Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab:77


__ADS_3

HAI....HAI.....


Aku balik lagi nih....Gak tau diri bet...wkwkkwk.


Jangann bosennnnnn bosen yaaaaaay sama kedatangan aku....


••


••


••


Beberapa saat memasuki ruang direktur.


"Nona tolong jangan membuat fitnah seperti ini.Semua yang Nona katakan dapat menimbulkan kesalahfahaman bagi kariawan lainya.Saya mohon kerjasamanya." ucap Farhan frustasi.Pasti sekarang para kariawan sedang bergosip diluar ruang kerjanya.


"Kalau gitu kita pacaran beneran saja biar ngga ada salah Faham."


Astaga! bocah kecil ini ya ?


Ingin rasanya Farhan mengikat mulut Jennie dengan karet sayur.


"Nona! tolong jangan membuat kesalahfahaman antar saya dan tuan muda Reyno." Farhan menghela berat.Pria itu hampir frustasi menghadapi wanita bermulut barbar ini.


"Hei....tidakah kau lihat aku cantik dan sexy? belum pernah ada pria yang berani menolak pesonaku loh!" Jennie membuka jas yang diberikan Farhan tadi.Sehingga terpampang jelas dalaman hitam yang ada dibalik kemeja transparan itu."Berkencanlah denganku pak Farhan..."


Ya ampun!


Farhan menepuk jidatnya kesal.Kalau begini caranya ia semakin trauma untuk berdekatan dengan wanita.


Sabar Farhan! Jennie hanyalah anak kecil berumur sembilan belas tahun yang terlahir dengan mulut racun,sama sekali bukanlah monster.


Jangan takut......


"Nona tolong jaga sikap anda!" gertak Farhan kesal.Tanpa menunggu jawaban berikutnya Farhan langsung menarik tangan Jennie untuk memasuki ruang kerja bosnya.Dimana ketika pintu dibuka,Reyno hanya diam tanpa melihat keberadaan mereka.


Tentu saja cowok itu kesal melihat istrinya memeluk Farhan didepan umum.Apa lagi akhir-akhir ini perasaanya sedang sensitif tidak menentu.Sekarang Reyno hanya butuh penjelasan Farhan dan Jennie.


"Maaf Tuan,pasti anda salah faham dengan apa yang dilihat di cctv.Tadi saya hanya mencoba melindungi nona Jennie karena bajunya basah dan terlihat transparan.Saya tidak bermaksud lain." ucap Farhan hati-hati.Pria itu sangat paham dengan ekspresi diam Reyno,pasti dia marah.


"Saya tidak butuh penjelasan kamu,saya hanya mau tahu kenapa dia-" menunjuk Jennie dengan kesal."mengaku sebagai pacar kamu didepan publik."


"Mungkin nona Jennie hanya bermaksud melindungi diri." tutur Farhan hati-hati.


"Aku hanya butuh penjelasan istriku." gertak Reyno tidak terima.

__ADS_1


Jennie menatap Reyno dengan pandangan nanar." Aku kesel sama mereka,kalau aku ngga ngaku pacar Farhan,mereka akan semakin semena-mena sama aku."tuturnya jujur.


Jennie merasa itu adalah keputusan terbaik,dengan begitu tidak akan ada wanita yang berani membulynya lagi.


"Aku udah bilang sama kamu ya Je...apapun yang terjadi kamu ngga boleh bikin ulah kaya gini.Sebelumnya kamu sendiri yang sudah janji untuk tidak melakukan tindakan yang mengganggu pekerjaan."


"Tapi mereka dulu yang mancing aku.Aku udah berusahan diam,mereka malah semakin jadi.Jangan salahin aku,mereka juga salah."


Jennie mulai kesal pada Reyno.Bukanya membuat ia tenang malah semakin menyebalkan.


"Jadi menurut kamu kalau jadi pacar pura-pura Farhan,kamu akan terhindar dari masalah.Gitu maksud kamu?"


Tidak tahu,Jennie hanya melakukan sesuatu yang terlintas difikiranya saja...terlebih cowok itu datang diwaktu yang salah,menyebalkan.


"May be..." jawab Jennie enteng.


"Kamu itu nambah masalah baru buat Farhan,ngga seperti itu caranya melindungi diri.Kamu ngga tahu dampak selanjutnya akan seperti apa!"Farhan melangkah keluar diam-diam."Farhan tidak usah keluar,disini saja."


"Minta maaflah pada Farhan.."ucap Reyno sedikit keras.Dimana kalimat itu semakin menyulut api kemarahan didalam diri Jennie.


"Pak Farhan,maafkan atas kesalahan saya karena menyebabkan kekacauan pada diri anda.Jika pak Farhan tidak keberatan,mungkin kita bisa membuat rumor itu menjadi nyata."


Ya Tuhan...


Farhan ingin mati berdiri rasanya.Entah bagaimana perasaan bosnya sekarang.Ia tidak berani menatap kearah Reyno.


"Ayolah,Reyno saja boleh memiliki istri dua."Jennie mendekati Farhan lalu mengangkat dagunya.Sekarang mereka saling memandang satu sama lain didepan Reyno."Pak Farhan,anggap saja kita sedang berkencan,masalah pacaran itu bukanlah rumor.Jangan takut pada bosmu."


"Jennie tolong bersikap sopan." bentak Reyno geram.


Pria itu sudah sangat kesal melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil.Berani-beraninya menggoda pria lain didepan suaminya sendiri.


Pokoknya Reyno kesal!


"Kenapa?....kamu cemburu?aku bukanlah orang yang suka main belakang.Lebih baik terbuka seperti ini."


"Cukup! kamu boleh keluar Farhan."


"Baik ,Tuan muda."Farhan segera berbalik secepat mungkin.Suasana semakin mencekam.


"Jangan mempersulitkan Farhan,hidupnya sudah sudah sangat susah selama ini.Tolong jangan berulah,aku tidak akan cemburu jika kamu menggunakan Farhan, tapi Farhan akan mendapat kesulitan baru.Katakan pada semuanya bahwa itu hanyalah kebohongan yang kamu buat sendiri."terang Reyno panjang lebar.Ia bangun dari duduknya lalu menghampiri Jennie yang sedang berdiri dihadapanya."Ayo duduk." Reyno menarik lengan Jennie untuk mengajaknya duduk bersama di sofa.


"Ko kamu malah mojokin aku seolah-olah aku yang salah."Jennie menyentak gandengan tangan Reyno."Emang salah kalau aku ngebela diri aku sendiri?"


"Tidak salah,hanya cara kamu terlalu norak.Beradu mulut didepan kariawan lainya sama saja memberi contoh buruk untuk mereka."

__ADS_1


"Jadi menurut kamu,aku harus diam saat mereka semua ngatain aku perempuan j*lang yang punya sugar daddy?"Jennie mulai terisak.Ia sudah tidak dapat lagi menahan amaranya.Cewek itu berbalik untuk pergi meninggalkan suaminya.


"Jennie tunggu....." cegah Reyno lagi.


Namun ia tidak peduli,cewek itu berlalu pergi meninggalkan Reyno sendiri.Biarlah suaminya merenungi kesalahanya.


Sialan! Reyno sangat kesal.Tidak seharusnya ia melampiaskan kesalahan hanya pada Jennie seorang.


Ahh,ini bukan salah Reyno.Jennie yang duluan menyebalkan.Kalau ia tidak memeluk Farhan lalu mengaku menjadi pacarnya,Reyno juga tidak akan marah sampai seperti ini.


Entahlah...Reyno pusing sekali.


Sekarang malah mereka yang jadi bertengkar gara-gara dua wanita nyinyir itu.Reyno harus memastikan dua wanita itu benar-benar lenyap dari perusahaanya.


Reyno hendak menyusul dan menghalangi Jennie keluar,namun tiba-tiba ponselnya berdering secara dadakan.Sehingga cowok itu berbalik lalu mengambil ponselnya diatas meja.


Sial!selalu saja ada penghalang...


Reyno langsung mengangkat panggilan telpon dimana nama Katy yang tertera dilayarnya.


"Hallo kat...ada apa?"tanya Reyno.


"Aku sudah melaksanakan tugas kamu.Tania sudah memeriksakan kandunganya.Tapi ada yang aneh dengan perubahan sikapnya,sebaiknya kamu segera pulang untuk memastikan."tutur Katy dari balik sana.


"Bagiamana dengan hasil pemeriksaanya?"tanya Reyno penasaran.


"Tidak tahu,Tania tidak mau memberitahu hasilnya.Sebaiknya kamu pulang...Tania terlihat tidak baik-baik saja."


"Oke,aku akan segera pulang."


Reyno segera menutup panggilan dari Katy.Perasaanya berkecemuk tidak jelas.Ia harus segera melihat keadaan Tania,tapi disisi lain istrinya sedang ngambek dan entah sedang apa...


Setelah sepuluh menit kemudian,Reyno bersiap untuk pulang kerumah.Ia berniat mengajak Jennie pulang bersamanya,namun kata Farhan Jennie sudah pergi meninggalkan kantor sejak tadi.


Reyno bimbang.Harus mencari Jennie atau Menemui Tania terlebih dahulu....





Buat yang nanya-nanya Jennie kapan hamilnya....hamil itu butuh proses.Ada tanda tanda perubahan diri,dan lain sebagainya...


Ngga semua hamil itu langsung jadi .Jadi sabar dulu yahh ...aku usahakan tidak mengecewakan kalian kok...yuhuuuu...😍😍

__ADS_1


Terima kasih.....


__ADS_2