Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab: 65


__ADS_3

Selamat membaca.






"Bibi, bukain pintu!" teriak Jennie kesal.Tak ada jawaban hingga gadis itu teriak untuk kedua kalinya."Bibiiiiii..........!"


Manja banget sih? Katy menggeleng kepalanya jijik.Dasar cewe manja!


"Biar aku saja.." sela Katy ketika melihat Jennie hendak beranjak.Ia sengaja melakukan hal ini agar Jennie mau berbaik hati dan tidak mempersulit kedatanganya.


Baguslah.Jarang-jarang gadis itu mau sedikit berbaik hati pada seorang Jennie.


Katy melangkah menuju ambang pintu yang tidak jauh dari tempat ia duduk.Perlahan tanganya mulai memegang handle pintu untuk segera melihat siapa yang sedang bertamu ditengan perdebatan panasnya dengan nyonya rumah gila itu.


Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat perempuan yang sedang berdiri angggun di hadapanya.


"Tania .....?"


Katy sedikit teriak.Hingga suaranya sampai terdengar ditelinga Jennie.Tanpa babibubebo,Jennie segera beranjak untuk menyusul Katy.


"Kak Tania ?"


Sumpah,Jennie sangat terkejut dan hampir mati lemas.Bukan karena kedatangan Tania,melainkan perut Tania yang terlihat besar seperti sedang mengandung.Lima bulan lebih tidak bertemu,sekarang ia datang dengan keadaan seperti ini .


Jennie menatap Tania dengan pandangan nanar.Bibirnya mendadak kelu tak bisa berucap.Lututnya terasa lemas tak bertulang.Ada jutaan pikiran negatif yang berputar-putar dikepalanya.


Cewek itu melamun.Sampai kemudian ia mendengar suara Katy berikutnya.


"Masuk dulu..." Katy mempersilahkan dengan nada bicara dingin ciri khasnya.Andai mereka tahu,ia menjadi pihak paling canggung diantara keduanya.Satu kata yang sudah Katy yakini.


Perang dunia akan segera terjadi.


Katy berjalan menuntun Tania masuk.Gadis itu nampak sudah tidak asing lagi dengan Tania.Tentu saja Katy sangat paham tentang sejarah percintaan antara Reyno dan Tania.Bahkan ia sering dijadikan tempat curhat oleh Reyno.Ya, walau hanya sekedar tempat sharing kebucinan nya.


Apa yang terjadi dengan Jennie?


Cewek itu masih shock dan terpaku menyender di samping pintu.Ia tersentak saat Katy juga ikut menarik tangannya untuk masuk dan duduk.


"Kamu ngapain kesini ?" tanya Katy jutek.Sementara Jennie masih bungkam entah kenapa.


Semenjak Reyn diputuskan oleh Tania,katy jadi benci sekali pada gadis itu.Apa lagi sekarang,ia datang disaat Reyno sudah bahagia.Untuk apa ?


"Seperti yang kamu lihat.Aku hanya ingin bertemu dengan Reyno.Hanya itu."

__ADS_1


"Tania,tidakah kamu berfikir kalau kamu akan menjadi pengganggu dirumah ini? setelah kamu mencampakan Reyno dan pergi bersama laki-laki pilihan kamu.Apakah kamu tidak ada harga diri? Reyno sudah menikah,hidupnya jauh lebih bahagia.Dia tidak butuh kehadiran kamu.Lebih baik kamu segera pergi meninggalkan rumah ini."


"Ini bukan rumah kamu Kat.Kedatangan aku kesini dengan niat baik.Aku hanya—"


"Hanya apa hah?" sela Katy cepat."Hanya mau mengganggu rumah tangga orang! Iya....?"


Disaat seperti ini,Jennie mendadak merasa Katy adalah super hiro.Tak menyangka orang yang paling menyebalkan itu terus membelanya sedari tadi.Suatu tindakan yang tak diduga,Jennie pikir Katy akan membullynya.Bagaimana pun juga Tania dan Katy terlihat seperti sudah lama saling kenal.


Stop memikirkan Katy yang mendadak jadi super hiro.Ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.Jennie harus segera bertanya.


"Kamu hamil ?" tanya Jennie lemah.Ia memang selalu mendadak lemah lembut saat berbicara dengan Tania.Entah kenapa ?


"Anak Reyno kah?" tanya Jennie lagi.Bahkan ia belum mendengar jawaban dari pertanyaanya yang pertama.


"Apa yang kamu pikirkan tidaklah salah.Apakah Reyno sudah pernah cerita tentang malam itu?" Tania tersenyum polos sebelum mulai bicara kembali."Aku tahu Reyno sangat jujur dan polos.Pasti dia sudah cerita tentang kecelakaan malam itu."


"Tunggu dulu,apa yang sedang kalian bicarakan sebenarnya?" sela Katy tidak paham sama sekali.


"Aku sedang mengandung anak Reyno lima bulan.Kami melakukanya tanpa sengaja,kedatanganku kemari hanya ingin menyampaikan hal ini saja.Aku tidak bermaksud untuk mengganggu rumah tangga kalian."


Katy melirik kearah Jennie.Ia penasaran bagaimana dengan keadaan hati anak itu sekarang.Dilihat dari raut wajahnya,cewek itu tampak diam tak bergeming,sedikit terpancar aura ketegaran diwajahnya.


Kemana Jennie yang suka salah paham dan cemburu buta.Disaat serius seperti ini,cewek itu dapat menunjukan sikap tenang tanpa beban.


Akting yang luar biasa.Jika itu Katy,mungkin sudah marah-marah atau menampar Tania berkali-kali.


"Reyno sedang tidur.Bicaralah jika ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan."


"Kak Tania,jika bayi itu adalah anak kamu dan Reyno.Mungkin kalian berdua harus menikah.Aku Tid—"


"Jennie jangan gila.....!"potong Katy cepat.


"Aku ngga gila.Aku rela berbagi suami dengan dia."_ tapi aku ngga akan rela berbagi hati suami aku dengan kamu.


"Ehemm." Reyno berdeham keras hingga tiga wanita itu menoleh ke arahnya.


"Kat,tolong bawa istri aku kekamarnya." Reyno menekan keras kata *istri* saat mengatakanya.


Tanpa membantah,Jennie dan Katy langsung pergi menuju kamarnya.Sepanjang menuntun Jennie menuju kamar,cewek itu masih diam tak bersuara.


Baru lah saat ia sudah sampai kedalam kamar.Cewek itu langsung membanting tubuhnya secara kasar. menyembunyikan wajahnya kedalam bantal.Ia mulai meraung-raung di dalamnya.Walau suaranya terhalang oleh sebuah bantal,tapi Katy dapat merasakan rauman keras yang keluar dari bibir itu.


Ada sekitar tiga puluh menit Jennie stay dalam balutan bantal yang menutupi permukaan wajahnya.Sampai akhirnya ia lelah,kemudian bangun lalu mendudukan tubuhnya.


"Kat ..." bibir bergetar saat menyebut nama Katy."Aku harus gimana ?" tanya Jennie di tenga isak tangis.


"Sudah.Jangan dipikirkan.Hubungan Reyno dan Tania sudah berakhir.Reyno tidak mungkin mau menikah denganya." Katy memeluk tubuh kecil Jennie untuk sekedar menenangkan cewek itu.


Sumpah demi apapun,katy bukanlah orang yang pintar menenangkan wanita yang sedang menangis.Mengapa ia harus datang kemari?

__ADS_1


Ahhk.otaknya serasa mau pecah.Bagaimana ini ?


"Tapi bagaimana dengan anaknya.Justru aku adalah orang yang jahat kalau sampai jadi penghalang mereka.Bagaimana pun juga Tania sedang mengandung anak Reyno."


Astaga ?


Katy melongo takjub mendengar kalimat yang diucapkan anak itu.Bahkan,Katy tidak pernah memikirkan soal Tania yang sedang hamil.Bagaimana bisa anak itu bersikap sok baik seperti ini.


"Memang kamu rela kalau Reyno menikah lagi ?"tanya Katy ragu-ragu.Ada jeda sesaat sebelum Jennie mulai menjawab.


"Tujuanya adalah untuk hal ini.Jika Tania sengaja menjebak Reyno dengan membuat dirinya hamil,berarti ia ingin menikah dengan Reyno. Dan aku akan memberikan kesempatan untuk Tania."


"Maksudnya?"


Sumpah Katy tidak paham dengan pikiran anak sembilan belas tahun ini.


"Sebelumnya Reyno sudah pernah cerita akan kejadian dimalam itu.Sebagai wanita aku sudah mempersiapkan hatiku sekuat mungkin jika suatu saat Tania datang dalam keadaan hamil.Aku kira aku tidak akan kaget atau menangis.Tapi hati aku terlalu lemah untuk menerima keadaan ini."


Tidak....tidak.


Hati kamu jauh lebih kuat dari yang ku bayangkan.Kamu wanita istimewa.Bahkan jika aku menjadi kamu.Aku mungkin akan marah dan mengamuk.Katy bergumam dalam hatinya.


"Bayi itu tidak bersalah.Dia pantas mendapatkan pertanggung jawaban dari ayahnya."


Tak menyangka anak yang taunya hidup enak dan tukang shoping ini ternyata punya hati yang mulia.Untuk wanita seusia Jennie,ia termasuk dalam kategori wanita hebat.


Bahkan jika itu Katy,ia tidak akan sanggup menerima semua kejadian ini.


"Kamu sudah yakin dengan keputusan ini?"


Jennie tersenyum lalu menghapus sisa air mata yang membasahi pipinya."Aku sudah memikirkan hal ini sebelumnya.Walau tadi aku sedikit shock dan kaget,tapi sekarang aku sudah dapat memutuskan.Reyno harus bertanggung jawab pada anak didalam kandungan Tania."


"Kenapa kamu mau melakukan semua ini?"






Sesekali menampilkan bab yang agak sedih konfliknya yah...jangan lucu melulu.


Author mohon maaf atas segalanya...


Semoga kalian dapat mengharga setiap bab cerita yang saya tulis.Saya selalu berusaha memberi yang terbaik,Dunia ini tidak akan lengkap jika hanya ada kebahagiaan.


Terima kasih

__ADS_1


❤❤


Ana.


__ADS_2