Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab:45


__ADS_3

Hai hai,semoga kalian sehat-sehat selalu yah.Tetap dirumah dulu--


Aku berdoa banyak buat kesehatan kalian semua--Indonesiaku


Lanjut membaca episode bucin Reyno dan Jennie .



Satu setengah jam kemudian,William sudah membawa dokter yang sesuai dengan keinginan Reyno.Dokter wanita itu segera masuk keruangan mereka,sementara Wiliam dan Tere menunggu diluar pintu kamar.






Setelah melakukan pemeriksaan selama 15 menit.


(menggunakan bahasa inggris)


"Kamu bagaimana menjadi seorang suami? istri kamu terluka dibiarkan begitu saja,dia mengalami bengkak yang cukup parah pada bagian intinya.Kalau sampai telat sedikit saja,mungkin sudah infeksi." Dokter wanita itu mencak-mencak ,ini pertama kalinya Reyno dimarahi oleh seorang dokter.Siapa sih sebenarnya dia ? Sudahlah,bagaimanapun juga ia yang salah.


"Maaf dok ,kedepanya saya akan menjaga istri saya lebih baik." Reyno menunduk malu,bahkan ia tidak berani menatap wajah istrinya saat ini.


"Sebaiknya kamu banyak belajar tutorial tentang berhubungan badan,perbanyak juga membaca buku panduan tentang sex, agar jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi dikemudian hari."


"Iya dok!" Reyno terkurai malu,harga dirinya sudah diinjak -injak dihadapan istrinya sendiri.


"Gadis manis,ini salep nanti kamu oleskan tiga kali sehari.Dan ingat,jangan mengizinkan suami kamu untuk berbuat intim sampai keadaan kamu pulih total ." Dokter itu berbicara pada Jennie,ia melirik sedikit ke arah Reyno dengan tatapan sinis."Kalo gitu saya permis."ketusnya.


Tanpa basa-basi lagi ,ia langsung melangkah keluar menuju pintu,dokter itu pergi meninggalkan sepasang suami istri yang masih duduk terpaku diatas ranjang.


Sesaat dokter berlalu,Tere dan William segera datang menghampiri mereka berdua.


"Jennie lo ngga papa ?" Kalimat utama yang Tere ucapankan saat melihat keadaan Jennie. Jennie nampak pucat dan acak-acakan.Jennie masih bungkam dan enggan untuk bicara.


"Kak itu dokter siapa sih ? Galak banget."


"Itu dokter hotel, sekaligus kenalan mamah. " ucapanya enteng.


"Mamah ?" Reyno melongok kaget.Bagaimana bisa kakanya membawa dokter yang tidak lain adalah teman mamahnya."Kak ,nanti pasti diaduin ke mamah,Kaka gimana sih ?"


Reyno mendengus kesal,ada kala dimana ia merasa kakanya tidak berfikir dalam bertindak .Atau mungkin sengaja agar orang tuanya tahu ?


"Biarin aja,Salah siapa kamu *****."

__ADS_1


Reyno hanya mendengus kesal,jarang jarang kakanya marah lalu mengejeknya .Ia sudah siap,sudah sangat siap kalau mereka semua akan mengejeknya.Menghina ketidak mampuanya dalam bercinta.


"Kak,mending kaka impotent aja kalo kaya gini caranya,kasian Jennie tersiksa!" Tere menimpali,matanya melotot tajam ke arah Reyno.


Astaga ! mulut wanita ini tak jauh sadis dari istrinya.Berani-beraninya ia menyumpah serapah hal semacam itu pada Reyno.Kalau bukan wanita ,mungkin Reyno akan mencekik mati gadis itu.Ternyata Jennie dan temanya adalah bangsa serupa,sama-sama mahluk planet.


Sementara William hanya terkekeh,raut wajah malu adiknyalah yang jadi pusat perhatianya sekarang.Ia sudah tidak sabar ingin membully adiknya lagi.


"Tere sakit!" Rintihan Jennie seakan menyudutkan suaminya sekarang.Reyno sudah diambang rasa malu saat ini.


"Makanya jangan jadi cewe gampangan!" Tere menonyor kepala Jennie kesal, ia semakin terbawa emosi melihat gadis yang sedang dimabuk cinta ini.Dulu memang Tere pernah memuja Reyno,tapi sekarang tidak,semenjak ia tau Reyno adalah lelaki payah.Intinya sepasang suami istri ini sangat merepotkan.


"Gue ngga gampangan kok!"Sahut Jennie dengan suara bergetar seperti menahan sakit.


Tere mendengus jengkel ."Ngga gampangan apa ?jelas lo udah ngelakuin hubungan suami istri.Baru kemarin lo bilang ngga akan nyerahin mahkota lo sebelum lo lulus kuliah." Tere menyentuh bibir Jennie dengan telunjuknya. "Ludah di bibir lo belum kering Je ,,!"


"Terus gue harus gimana ?" Jennie menyerah pasrah.Andai Tere tahu,menghindari gejolak semacam itu sangatlah susah.Walau otaknya terus menolak,tapi tubuhnya tidak dapat berbohong.Jennie menyukai hal itu,sebuah pengalaman baru yang menyenangkan baginya.


"Pisah ranjang ! jangan kasih suami lo jatah ! kalo lo hamil gimana ? baru awal-awal aja udah disakitin kaya gini ! udahlah ,buat apa si cowo payah macam kak Reyno." Tere bersungut, matanya mendelik tajam ke arah Reyno.


Reyno tidak mau kalah,ia semakin jengkel saat semua orang menyalahkan dirinya.Ini bukan murni kesalahanya bukan ? mereka sama sama mau.


"Mana aku tau kalo jadinya seperti ini,Lagian Jennie sendiri sih ! minta nambah-nambah mulu." Seolah tidak mau dikalahkan,akhirnya Reyno membocorkan rahasia pertarungan mereka semalam.


"Reyno kamu --" bicaranya tercekak,Jennie melemparkan bantal ke wajah Reyno." Aku kan lagi mabuk,mana aku tau !" Jennie membela diri.


"Ngga mau ! aku mau pulang aja ke kota A ."Jennie menolak.


"Uhkkk, sayang banget loh Je kalau ngga mau.Tanda tangan dari desainer terkenal Donatella Vercase kaka taruh di New York.Waktu itu kaka sudah janji mau kasih ke kamu .Kamu yakin ngga mau kesana ? " William memberikan penawaran yang menggiurkan .


William sudah mengatur strategi ini ,Donatella adalah desainer terkenal yang sangat Jennie kagumi.Karena tanda tangan itu pula,Jennie mau berdamai dengan Reyno waktu itu.Semua itu sudah terperinci jelas di otak William, ia sengaja meninggalkan tanda tangan Donatella di rumahnya,kala-kala Jennie menolak untuk pulang ke New York. Adiknya yang bodoh itu ,mana mungkin punya pemikiran cadangan seperti kakanya. Bercinta saja tidak becus !


"Kaka serius udah dapet tanda tanganya ? " Jennie menyeringai gembira.


"Kaka ngga akan bohongin kamu,emangnya Reyno ! Mau malam pertama saja harus pakai obat perangsang dulu." upsss ,William keceplosan.


"Maksudnya apa ?" Jennie mengerjap lengkap dengan nada suara tinggi.


"Hehehe ,kaka keceplosan. Masalah ini kalian bicarain berdua aja ! " William segera menarik lengan Tere sebagai isyarat untuk segera meninggakan mereka berdua.Ia yakin,perang antara suami istri ini akan segera dimulai.Lebih baik mereka berdua secepatnya pergi dari pada harus ikut terseret dalam bahtera rumah tangga pasangan muda konyol ini.


Detik kemudian setelah William dan Tere pergi.Reyno masih diam terpaku .Ia yakin istrinya sedang marah besar sekarang.Mata terus berpaling menghindari tatapan istrinya.Ia bahkan kesulitan mengatur ekspresi saat ini.


Kenapa kaka sialan itu harus keceplosan sih ?Reyno menahan napasnya kesal,dan jangan lupa ! disampingnya sudah ada Jennie yang terus menunggu penjelas Reyno.sorot matanya tajam menyalang,tidak ada objek lain yang ia tatap kecuali Reyno yang sedang dilanda rasa canggung.


"Maksud kak William tadi apa ?" Bentakan Jennie menggema nyaring di telinga Reyno.


"Apaan sih ?jangan marah-marah dulu,tunggu penjelasan aku." Reyno mencoba menenangkan beruang marah yang ada dihadapanya.

__ADS_1


"Gimana aku ngga marah ?pantesan aku ngerasa ngga kekontrol malam itu,aku juga kurang inget jelas dengan apa yang terjadi malam itu.Ternyata karena kamu ngasih obat buat aku,kamu licik banget Reyn !" Jennie menghela berat.Kelakuan Reyno kali ini sudah diatas batas wajar baginya.


Reyno mendesah frustasi,memijat keningnya yang terasa berat."Kamu jangan marah-marah dulu ,dengerin dulu penjelasan dari aku.Itu cuma obat perangsang dengan dosis rendah,sama sekali ngga ada efek apa-apanya,hanya untuk bikin kamu lebih percaya diri . Itu juga saran dari William,aku mana tau obat kaya gitu kalo ngga dari dia."


Jennie menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mulai berbicara kembali."Tapi kamu tetep keterlaluan Reyno ! kamu sinting ya ? udah tau kaka kamu ngga jelas,kenapa diikutin ?"


"Itu demi kebaikan kamu ! aku ngga pernah maksa kamu ,kamu sendiri yang nawarin tubuh kamu dengan ngasih k#ndom ke aku . Jadi kamu masih salahin aku ?"


"Tapi ngga perlu juga kamu jebak aku pakai obat gitu.Kalau kamu ngga jebak aku, harusnya aku masih perawan sekarang.Aku ngga akan goyah sama pendirian aku. Aku emang ngasih k*ndom buat kamu,tapi setelah aku pikir-pikir lagi,aku belum siap untuk hal itu.Aku belum bisa nyerahin mahkota aku gitu aja." tandasnya.


"Jennie kamu anggap aku ini siapa sih? kamu perlakuin aku seolah-olah aku itu cowo brengsek .Salah ya ,kalo aku minta hak aku sebagai suami ?kamu jangan lupa,siapa yang membawa hubungan ini sampai titik pernikahan ?" Reyno menggusar rambutnya kebelakang.Napasnya tersengal menahan emosi di dada.


"Jadi kamu nyalahin aku ? jangan lupa ya Reyn ! kita udah dijodohin dari lahir.Cepat atau lambat kita pasti menikah,walau kesalahan aku ngga terjadi,kita sudah ditakdirkan menikah."


Reyno menghela kasar,kesabaranya benar-benar sedang di uji oleh gadis planet yang ada dihadapanya ini.


"Terus sekarang mau kamu apa ? aku harus gimana biar kamu ngga marah lagi ? mau minta cerai ?"bentak Reyno tanpa sadar.


Jennie bungkam,tidak dapat memberikan jawaban apapun.ia hanya menghela napas pelan sembari memalingkan matanya dari pandangan Reyno.


Baru kali ini Reyno berani mengatakan hal semacam ini,tanpa sadar air mulai merambang di sekitar permukaan matanya.


"Bukan itu maksud aku--" Jennie tercekak,ia tidak dapat melanjutkan lagi pembicaraanya.Ia langsung menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Reyno. Membenamkan wajahnya dalam-dalam disana.


Reyno menarik tubuh Jennie pelan,membuat sedikit jarak diantara mereka."Maaf" ibu jarinya mengusap air mata Jennie yang sudah menggenang.


"Maafin aku ,aku salah. jangan nangis lagi,ya." Reyno menarik tubuh Jennie kedalam pelukanya kembali.Mendekap erat seperti orang yang takut kehilangan.Cukup lama mereka berpelukan sebelum akhirnya Jennie mendongakan kepalanya menatap Reyno.


"Aku ngga mau cerai–— "







Jangan lupa minta like dan komentarnya yah -


boleh sekalian minta bintang 5 nya ngga ?biar aku tambah semangat.


Oh ya aku setiap hari bagi bagi point di grup chat aku.barang kali ada yang mau masuk hehe


Terimakasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2