semakin di bully oleh mulut cabe setan itu.


"Mau hentai atau apalah itu,aku cuma sama kamu doang,"protes Reyno tidak terima.Lantas wajahnya semakin ditekuk,dipalingkan bersamaan dengan tangan yang dilipat di dada."Huuu..."


"Yakin,cuma 'itu' sama aku doang? yang di rumah Katy apa kabar?" Jennie menggunakan nada penekanan dalam kata 'itu'.


Wah !


Reyno mendadak mati kutu dibuatnya.Selalu saja ada hal mengganggu yang keluar dari bibir manis istrinya,dimana kalimat itu sukses membuat jantung Reyno berhenti berdetak sesaat .


"Tau ... akhhhh!" Reyno pergi meninggalkan Jennie.Lalu berbaring disofa panjang.Tak lupa ia memakai kacamata hitam untuk menutupi sinar matahari yang akan menusuk matanya.


Cowok itu ngambek.


Beda halnya dengan Reyno yang selalu kepanikan saat mendapati istrinya sedang ngambek,Jennie lebih unik sedikit.Cewek itu malah senang menggoda sang suami,mungkin akan segera membuat ngambek Reyno jadi lebih parah.


Jahat.Tapi Jennie suka ....


"Reyn,jangan ngambek gitu dong.Kita itu lagi nostalgia,loh.Masa kamu ngambek cuma gara-gara hal kayak gitu."


Kayak gitu?


"Kamu duluan yang ngeselin." Reyno berbaring tengkurap.


Dan tiba-tiba,ponsel Jennie yang tergelatak di meja berunyi,semakin memecahkan suasana menjadi tambah menyebalkan.


Jennie segera meraih ponselnya di atas meja,melihat layar lalu mematikanya kembali.Sialnya,ponsel itu berbunyi kembali,Jennie mematikan lagi,namun terus berbunyi lagi.Kejadian itu sukses membuat Reyno terbangun dari rasa penasaranya.


"Siapa ?" tanya Reyno curiga.


"Kevin ..."


Kevin ?


Sejak kapan istrinya menyimpan nomer mantan sialan itu kembali? bukanya sudah di hapus?


Argh,rasa kesal Reyno semakin menggila.Kelakuan Jennie memang tidak perna bisa ditebak.


"Ko,bisa ada nomer kevin di di ponsel kamu? bukanya udah di hapus."cecar Reyno kepadanya.Cowok itu segera duduk menatap istrinya serius,lengkap dengan alis yang menikuk tajam.


Tidak ada gelagat takut ataupun gelisah.Justru Jennie akan segera memanfaatkan kesempatan emas ini.


"Jadi waktu aku abis kecelakaan itu.Kevin tiba-tiba chat aku.Ngga tahu deh,dapet nomer aku dari mana.Semenjak itu,Kevin sering chat aku ... tapi jarang aku bales,kok." Jennie memasang wajah tak berdosa beserta ekspresi so imut yang terlihat menyebalkan di mata Reyno.

__ADS_1


"Jadi selama ini kamu sering chatingan sama dia?"


"Jarang."


Huahh.


Reyno semakin dibuat geram oleh sang istri.Memang ia tidak pernah mengecek ponsel Jennnie sama sekali.Cowok itu sudah sangat percaya bahwa Jennie tidak mungkin macam-macam di belakangnya.


"Jarang bukan berarti ngga pernah,kan?"


"Aku chatinganya itu dulu banget,Reyn.Udah lama.Karena aku bete di rumah terus,jadi aku sering chatingan sama dia?"


Sering ?


Tadi bilangnya jarang,sekarang bilang sering.


Jantung Reyno bertalu -talu tidak jelas.Hawa panas mulai menjalar di sekujur tubuhnya.Mungkin wajahnya sudah berubah merah padam karena emosi.


"Sekarang aku udah ngga chatingan lagi sama dia,Reyn.Serius...."


"Terus ngapain tadi dia nelponin kamu terus? " Mengganggu saja.


"Nunggu jawaban,aku." ungkap Jennie apa adanya.


Reyno menatap Jennie lekat-lekat.Matanya seolah melontarkan sebuah pertanyaan,


Jawaban apa?


"Jadi sekitar seminggu yang lalu,Kevin ngajakin aku balikan.Dia belum tahu kalau aku udah nikah sama kamu."ucap Jennie hati-hati.Jarinya saling bertaut karena takut.Takut diamuk oleh suaminya.


"Sampe ngajak balikan segala?" tanya Reyno jengah.


Detik itu juga,Reyno langsung merebut ponsel Jennie lalu melemparnya ke dalam lautan.


"Reynooooooooooo ...." teriak Jennie kaget.


Cowok itu tidak peduli.Kemudian bangun dan melangkah masuk ke dalam kapal.



Jennie oh Jennie


.


.

__ADS_1


.


Note: Ngga mau up lagi,ah kalo ratenya belum normal.Kasih rate bintang lima buat aku dong,makannya..hehe


__ADS_2