Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab:81


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA..selamat belajar juga bagi calon ibu yang membaca bab ini.


Yuhuuuuuu...


Cekidotz


••..


••


🍁🍁🍁


Setelah melihat Jennie mulai tertidur,suster segera membawa Jennie keruangan lainya.Karena ruangan yang sekarang sudah porak poranda tidak jelas.Sementara Reyno segera berjalan mengikuti dokter menuju ruanganya.Dua pria itu masuk lalu menghilang dibalik pintu bertuliskan 'Ruang Dokter'.


"Silahkan duduk." Dokter itupun memperselikahkan Reyno duduk diikuti dengan gerakan tanganya.Dokter itu juga duduk dikursinya sendiri.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan istri saya dok?" Reyno berbicara sembari menarik kursi lalu duduk saling berhadapan dengan pak Dokter.


"Apakah tadi anda menceritakan tentang kehamilan istri anda padanya?"tanya dokter mulai mengintrogasi.


"Iya Dok,maksud saya memberitahu agar dia senang."tutur Reyno apa adanya.


"Hmmmm." Dokter berdeham sembari menganggguk paham."Dari yang saya lihat sepertinya istri anda mengalam tokophobia primary."


Ya Tuhan...


penyakit apa lagi itu?namanya aneh sekali.Reyno bergumam sedih dalam hatinya.


"Kalau boleh tahu,apa itu tokophobia? apa itu berbahaya dok?" tanya Reyno penasaran.Hatinya berkecamuk penuh rasa tidak tenang.


"Tokophobia primary adalah rasa takut tidak wajar terhadap kehamilan dan persalinan yang terjadi pada wanita yang belum pernah hamil atau melahirkan sama sekali.Fobia ini biasanya muncul disaat usia remaja.Kondisi dimana istri anda mengalami serangan kepanikan karena mendengar tentang kehamilanya."


"Apakah itu berbahaya dok? masih bisa diobati kah?"tanya Reyno lagi.


Demi apapun cowok itu sangat gelisah.Mengapa harus ada hal seperti ini ditengah-tengah kebahagianya mendapatkan calon momongan?


"Tidak berbahaya,hanya saja mentalnya belum dapat menerima kedatangan calon bayi di hidupnya.Apa lagi istri anda masih tergolong usia remaja."

__ADS_1


"Lantas bagaimana cara menyembuhkanya,dok?"


"Istri anda mengalami semacam depresi,ada kepanikan dan rasa gelis saat mengetahui dirinya hamil.Cara terbaik untuk mengobatinya adalah dengan melakukan terapi psikolog.Juga harus ada dukungan yang dilakukan lingkungan sekita,suami orang tua dan sahabatnya.Contohnya seperti memberikan pelajaran edukasi tentang kehamilan,membangun jati dirinya sebagai calon ibu dan juga mengajarkan kasih sayang terhadap calon bayinya."


"Tapi dok,saya pribadi masih belum paham bagaiamana caranya memberikan terapi psikolog untuk istri saya.Terlebih saya juga tidak mengerti bagaimana caranya menangani istri yang sedang hamil.Apa lagi dengan keadaan toko—"bicaranya terjeda,memikirkan kalima asing yang sangat susah diucapkan. "...tokopedia atau apa tadi ya dok?" tanya Reyno polos.


Duh,pak dokter jadi gemas melihat ekspresi calon papih muda itu.


"Tokophobia primary." terang dokter itu sekali lagi.


"Hehehe maaf dok,saya masih asing mendengar istilah itu." Reyno menggaruk kepala belakangnya canggung.


"Banyak-banyak belajar dan membaca buku panduan hamil ya...nanti anda juga dapat menemani istri anda mengikuti kelas ibu hamil.Sebagai calon ayah,anda juga akan mendapat banyak pembelajaran disana."


"Jadi anak saya laki-laki atau perempuan dok?"


Ya Ampun.Sang dokter menepuk jidatnya gemas.Bukanya memahami ucapan dokter malah menanyakan jenis kelamin bayinya.


Penting banget ya? harus ditanyakan sekarang juga.Aduh,dasar bocah kemarin sore jadi calon papah dadakan.Ya begini...😏


"Tapi kalau mau berhubungan itu boleh kan dok?"


Duh...duh...duh...


Sang dokter semakin geram saja dengan pertanyaan Reyno.Dasar otak pria,selalu saja hal seperti itu yang dipentingkan.


Untung ada binar mata polos penuh harapan yang Reyno tunjukan saat mengatakan hal itu.Kalau tidak,mungkin dokter akan marah pada bocah laki-laki yang akan segera menjadi ayah katanya.


Sang doktker mulai menerangkan lagi."Harusnya si bisa ya...saya hanya dokter umum.Untuk selanjutnya,istri anda harus diperiksa langsung oleh dokter kandungan.Nanti akan saya buatkan surat lanjutan pemeriksaan pada bagian OBGYN."


"Permisi pak." seorang suster tiba-tiba masuk lalu kedua pria itu langsung menoleh kearahnya."Maaf dok,pasien atas nama nyonya Jennie sudah sadar,beliau menanyakan keberadaan suaminya." tutur suster itu kemudian.


"Terima kasih suster." sang dokter lalu berdiri."Sebaiknya anda melihat keadaan istri anda terlebih dahulu.Mengenai hal lainya dapat dibicarakan nanti."


"Iya,dok saya permisi dulu." Reyno berpamitan lalu berbalik badan ,mengikuti suster menuju ruangan baru istrinya.


Sampailah ia pada ruangan baru yang terletak dilantai dua.Kamar yang nuansanya sama seperti tadi.namun masih aman,Jennie sepertinya tidak mengamuk lagi.

__ADS_1


Reyno masuk menghampiri Jennie yang sedang tidur terlentang menatapi langit-langit diatasnya.Wajahnya terlihat sendu.Efek obat penenenang yang diberikan hanya mampu membuat ia tidur sebentar,selanjutnya Jennie akan merasakan efek lemas pada tubuhnya.Sengaja dilakukan agar cewek ity tidak memberontak lagi.


"Maafin aku ya." lirih Reyno lemah.Jennie masih menatapnya dengan linangan air mata."Jangan takut,aku ada bersama kamu."


"Peluk aku Reyn."rengeknya.


Lantas Reyno segera naik keatas ranjang lalu berbaring disamping Jennie.Reyno membalikan tubuh Jennie sampai mereka berhadapan.Lalu menarik tubuh lemah itu kedalam pelukanya.


"Aku mau mommy...aku mau ketemu mommy." jennie merengek lagi.


Dipikir-pikir memang sudah sangat lama anak itu tidak bertemu dengan ibunya.Terakhir ketemu saat mereka dinikahkan delapan bulan yang lalu.Disaat mentalnya sangat kacau seperti ini,wajar jika anak itu membutuhkan ibunya.


"Maaf ya sayang.Untuk sementara belum bisa mengabari mommy kamu."ucap Reyno kemudian.


Jika diberi tahu tentang keadaan anaknya sekarang, pasti mommy Jennie langsung pulang.Tapi rasanya tidak mungkin,ada Tania dirumah itu.Reyno belum siap menceritakan tentang masalah Tania pada keluarga besarnya.


"Reyn,aku mau ketemu mommy.Tolong hubungi mommy agar pulang.Aku kangen sama mommy."rengeknya lemah.


Tak ada pergerakan pada tubuh Jennie selain mata yang sesekali berkedip,juga bibir yang dipaksakanya untuk berbicar.Jennie menyatu lemas dalam dekapan suami.Tempat yang dikatanya paling nyaman sedunia.


Reyno tahu ia egois.Apalagi disaat keadaan istrinya yang tidak bisa diajak bicara secara bijak.Mentalnya sedang terganggu,tidak mungkin menjelaskan secara logika pada anak itu.Jennie tidak akan memahami keadaan Reyno yang sedang terhimpit batu masalah.


"Reyn aku takut dia...aku takut hamil." Jennie menggerakan sedikit kepalanya. membenamkan secara dalam di dada suaminya.


"Tenanglah,dia akan hadir membawa cinta dihidup kita.Tidak perlu takut,kamu akan segera menjadi wanita yang sempurna.Aku yakin kamu adalah wanita hebat.Kamu mampu menghadapi segala masalah sebesar apapun.Jennie istri hebat Reyno,fighting sayang." Reyno menyemangati sebisa mungkin.Walau ia tahu mungkin Jennie tidak dapat menerima perkataanya.







Bab ini aku ambil dari kisah nyata seseorang yang hidup di belahan bumi lainya.Adakah diantara kalian yang mengalami hal semacam ini pada masa kehamilan? takut hamil.Yang kurang paham boleh lihat gugel...

__ADS_1


__ADS_2