
SELAMAT MEMBACA...tadinya mau aku upload besok...tapi kayaknya diupload sekarang biar ga nanggung...okee
cekidotzzz
•
•
•
•
Katy mendadak simpati pada cewek yang selama ini ia benci.Entah mungkin naluri wanita atau apa,yang jelas hatinya ikut merasakan sakit,dada sesak menyaksikan kejadian ini.
Katy seperti merasakan cobaan pahit yang sedang di alami oleh Jennie.Di usianya yang masih remaja,harus menikah dan mendapati suaminya menghamili perempuan lain.Jennie sama sekali belum pantas mengalami kejadian semacam ini.Anak itu masih kecil,bahkan teman sebayanya masih sibuk kuliah dan bersenang-senang.
Menikah adalah hal yang tak seharusnya ia lakukan di usia sedini itu.Apa lagi jika harus berbagi suami dengan wanita lain.Wanita yang dulu pernah menghiasi hati suaminya.
Ahkk.Jangankan menikahi mantan pacaranya,sekedar menyapa melalui media sosial saja mungkin wanita sudah marah dan cemburu.
"Kenapa kamu mau melakukan semua ini?"
"Kat,dulu aku pernah jatuh dan terpuruk karena kecelakaan yang membuat kaki ku lumpuh.Reyno adalah orang yang selalu menyemangatiku.Aku merasa hidup kembali berkat Reyno.Ia tidak pernah meninggalkanku walau ia tahu keadaanku seperti itu.Bahkan Reyno selalu merawatku hingga keadaanku semakin membaik.Andai tidak ada Reyno,mungkin aku tidak akan memiliki semangat hidup lagi.Dan mungkin juga aku sudah mati kala itu."
"Ini adalah saatnya aku membalas segala kebaikan Reyno.Aku tahu Reyno jauh lebih kacau keadaanya.Pasti dia bingung harus apa sekarang.Dan ini saatnya aku mendukung Reyno agar menjadi ayah yang bertanggung jawab."
"Tapi kenapa harus dengan menikah? bukankah kebutuhan finansial saja sudah cukup.Reyno hanya perlu merawat dan membiayai bayi itu."
"Karena tali perjodohan yang mengikat kami membuat seseorang harus tersingkir dari jalan cerita ini.Andai aku tidak dijodohkan dengan Reyno,mungkin Tania tidak akan memiliki nasib seperti ini.Jika aku adalah Tania,mungkin saja aku bisa melakukan hal yang lebih gila dari ini.Anggap saja dengan aku mengizinkan mereka menikah,aku sedang menebus semua dosa-dosaku karena sudah memisahkan mereka berdua."
"CUKUP....!!"
Reyno berdiri diambang pintu dengan raut wajah yang kacau balau.Terlihat jelas bahwa cowok itu sedang frustasi.Hatinya sakit kekita mendengar setiap kalimat yang diucapkan sang istri.
Kakek Reyno tidak salah dalam memilihkan kandidat istri untuk dirinya.Jennie adalah wanita yang sangat tangguh,ia tahu bagaiama caranya mengatur perasaan dan emosionalnya.
Jennie tahu kapan ia harus marah,kapan ia boleh cemburu dan kapan ia bersikap bijaksana seperti ini.
"Kat,tolong tinggalkan kami berdua.Tania ada dibawah,tolong urus dan bawa dia kemanapun terserah kamu."
__ADS_1
Huuh.nasib sebagai sekertaris pribadi memang tidak enak.Demi apapun Katy sangat malas melihat wajah perempuan ular itu.
"Reyn,kamu dengar percakapan aku tadi?" lirih Jennie ketika Katy baru saja pergi.
"Maafkan aku....maafkan aku...maafkan aku." Reyno bersimpuh dipangkuan sang istri.Ia menangis dengan perasaan luka yang sangat dalam.Tidak ada kata lain yang ia ucapkan selain kata *Maaf*.
"Reyn,ayolah.Aku tidak marah dengan semua ini.Kamu sudah jujur dari awal.Aku tidak akan menyalahkan suamiku yang tampan ini."Jennie merangkuh wajah sang suami."Bangunlah,tidak perlu melakukan hal seperti itu."
Hati Jennie memang sakit,tapi ia berusaha tegar demi sang suami.
"Tidak akan ada pernikahan kedua.Aku tidak akan menikah dengan Tania.Aku hanya mencintaimu.Hanya Jennie...hanya Jennie seorang yang Reyno cintai."
"Tapi kamu harus belajar bertanggung jawab.Anak itu tidak berdosa,andai aku yang ada diposisi Tania,apa kamu tidak akan tanggung jawab juga?"
"Aku tidak yakin anak itu adalah darah dagingku."
Jelas Reyno sangat yakin.Ia memang pernah satu ranjang dalam keadaan polos bersama Tania,tapi ia yakin tidak melakukan hal bejad itu.
"Itu bukan anaku,aku tidak akan mengakuinya sebagai anak kandungku."
"Reyn," Jennie menarik Reyno dari posisinya yang sedang bersimpuh.Mengajaknya duduk disebelahnya."Aku mau dipeluk."
Jennie sendiri juga tidak tahu kenapa melakukan hal seperti ini.Seperti ada sesuatu yang mendorongnya untuk memaksa Reyno menikahi Tania.
Entah dorongan dari mana.Ia mendadak jadi wanita yang lemah lembut dan bijaksana seperti ini.
"Reyn,aku akan selalu ada disamping kamu.Aku ngga akan biarin kamu menghadapi masalah sebesar ini.Walau kamu menikah dengan Tania,ngga akan merubah perasaan aku ke kamu."
Jelas perjodohan adalah suatu hal yang salah.Inilah resiko yang harus diterima dalam hubungan perjodohan.Walau akhirnya mereka dapat menerima dan saling jatuh cinta.Akan ada masa lalu yang tidak dapat menerima takdir semacam ini.
"Kenapa aku harus menikah?Aku bisa tanggung jawab dan mengakuinya sebagai anak bila perlu.Tapi tidak harus menikah."
Reyno tahu Jennie bukanlah orang sembarangan yang dapat memutuskan hal gila semacam ini.Entah apa yang ada dipikiran Jennie,yang jelas otak Reyno mendadak buntu,jangankan menebak isi pikiran istrinya,memikirkan hal yang baru terjadi saja sudah membuat pria itu nyaris shock.
"Menikah dengan kamu adalah hal yang dia inginkan.Tania rela menjebak kamu demi keinginanya.Dengan menikah,mungkin dia akan berhenti mengganggu rumah tangga kita.Aku akan perlihatkan pada Tania,cinta aku ke kamu tulus.Aku tidak akan pergi walau keadaan kamu sedang seperti ini."
"Baiklah,aku akan menikahinya.Tapi bukan karena Tania.Semua itu aku lakukan atas dasar permintaan kamu.Tapi aku tidak dapat memberinya gelas istri sah seperti kamu,aku hanya bisa menikahi Tania secara siri."
"Terserah...aku ngga masalah." Jennie merebahkan tubuh Reyno diatas ranjang.Kemudian ia ikut berbaring dan menaruh kepalanya di lengan sang suami.
__ADS_1
"Aku cape Reyn.Aku cuma mau dipeluk kamu saat ini.Cuma itu yang aku butuh.Lupain masalah ini sejenak.Aku mau ngobrol sama kamu sambil pelukan.Aku mau kita bersikap seperti tidak ada hal buruk yang terjadi hari ini."
"Maafin aku." lirihnya lembut.
"Reyn,kamu tau ngga apa yang aku rasain saat ini?"
"Apa ?" Reyno pura-pura bertanya.Ia hanya ingin menuruti permintaan sang istri.Bersikap romantis,seperti tidak ada sesuatu yang terjadi hari ini.
"Hari ini aku semakin cinta sama kamu.Aku ngerasa cinta aku tumbuh berkali-kali lipat.Sampai aku ngga bisa ngukur seberapa banyak perasaan cinta aku ke kamu." Jennie membelai wajah Reyno penuh cinta."Aku sayang kamu Reyn "lirihnya.
Cewek itu tersenyum.Ada linangan air mata saat Jennie mengatakanya.😢
Pintar.
Wanita ini sungguh pintar menyembunyikan rasa sakitnya.Ia mengucapkan kalimat-kalimat romantis untuk menutupi luka dihatinya.
"Aku lebih mencintaimu dari apapun."balas Reyno.Jujur hatinya masih dipenuri rasa yang berkecamuk.Mana bisa ia bermesraan disaat istrinya sedang terluka parah.
Jennie mulai mengajak Reyno untuk bercanda ria.Lama-kelamaan ia mulai berceloteh.Membicarakan masa depanya,membicarakan anak cucu,hingga membicarakan masa tuanya.
Mereka berdua benar-benar bersikap seolah tidak ada hal yang pernah terjadi.Saling menyembunyikan luka masing-masing,dengan melontarkan ribuan gombalan romantis.
Mungkin hal seperti ini hanya mereka yang dapat melakukanya.Entah,apakah ada orang lain yang melakukan hal semacam ini untuk menutupi masalahnya.
•
•
•
•
Boleh ngejudge tokoh di novel ini.Tapi jangan hujat aku yahh.....aku cuma penulis amatiran yang mungkin kurang berbakat.
Terima kasih.
❤
Ana.
__ADS_1