
Dengan perasaan bingung Jennie terus berjalan mengikuti Reyno.Digandeng oleh Reyno,Jennie bagaikan tawanan yang harus patuh terhadap tuanya.Ia bahkan tidak tahu apa yang membuat Reyno sangat kesal , ia merasa tidak melakukan kesalah apapun .
"Reyno apa-apaan sih? gue masih pengin main di Pantai."Jennie menyentak tanganya dari gandengan Reyno,ia tidak terima dengan perlakuan Reyno yang begitu kasar,apalagi tanpa menjelaskan duduk perkaranya terlebih dahulu.
"Temenin gue dulu ! " Reyno menarik tangan Jennie lebih kasar dari sebelumnya.Gadis itu bukan hanya bingung,tapi ia sudah mulai takut mendapat perlakuan kasar seperti itu.
"Gak mau ! lo kasar,lo nyakitin gue Reyn !"
Reyno melemah,menurunkan amaranya lalu sedikit merenggangkan genggaman kuat pada jemari Jennie yang sudah memerah. "Maaf ." lirihnya lembut.Namun langkahnya masih saja cepet .
"Nanti kalo temen-temen lo nyariin gimana ??"tanya Jennie kembali,namun ia masih mengikuti langkah jalan Reyno yang semakin cepat.Mau tidak mau,karena Reyno enggan melepas genggamanya pada gadis itu.
"Tenang aja gue udah bilang kok, kalo kita mau pergi kesuatu tempat." jawab Reyno.ia masih merasa kesal dan cemburu,ia tidak suka jika ada seseorang yang berani menaruh hati pada tunanganya,meskipun itu adalah temanya sendiri.
" Ya tapi mau kemana , ,?" tanya Jennie penasaran.
"Ikut aja dulu, jangan bawel.Nanti lo juga bakalan tau." Reyno menghentikan langkahnya mendadak,tubuh Jennie tersentak,ia menabrak punggung Reyno dari belakang.Belum sempat Jennie protes,Reyno langsung berbalik badan dengan mata yang menyalang ." Dan inget ! lain kali lo ngga boleh pake pakean sexy di depan temen-temen gue, di tempat umum lainya juga ngga boleh!"
Tatapan Reyno terlihat marah,sikapnya terasa aneh seperti orang yang sedang cemburu. Tentu saja itu membuat Jennie menaruh rasa curiga,mungkin saja Reyno menyukainya.
"Kenapa ??gue ngga keberatan kok."jawab Jennie santai ,ia merasa tak bersalah.Hidupnya diatur olehnya ,bukan Reyno atau orang lain.
"Gue ngga suka .!" jawabnya ketus.
"Oh jadi ini alesan lo ngajak gue pergi menjauh dari mereka ? lo cemburu ? " kata cemburu adalah serangan mendadak untuk Reyno.Bahkan ia tidak tahu apa yang ia rasakan.Ia hanya menganggap bahwa ia tidak terima seseorang menyukai apa yang sudah menjadi miliknya.Sekali lagi itulah yang ada di benak Reyno.Dan tubuh sexy itu,hanya Reynolah yang boleh melihatnya.
"Gue cuma ngga suka liat lo jadi bahan tontonan temen-temen gue,atau orang lainya, ,emang lo ngga risih diliatin sama orang-orang ? apa lagi cowo kalo ngeliat matanya sampai mau lepas ."terang Reyno secara logis, namun tampak jelas ia sedang menutupi rasa cemburunya.
"Gue ngga begitu merhatiin orang sekitar sih, hehehe.Terus kalo lo gimana ?" Jennie menatap Reyno serius.Membuat laki-laki itu sedikit salting beberapa detik.
"Gimana apanya ?"
"Gimana liat penampilan gue ?"
"Kalo gue beda , ,karena gue udah lama tinggal di Amerika ,jadi gue udah terbiasa ngeliat cewe berpakaian minim. " Reyno memalingkan wajahnya ,ia yakin pasti wajahnya sudah merah merona.
Reyno sendiri merasa gugup dengan pertanyaan Jennie barusan.Jujur saja,ia juga sama seperti laki-laki lain pada umumnya.Sebagai pria norma ia juga terpesona melihat kecantikan dan Penampilan Jennie yang begitu Sexy.Tak ayal lagi,ia terus menelan salivanya sedari tadi.
"Reyno makasih ya !! ternyata kamu peduli banget sama aku , dan maaf aku udah salah paham sama kamu." Jennie nampak serius, ia menggengam erat tangan Reyno.Jennie merasakan sensasi mempunyai kaka.Hal yang paling ia impikan sejak dulu,yaitu punya kaka laki-laki yang bisa melindungi dirinya.
Reyno sejenak melamun.Akan sangat baik jika Jennie bisa bersikap lembut terus seperti itu.Berbicara dengan bahasa aku-kamu,Tentu saja akan lebih enak didengar telinga Reyno.Perlahan Reyno harus bisa merubah sikap gadis itu,mengingat Jennie adalah tunanganya sendiri.
"Reyn ko diem?"
"Hah ?" Reyno tersadar dari lamunanya.
"Lo ngelamunin apa ?" Jennie mulai lagi,hanya disaat hatinya melow mungkin bisa berkata aku -kamu seperti tadi.
"Ngga ! ayo jalan lagi. " Reyno menggandeng tangan Jennie.Kali ini langkahnya lebih pelan.Tidak hanya pelan,Reyno juga mensejajarkan langkahnya,mereka bak sepasang kekasih.Sangat serasi jika dilihat.
Langkah Reyno berhenti tepat di depan sebuah Dermaga,ternyata Reyno telah menyewa sebuah Kapal luxury boat yacht yang mewah, Ia berniat untuk mengajak Jennie berkeliling melihat pulau-pulau kecil disekitar pantai .
"Woaww! ini keren banget. kita mau berlayar ? "Jennie berbelalak kagum,senyumnya mulai bertebaran dimana-mana.
"Hemm,,,ayo naik ."Reyno menggandeng tangan Jennie.Mereka berdua melangkah naik kedalam kapal,menit kemudian kapalpun mulai berlayar
Mata Jennie tak hentinya melihat ke arah sekeliling.Bagaimanapun juga,itu adalah pengalaman pertamanya didalam kapal pribadi.Sesuatu yang baru pertama kali ia rasakan,tak disangka Reyno mempunyai pikiran seromantis ini.
"Ini keren banget, dulu gue selalu bermimpi bisa naik ini sama pangeran gue ." Jennie memejamkan matanya,tanganya bertaut mulai menghayal.Mendadak ia merasa seperti orang yang ada didalam drama kesukaanya.
Pangeran lo ya gue.gumam Reyno dalam hati.
Suasana terlihat romantis,karena hanya ada mereka berdua, nakhoda dan satu pelayan yang akan melayani mereka .Seperi sudah direncanakan dengan rinci,didalam kapal itu tersedia banyak sekali makanan dan buah-buah segar.Pelayan telah menyiapkan makan siang yang romantis untuk mereka berdua.
"Ayo makan dulu ." ajak Reyno,ia menuntun Jennie menuju meja makan yang telah disiapkan.Bak tuan putri Reyno menari kursi dan memakaikan serbet makan untuk Jennie.Karena sudah lapar,mereka pun segera menikmati makan siang romantisnya diatas kapal.
••••
Hari semakin sore dan gelap .kapal mereka berhenti pelan tak jauh beberapa kilo dari bibir pantai .Ombak laut mengayun sangat tenang ,terlihat banyak cahaya lampu-lampu dari tepi pantai begitu indah,menambah suasana menjadi semakin romantis,Apalagi mereka hanya berdua.Mereka berdiri di pembatas kapal,menatap pantai dan langit yang mulai dipenuhi bintang.
Jennie terkagum kembali,hal seromantis ini baru pertama kali ia rasakan.Mengapa Reyno melakukan ini untuknya ? apa lagi mereka belum lama kenal.Semenjak Jennie putus dengan Kevin,Reyno selalu melakukan banyak cara untuk membantunya move on.Apapun ke inginan gadis itu,Reyno selalu menurutinya.
"Reyn kenapa lo ngajak gue naik beginian , bukanya ini mahal?"
"Ngga masalah,asal lo suka . "jawab Reyno seadanya.Namun nada bicaranya masih datar dan dingin,itulah sikap yang belum bisa ia rubah hingga kini.
"Aku suka banget,tapi harusnya lo ngajak pacar lo,apa lagi suasananya romantis kaya gini.Bukanya malah ngajak gue". Jennie menoleh,menunggu jawaban Reyno selanjutnya.
__ADS_1
"Gue bukan orang yang berkesempatan buat hal semacam itu"
"Tapi makasih banyak ya Reyn,buat semua ini.Berkat kamu aku bisa lupain semua masalah aku, dan aku ngga tau harus gimana buat bales semua kebaikan kamu ."ucap Jennie melow.
"Cukup lo ngga nyusahin gue aja !"jawab Reyno singkat.
"Ikhh Reyno! kata-kata Kamu mengacaukan suasana "protes Jennie .
"Suasana yang kaya gimana emang?"tanya Reyno .Ia menatap Jennie lurus,membuat Jennie jadi salah tingkah menghadapi tatapan itu.Tak dipungkiri,Reyno sangat tampan.
"Emm ,,,,emmmp ,,, ya suana kita yang lagi ngga berantem lah ." Jennie agak gugup.Darahnya berdesir aneh mendapat tatapan seperti itu.Detak jantungnya mulai tak terkontrol,gadis itu terpesona.
" Duduk yuk !" Reyno menarik lengan Jennie untuk duduk.
"Iya ."jawabnya lembut.
"Oh ya Je. kamu paling suka sama apa ??" tanya Reyno memecahkan kegugupan gadis itu.ekspresi Jennie mulai biasa kembali.
"Ngga ada hal-hal yang paling gue suka sih,cuma kalo gue suka sama sesuatu itu gue harus banget dapetin.Makanya gue susah buat ngelepasin Kevin,karena gue masih belum rela aja ,tapi gue udah janji sama diri gue,kalo gue bakalan move on dari si brengsek itu."
"Bagus deh,gadis kecil sudah dewasa,ngga terlau bucin lagi hahahah." Reyno tertawa,ia semakin tampan saja.
"Huuuhh,gue emang udah dewasa tau,,! oh ya Reyn, gue mau cobain minum itu dong."tangan Jennie menunjuk sebuah rak berisi aneka jenis minuman beralkohol.
"Kamu pilih aja,disitu juga ada beberapa minuman yang alkoholnya rendah."ucap Reyno tak bergeming atau menoleh ke arah Jennie yang sedang melihat lihat rak minuman itu.
"Gue mau yang ini !! " ucap Jennie sambil mengambil Dua botol Tequila dsn membawanya ke meja.
"Itu tequila alkoholnya lumayan tinggi, gue ngga mau lo sampai mabuk dan bikin gue repot."
"Gak mau! pokonya mau yang ini aja, malam ini gue mau lupain Kevin selamanya ." teriak Jennie dengan keras di tengah tengah laut itu.
Reyno pun akhirnya mengizinkan Jennie untuk meminum Tequila yang ia inginkan,karen ia malas berdebat dengan Jennie yang keras kepala itu.
Jennie membuka botol dan menuangkan Tequila itu ke dalam dua gelas satu untuknya dan satu untuk Reyno . tanpa berpikir Ia pun langsung meminum habis minuman yang ada gelasnya .
"Hei kalo kayak gitu minumnya ,kamu bisa mabuk nanti."ucap Reyno melarang Jennie.
Jennie tak menghiraukan ucap Reyno,ia terus menuangkan tequila kedalam gelasnya,Jennie meminumnya denga satu tegukan .
"Udah stop, kamu udah mabuk tuh." Reyno menjauhkan botol minumanya.
"Ngga mau,gue mau lupain Kevin secepatnya,balikin minuman gue Reyno brengsek,,!!"Jennie meraih botol Tequila yang Reyno pegang."Reyno brengsek,,!!"
Gadis itu terus mengumpat dan hilang kendali.sepertinya Jennie sudah benar-benar mabuk ,Reyno membawa Jennie ke dalam kamar yang sudah disiapkan, karena Jennie sudah dalam keadaan setengah tertidur. langsung saja ia membaringkan badan Jennie di atas ranjang.
Oh Tidakkk!!
Dengan tiba-tiba Jennie bangun dan menjambak rambut Reyno kasar .
"Dasar cowo brengsek,tukang selingkuh! lo harus mati ditangan gue ! " Jennie berteriak,ia meremat kedua bahu Reyno keras,mencakar dan menjambak rambut Reyno.Ia bertingkah sangat liat dan mengerikan.Reyno pun mencoba menyingkirkan tangan Jennie yang menjambak kuat rambutnya.
Huuuuh nih cewe, kalo lagi mabuk bener-bener jauh lebih rese !! nyesel gue kasih izin dia minum ."gumam Reyno dalam hati berniat untuk pergi meninggalkan Jennie.
"Jangan pergi !" ucap Jennie menarik tangan Reyno kembali.
" Lo ngga bisa pergi gitu aja,lo harus jadi pacar gue selamanya Kev. "
Anak itu bergumam kembali,ingin rasanya Reyno mencekik gadis itu kalau saja sedang tidak mabuk.
Ini anak gak hent- hentinya manggil si Brengsek itu lama lama kuping gue panas kalo disini terus.gumam Reyno dalam hati.
"Cium gue Kev! kalo emang lo mau cium ! lo bisa cium gue sepuasnya !"Jennie menarik tangan Reyno,merangkul kuat bahu Reyno dengan kedua tanganya.Gadis itu dalam keadaan bahaya sekarang.
Amara Reyno semakin meledak.Pertahan Reyno mulai runtuh,ia tidak terima dianggap sebagai mantan pacar brengsek itu.
"Cium gue Kev ."lirih Jennie lagi.
"Oke kali ini lo yang minta,gadis kecil..."
Reyno yang telah dibuat geram benar-benar akan melakunya .Ia akhirnya mendekatkan bibirnya ke arah Jennie ia dapat merasakan dengan nyata hembusan nafas Jennie yang tercampur dengan bau alkohol,
Ia menyentuh bibir Jennie perlahan dengan hangat Seraya memeluk Jennie dengan eratnya .
"Kevin cium gue jangan pergi,,!jangan pergi..." lirih Jennie menghentikan ciumanya.
"Ini Reyno Je...Reyno..." tegas Reyno meyakinkan Jennie .
__ADS_1
"Reyno..??"
"Iya Reyno."
Reyno melanjutkan ciumanya lebih dalam lagi membuat Jennie melayang layang seakan terbang ke langit langit .
Dengan kedua nafas yang semakin lama kian memburu ,Jantung mereka pun berdetak sangat cepat.Dalam tubuh mereka seperti ada sengatan listrik yang sedang mengalir dengan cepat,
seperti petir yang sedang sambar menyambar bibir mereka saling beradu cukup lama.
apakah ini yang namanya ciuman pertama? rasanya waktu begitu sangat cepat ketika mereka harus mengakhiri ciuman itu.
Malah itu mereka pun tidur diatas ranjang yang sama tak ada hal lain yang mereka lakukan kecuali tidur setelah ciuman itu terjadi.
Pagi hari Jennie pun terbangun, ia merasa Perutnya begitu sangat mual dan usus ususunya seakan ingin keluar .
Ia mencoba memuntahkan sesuatu dari dalam Perutnya ,tapi tidak ada apapun yang keluar dari dalam perut kosongnya itu, Kepalanya juga terasa sangat sakit dan berat .
Mendengar suara Jennie di kamar mandi Reyno pun terbangun dan menghampiri Jennie, Ia memberikan segelas air putih .
"nih kamu minum air dulu ."ucap Reyno memberi kan segelas air.
Jennie pun meminum air yang diberikan Reyno
Ia mencoba mengingat kejadian semalam tapi sangatlah sulit.
"Reyn semalam gue ngga nyusahin kan ??tanya Jennie dengan perasaan khawatir.
"Coba aja kamu inget inget! "ucap Reyno dingin.
"Gue sedikit lupa, tapi kita ggga ngapa ngapain kan??"
"Menurut kamu,,,??" tanya balik Reyno.
"Reyno gue serius !!"
"Hemmm lo jadiin gue pelampiasan amara,
lo maki maki gue.Lojambak rambut gue! dan ngga lupa juga lo pukulin seluruh badan gue !!
abis itu lo maksa maksa gue buat
nyium lo!! ."Reyno menceritakan detail kejadianya.
"OMG lo serius ??"tapi lo ngga cium gue kan ??"
"Karna lo maksa, ya terpaksa gue cium ,,Bahkan lo minta nambah ." ucap Reyno berbohong pada Jennie.
"Lo jahat banget dasar mesum!!!"umpat Jennie.
Jennie pun mengingat ingat kembali kejadian semalam.Sekarang dia teringat, memang semalam benar bahwa ia telah berciuman dengan Reyno.
" Ya sudah sekarang kamu makan sop ini biar efek mabuknya cepat ilang ."ucap Reyno sambil menikmati Sandwich ditanganya.
"Gue bener bener nyesel udah minum rasanya ngga enak banget."
"Lain kali ngga usah minum lagi, dan jangan berani-berani minum sama orang Lain,Ngerti ,,,!" ancam Reyno.
"Iya ,,!! "Jennie tertunduk malu." mengenai ciuman semalam. gue minta maaf ya,gue bener-bener ngga sadar."
" Ngga masalah.toh kita sama-sama menikmati.kalo lo mau lagi gue bisa kasih ko !" balas Reyno nyeleneh.
Astaga! sontak wajah Jennie langsung terlihat malu,pipinya merah merona mendengar perkataan Reyno.Jantungnya serasa mau copot,tolong selamatkan jantung Jennie.Ya ampun,bisa tidak jangan mengatakan hal memalukan seperti ini.
"Ko merah gitu pipinya ?"
"Reynnnnoo mesummm,,!" teriak Jennie.
•
•
•
Akhirnya kapal mereka pun menepi , Karena Teman yang lainya sudah menunggu untuk kembali pulang ke Kota A . mereka Berdua langsung pulang menuju Villa untuk bersiap membereskan barang barang .
NEXT••••>>>>>>>>>>>>>>>
__ADS_1