
Hallo... akudatang nih...mohon maap yah,kalo aku suka ngambek gila ndakk jelasssss... akutuh cuma mahluk baper yang hidupnya banyak tingkah ..mohon dimaklumi,okay..
Selamat membaca...
***
Selepas acara ngambek-ngambek di atas kapal.Reyno langsung menyuruh nahkoda kapal untuk kembali menepi.Tanpa basa -basi ia langsung berjalan cepat menuju villa,diikuti sang istri yang terlihat santai melihat kemarahan suaminya.Keromantisan sesaat itu berubah menjadi kegiatan ngambek yang tidak mendasar.
Bahkan hingga malam menjelang,Jennie dan Reyno masih saling diam acuh tak acuh.Reyno ngambek gara-gara mantan Jennie yang katanya ngajak balikan,sementara Jennie ngambek karena ponselnya dibuang ke laut oleh Reyno.Tidak ada yang mau mengalah,sampai akhirnya Jennie membulatkan tekadnya untuk menegur suaminya terlebih dahulu.Tentu saja karena ia juga harus meminta Reyno membelikan ponsel baru untuknya.
Dengan sedikit perasaan rindu,akhirnya Jennie masuk ke dalam kamar.Dilihatnya Reyno sedang fokus menatap layar laptopnya,entah sedang apa.Seteleh mengumpulkan semua keberanianya,sepasang kaki indah itu maju selangkah demi selangkah sampai akhirnya berada tepat dibelakang Reyno.Cowok itu masih belum sadar dengan kedatangan Jennie,entah belum sadar atau pura-pura tidak lihat.
"Reyn...."sapa Jennie manja.Kemudian ia berputar lalu duduk tepat di pangkuan suaminya.Tak lupa Jennie menggelayutkan kedua tanganya ala-ala wanita penggoda yang pernah ia lihat di kelab malam.
Jennie sengaja memakai lingeri hitam agar tubuhnya terlihat sensual.Istri manja itu akan segera menggoda laki-laki yang ada dihadapnya.Cara terbaik untuk berbaikan dengan Reyno adalah dengan menawarkan tubuh indahnya.Jennie sangat yakin,Reyno pasti tidak akan mampu menolak untuk yang satu ini.
"Kamu ngapain sih?"gertak Reyno kesal.Cowok itu mencebik,lalu mengangkat tubuh Jennie dari pangkuanya.
Masih mempertontonkan wajah masamnya,Reyno bangkit sambil berjalan menuju ranjang, lalu oa membanting tubuhnya secara kasae dalam posisi tengkurap.Jennie hanya dapat menohok tidak percaya,tubuh indah idaman suaminya dibiarkan nganggur begitu saja.
Huft.Jennie melupakan sebuah poin yang sangat penting.Reyno bukan lagi Reyno yang dulu.Sejak ia hamil,Reyno sering berubah-rubah wataknya,kadang menjadi Reyno,kadang juga kumat seperti wanita yang sedang PMS.
Oke.Sampai sini Jennie masih harus berfikir keras untuk membujuk suaminya.Sabar Jennie,lakukan yang terbaik demi ponsel baru.
"Kamu beneran ngga mau nyentuh aku Reyn?" tanya Jennie dengan nada suara tinggi.Di mana pertanyaanya hanya dijawab dengan suara keheningan.
Masih tidak mau menyerah.Jennie segera naik keatas ranjang.Menindih tubuh suaminya dengan berat tubuhnya.
__ADS_1
"Reyn ... kamu ngga bisa diemin aku kayak gini, dong.Kamu udah buang ponsel aku,masa masih marah cuma gara-gara hal sepele gitu,"
Sepele?
Reyno semakin dibuat marah mendengar kata itu.Hatinya bukan ajang untuk disepelkan.Bgaimanapun juga Reyno tidak dapat menahan rasa cemburu saat mantan pacar istrinya mengajak balikan.
Jadi kalo aku cemburu salah ya?"tanya Reyno sembari membalikan tubuhnya cepat.Lalu mengunci tubuh Jennie di bawah kungkuhanya.
"Bukan gitu,Reyn.Aku cuma ngga mau kita berantem terus kayak gini,Aku minta maaf ya," — Aku mau hape baru soalnya.
"Apa lagi yang kamu sembunyiin selain mantan yang ngajak balikan? jangan-jangan di belakang aku kamu pernah ketemu juga sama dia?"
Bukanya kamu yang kayak gitu,Reyn? — Ingin rasanya Jennie membalikan pertanyaan Reyno kalau saja ia tidak ingat butuh ponsel baru.
"Ngga ada yang aku sembunyiin Reyn," Jennie menggeleng samar." Aku mana berani ketemu sama mantan di belakang kamu," — Emangnya kamu ?😏
"Aku ngga suka liat kamu di tembak sama mantan kamu itu!"
Ingin rasanya Jennie melontarkan kalimat itu namun ia tahan sebisa mungkin.Sekali lagi demi ponsel baru.
"Terus aku harus gimana? aku udah minta maaf sama kamu juga.Coba kamu pikir lagi,aku udah punya suami yang sempurna kayak kamu,Mana mungkin aku milih Kevin si cowok brengs*ek itu.Pasti aku milih kamu,lah!" Karena kamu adalah harta karunku.Imbuhnya dalam hati.
"Kevin itu ibarat iklan yang gak penting buat aku...."
Aku bukan kamu yang masih peduli sama mantan disaat sudah memiliki pasangan.Ingin rasanya Jennie mengucapkan kalimat itu,namun lagi-lagi ditahan.
"Tapi aku masih kesel sama kamu," Reyno mulai merajuk kembali,melepas kungkuhanya lalu berbaring miring di samping Jennie.Cowok itu juga menaruh wajahnya tepat di dada sang istri."Aku maunya kamu jadi milik aku aja,aku ngga rela berbagi kamu sama orang lain.Mau itu cuma chatingan atau apalah,aku ngga suka pokonya,"
__ADS_1
Duh,ya .... malam ini Reyno lebih mirip anak kecil umur lima tahun yang sedang cemburu pada ibunya.Kira- kira seperti itulah keadaanya.
"Kamu manja banget,sih Reyn."
"Entahlah,mungkin bawaan dia...." Reyno mengelus permukaan kulit perut sang istri.
"Jadi dia yang bawa pengaruh buruk buat kamu?" Jennie menyerngitkan dahinya kesal."Apa-apaan bayi itu,masa bikin suami aku jadi kayak bencong begini."
"Iskkk ... kamu itu,ya.Masa manja sedikit aja dikatain bencong.Lagian perubahan ini cuma selama masa kehamilan kamu aja.Nanti juga kembali lagi.Kamu juga sama,suka berubah-rubah sikapnya,lebih mengerikan pula.Jadi intinya kita harus saling memahami perubahan sikap kita masing-masing.Kita harus bisa sama-sama bertahan dengan sikap aneh ini sampai dede kita lahir." terang Reyno.Sementara Jennie mengangguk paham.
"Tapi kamu udah maafin aku, kan?"tanya Jennie kembali.Kemudian ia menjauhkan kepala Reyno yang sibuk mengusak kedua mahkota indahnya seperti anak kucing
"Belum,lah.Kecuali kamu tunjukin dulu kehebatan kamu ..."
"Maksudnya gimana?"
"Jadi kucing liar aku.Kamu sendiri yang niat buat godain suami kamu,loh.Jangan pura-pura polos,aku tahu maksud kamu berpakaian seperti itu."Reyno membalikan tubuhnya dalam posisi tengkurap sembari menutupi kepalanya dengan selimut.Sengaja ia lakukan agar istrinya mau bertindak agresif terlebih dahulu.
"Tunjukin kemampuan kamu di atas ranjang.Baru aku maafin kamu,"ancam Reyno dibalik selimutnya.
Oke.Masalah Jennie sudah terselesaikan.Cowok setengah cewek itu sudah memberinya kode keras untuk permain liar diatas ranjang.
Jadi sekarang tugas Jennie adalah memberikan pelayan plus-plus pada suami yang sedang ngambek.Berat sekali ya,sebenarnya Jennie malas harus melakukan ini.Bertindak seperti badgirl ala-ala wanita liar.Sudah dipastikan malam ini akan jadi perjalanan panjang yang melelakhan.
Sabar Jennie ... demi ponsel baru,harus tahan banting dan rela lembur sedikit...
***
__ADS_1
Nanggung banget yah??
#up lagi gak nih??