Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab 54


__ADS_3

Setelah dua bulan berlalu,bahtera rumah tangga konyol mereka mulai berjalan seperti pasangan suami istri pada umumnya.Reyno mulai aktif bekerja sembari kuliah,sedangkan Jennie sudah aktif kembali berangkat ke kampus seperti dulu lagi.Untuk sementara seperti itu dulu kesibukan yang sedang mereka jalani.


Sedangkan masalah ranjang,tetap saja mereka masih sering bertengkar terlebih dahulu sebelum melakukanya.Kalau Reyno sedang ingin,Jennie sering menolak sebagai bentuk balas dendamnya.Dan jika Jennie yang sedang menginginkanya,Reyno selalu memaksa gadis itu untuk lebih agresif dan berinisiatif terlebih dahulu.Ya begitulah,sudah menjadi ciri khas kedua mahluk itu memang seperti itu.


Untuk masalah ruang tidur.Karena tidak ada yang mau mengalah,Reyno dan Jennie saling bergantian,satu hari tidur dikamar Jennie,satu hari tidur dikamar Reyno.Entah hal apa yang membuat mereka tidak bisa mengalah dan tetap mempertahankan kamar mereka masing-masing.


Bicara mengenai Tania,kini sudah tidak ada lagi kabar tentang Tania.Setelah mengganti nomer ponsel dan menghapus semua akses dari Tania,kini Jennie dan Reyno hidup aman tanpa sosok pelakor.Jennie juga sudah hampir melupakan kejadian waktu itu,bahkan hati cewek itu sekarang jauh lebih kuat.Semua hal yang sudah terjadi membuat Jennie sadar,begitu banyak wanita yang berusaha menggeser posisinya.Dan kali ini ia tidak akan terpancing oleh trik murahan dalam bentuk apapun.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



Sesuai kesepakatan yang sudah dijanjikan oleh Reyno waktu itu.Hari ini adalah hari pertama Jennie berkenalan dengan dunia kerja di perusahaan suaminya.Setelah turun dari mobil, tepat didepan loby gedung tinggi kantor pusat X1X,kedatangan Jennie segera disambut oleh seorang laki-laki yang mengaku sebagai bawahan Farhan.Farhan adalah direktur sementara di perusahaan Reyno,alias asisten yang pernah dibicarakan mamah Dina waktu itu.


Bersama seorang pria yang menemuinya tadi,cewek itu berjalan menuju ruang direktur untuk bertemu Farhan pagi ini.Reyno sedang tidak ada ditempat saat ini.Walau ia adalah seorang CEO dari perusahaan X1X,tapi ia belum sepenuhnya terjun karena masih sibuk dengan kuliahnya.Reyno hanya melakukan beberapa kegiatan penting yang memang harus ia sendiri yang menangani.


"Selamat pagi nona Jennie." sapa Farhan begitu melihat Jennie masuk kedalam ruanganya."Silahkan duduk,ada beberapa poin yang harus saya sampaikan pada nona."


"Pagi pak Farhan."Jennie melihat sekeliling,memperhatikan satu persatu desain interior dan tata letak ruangan tersebut.


"Tidak usah sungkan,panggil saja saya Farhan jika tidak ada orang.Saya hanyalah seorang asisten yang diminta untuk menjadi direktur sementara." terang pria itu seadanya.Dinilai dari gaya bicaranya,asisten farhan terlihat santai dan sepertinya orangnya asik.


"Baik pak,maksudnya...boleh saya panggil kaka saja? sepertinya umur anda dan saya tidak terlalu berbeda jauh."


"Jangan-jangan !.kalo gitu lebih baik panggil saya pak saja..."Farhan ketakutan.Kata kaka terlalu akrab untuk seorang bawahan seperti dirinya,ia takut menimbulkan kesalah pahaman antara ia dengan bosnya nanti.Sementara Jennir hanya terkekeh melihat tingkah farhan yang tiba-tiba panik.


Farhan mulai berbicara kembali."Pertama, ada hal yang harus saya sampaikan terlebih dahulu sebelum nona mulai bekerja dikantor ini.Sesuai dengan amanah tuan Reyno,nona Jennie akan bekerja di bagian staff biasa dikantor ini.Dan satu lagi,demi kenyamanan bersama,sebaiknya nona tidak mengekpos jati diri nona yang sebenarnya.Dalam arti,nona Jennie sebaiknya tidak memberi tahu siapapun bahwa nona adalah istri dari tuan Reyno."


"Baik,saya mengerti."jawab Jennie serius.


"Oh ya,nona Jennie juga tidak akan mendapat perlakuan khusus dalam bekerja dikantor ini.Semua staff akan diperlakukan sama termasuk nona.Jika suatu saat nona Jennie melakukan kesalahan disaat bekerja,nona akan mendapat hukuman dari ketua staff di divisi anda."terang Farhan hati-hati.


Reyno memang sengaja tidak membedakan Jennie dengan kariawan lainya,tujuanya agar gadis itu tidaj betah lalu menyerah.Karena terus terang ia masih belum yakin dengan kinerja Jennie saat ini.


"Ok,saya tidak keberatan."


"Satu hal terakhir,tuan Reyno biasanya sangat tegas dan disiplin dalam urusan kantor,jadi sebaiknya nona bekerja dengan sangat serius.Tidak ada suami istri disini,nona harus berusaha keras untuk menyelesaikan segala pekerjaan nona.Dan tolong jangan diambil hati jika nantinya tuan atau saya memarahi nona,karena ini adalah kebiasan kami.Tanpa perilaku yang seperti ini,perusahaan kita tidak akan mungkin dapat mencapai kesuksesan seperti ini."

__ADS_1


"Oke,oke.." Jennie mulai bosan dengan segala ocehan Farhan,ternyata pria itu sangat bawel.


Di pintu sebelah sana." Farhan menunjuk sebuah pintu besar yang ada disebelah kiri, berjarak sekitar 5 meter dari meja kerjanya."Itu adalah pintu menuju ruang kerja pribadi tuan Reyno.Jika nanti nona ada keperluan mendesak untuk bertemu,nona harus meminta izin kepada saya atau katy."


"Oh ya,Reyno kemana ?" tanya Jennie santai.Farhan sedikit kaget ketika mendengar Jennie menyebut nama Reyno begitu saja.Diseluruh gedung itu,hanya Jennie seoranglah yang berani menyebut Reyno dengan sebutan namanya saja.


"Tuan muda Reyno sedang rapat bersama nona katy diluar." jawab Farhan jujur.


Jennie hanya mengangguk santai mendengar jawaban dari Farhan.Sebenarnya ia sedikit penasaran dengan sosok katy.Seperti apa rupanya ?


"Nona,silahkan mulai berbaur dengan kariawan lainya,meja kerja nona Jennie sudah disiapkan di luar ruangan ini ."


"Oke,kalo begitu saya harus apa sekarang ?"


"Hari ini nona harus mempelajari agenda perusahaan." Farhan menyodorkan setumpuk buku-buku tebal pada Jennie.Dimana mata cewek itu langsung terbelakak melihat tumpukan buku sebanyak itu.


"Sebanyak ini ?" Jennie menatap jengah Farhan.Ternyata bekerja tidak semudah yang ia bayangkan.Pantas saja di kamar Reyno banyak sekali buku yang menggunung seperti perpustakaan.


"Iya nona."jawab farhan dengan senyuman.


"Baiklah,kalau gitu saya permisi." Jennie segera berjalan keluar.Seseorang sudah menghadangnya didepan pintu begitu ia keluar.


"Terimakasih,nama saya Jennie." jawabnya ala kadar.Jennie segera berjalan menuju meja kerjanya,ia menaruh tumpukan buka diatas meja lalu merapihkan sedikit tata letak benda yang ada diatas mejanya.Setelah terlihat rapih,cewek itu segera menarik kursi lalu duduk dan meletakan tasnya disisi meja kerjanya.


Perlahan ia mulai membuka selembar demi lembar buku tebal itu dengan semangat.Hanya satu jam pertama ia dapat bertahan dengan bacaan menyebalkan seperti itu,satu jam kemudian ia mulai jenuh dan sakit mata. Duduknya mulai gusar membaca buku tebal dengan tulisan kecil-kecil yang memusingkan,sama sekali tidak terdapat gambar di semua buku itu.Baru satu jam bekerja cewek itu sudah mulai bosan dengan suasana seperti itu.


Sebuah tekanan kaget untuk seorang cewek yang hidunya hanya tau menggambar dan berbelanja di mall.Kini ia harus belajar memahami agenda dan struktur perusahaan yang ternya sampai sebanyak itu.Sejenak ia menyesali permintaanya untuk bekerja di perusahaan Reyno,lebih baik ia belanja sepuasnya.Untuk apa bekerja ? huuh menyebalkan...


Sekitar pukul 10:00 Reyno dan Katy sudah tiba diperusahaan.Cowok itu berjalan dengan begitu dingin dan menyeramkan,persis seperti pertama kali Reyno dan Jennie bertemu kala itu.Disampingnya ada asisten yang sangat cantik dan anggun disetiap ayunan langkahnya.


"Selamat pagi tuan Reyno." semua staff berdiri menyapa begitu Reyno telah tiba diruangan itu.


"Ehmm.." salah satu staff wanita yang ada disamping Jennie berdeham memberikan isyarat pada Jennie yang sedang tertunduk dalam lamunan.Pasalnya,hanya Jennie sendirilah yang masih duduk dan tidak menyambut kedatangan Reyno.Bahkan ia menjadi pusat perhatian semua staff karena masih duduk dengan santai.


Jennie tersadar dari lamunanya,ia segera berdiri seperti yang lainya,kemudian ia menyapa Reyno dengan gayanya sendiri."Pagi tuan Reyno." ia celingukan melihat sekitar yang ternyata sudah berdiri sedari tadi.Jennie tersenyum kikuk dengan tingkah lucu.


Sontak semua yang ada ruang itu melongo kaget,ia menyapa Reyno seperti seorang anak kecil yang menggemaskan.Sama sekali tidak terlihat segan ataupun takut.

__ADS_1


Apalagi pakaian yang ia pakai,sama sekali tidak mencerminkan seorang wanita karir,Jennie jauh lebih cocok menjadi seorang model.


"Pagi semuanya." Reyno berkata dingin,namun terlihat sangat berwibawa.Selikas ia melirik ke arah Jennie yang sedang berdiri lucu menatapnya.Kemudian cowok itu berlalu pergi menuju ruang kerjanya bersama Katy.


Semua kariawan baru mulai duduk saat Reyno sudah masuk kedalam ruanganya.Mereka terlihat takut dan segan melihat Reyno.


"Hai." seorang staff wanita yang tadi sempat berdeham langsung datang menghampiri meja kerja Jennie."kamu pasti kariawan baru yah,yang tadi itu tuan muda Reyno sama nona Katy."


"Tuan muda ?" kata tuan terdengar sangat aneh ditelinga Jennie.


"Iya tuan muda Reyno.Kalo nona katy adalah asisten pribadi tuan." terang wanita itu ."Lain kali kamu jangan sampe ngelamun kaya tadi yah,kalau ada tuan muda Reyno kamu harus sigap berdiri,pak Farhan akan marah kalau kita tidak tegas."


"Hemm,jadi apa Reyno selalu dingin dan seram gini di kantor?" upsss! Jennie tidak sadar menyebut nama Reyno didepan teman barunya.Dimana kemudian cewek itu langsung menepuk pundak Jennie sedikit keras.


"Hei,dia itu bos muda kita,jangan sembarangan memanggil.Pak farhan mewajibkan kita untuk memanggilnya tuan muda Reyno.Kalau ketahuan tidak sopan kamu akan dimarahi." staff wanita itu menjelaskan.Entah mengapa,sangat susah mengucap kata tuan muda dari bibir itu.Rasanya sangat kelu dan tidak terbiasa.


"Iya maaf." Jennie menyeringai dengan senyuman.


"Tuan muda memang sangat dingin dan seram,jarang sekali tersenyum.Tapi dia sangat tampan bukan ? ia sangat cocok sekali bersanding dengan nona katy yang sangat anggun.Coba kamu perhatikan,bukankan mereka terlihat sangat serasi--"


"Maaf,saya tidak suka bergosip." Jennie segera membaca bukunya kembali.Staff wanita itu telah berhasil menyulut api kemarahan pada diri Jennie saat ini.Hawa panas membakar hatinya seketika.


Apakah ia harus menambkan nama Katy dalam daftar wanita berbahaya selanjutnya ?






*Hai semuanya.


minta dukungan like dan vote nya yah..


jangan lupa tinggalin jejak komentar kalian dibawah sini.

__ADS_1


salam hangat dari aku


❤❤ Anarita*.


__ADS_2