
Reyno melucuti semua pakaianya,kepalanya menunduk dan terpaku memandangi miliknya yang masih berdiri jaya seakan tidak mau diajak untuk kompromi.dibawah guyuran air hangat yang keluar dari shower,ia mulai meraba miliknya dan menuntaskan birahinya sendiri.
Maafin gue Reyno kecil,untuk sementara lo harus nempuh jalan alternatif lain.
Reyno menengadahkan kepalanya ke atas,merasakan aliran darah yang mengalir panas di sekujur tubuhnya.Kedua matanya terpejam membayangkan sebuah persenggamaan bersama istrinya,ia terus bermain main dengan fantasinya yang gila,bahkan ia sampai melengvh dan menyebut nama Jennie berkali kali.
Reyno mengerang panjang saat sesuatu yang hangat menyeruak keluar dari dalam tubuhnya .satu tanganya berpegangan pada tembok untuk menopang beban tubuhnya. tubuh kekar itu terkurai lemas bagaikan tak bertulang.
Saat ia masih terengah engah mengatur nafasnya,ia kaget setengah mati ketika melihat Jennie sudah berdiri terpaku menatapnya.
Yaps !! mata si kecil itu terus memandangi Reyno dengan sejuta fikiranya.
"JENNIE , kamu ,,- -"
Perasaan gugup bercampur malu tentunya bersarang di benak Reyno saat ini,kepergok oleh istrinya sedang On#ni !!
Lebur sudah harga dirinya didepan wanita.
Ya Tuhan !!!
SIAL SIAL SIAL !!!!"
Apakah ada manusia yang hidupnya lebih sial dari Reyno saat ini??
"Ma-af aku ngga sengaja."
Jennie berbalik badan sesegera mungkin,entah apa yang ada difikiran Jennie melihat kejadian ini .Yang jelas Reyno benar benar ceroboh karena lupa mengunci pintu disaat mandi.
Sekitar 7 menit kemudian Reyno telah menyelesaikan kegiatan mandinya,ia keluar dan mencari sosok Jennie,ia yakin pasti Jennie sedang memikirkan hal yang tidak tidak tentangnya .Sebisa mungkin dia mencoba rilex menghadapi kenyataan ini, toh Jennie adalah istrinya.
Hadapi dengan tenang !!
Jennie duduk di sofa dengan mata yang terus menatap ke arah tv,ia mencoba mengabaikan Reyno yang baru keluar dari kamar mandi.Perasaan gugup menyelimuti benaknya saat ini, Malu! itulah yang ia rasakan saat ini.
Reyno menghela nafas sejenak untuk mengatur keberanianya dalam membuka percakapan.
"Kamu lagi nonto apa Je ?" Reyno bertanya seolah tak terjadi apa apa diantara mereka. Ia menghampiri lalu duduk persis di samping Jennie,Jennie tak menjawab! masih terus fokus menatap ke arah tv. Tanganya mengganti chanel berkali kali untuk menutupi kegugupanya.
Reyno menyapa."Hei "
Reyno menggeser tubuhnya untuk merapatkan duduknya lebih dekat dengan Jennie ,ia mencoba santai dan menyelipkan rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya.Tanganya bergerak perlahan ingin menyentuh wajah istrinya.
"Reyn!" dengan cepat Jennie menepis tangan Reyno saat ia hendak membelai wajahnya.Ia mengalihkan pandanganya kemanapun asal tidak melihat ke arah Reyno .
Tubuhnya gemetar menahan rasa takut sekaligus malu ,melihat kejadian itu membuat perasaan Jennie tidak karuan,tapi sepertinya Reyno terlihat santai dan biasa saja.
"Kamu kenapa ?" Reyno menjaga jarak, menyilangkan kaki dan menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan santai.Ia mengatur nafasnya sejenak agar dapat dapat membuat gadis disampingnya tidak ketakutan.
"Kenapa,?kamu bilang!! aku abis mergokin kamu kaya gitu ,kamu masih bisa dengan santainya nanya aku kenapa ?" Jennie menoleh dan menatap Reyno jengah,dimana sebenarnya urat malu laki laki ini ?
" kamu gak malu kepergok sama aku ?"
__ADS_1
"Ya malu,tapi mau gimana lagi,kamu udah terlanjur liat semuanya." jawab Reyno mengangkat kedua tangan dengan santainya.
"Reyno !!" gertak Jennie menjewer telinga Reyno cukup keras.
"Awk ,iya ,iya maaf aku yang salah,aku tadi lupa kunci pintu.Aku janji,kamu ngga akan liat hal kaya gini lagi." mengangkat tangan lalu membentuk huruf V pada jarinya.
Jennie terdiam ,wajahnya merona menahan rasa malu,ia mengingat kejadian saat Reyno menyebut namanya berkali kali.
"Iskkkk." Jennie berdecak.
"Kamu kok merah gitu mukanya ?" tanya Reyno dengan tak berdosa,bukanya minta maaf ia malah semakin memancing kegugupan istrinya.
"Kamu mesum !!" umpat Jennie,ia langsung menunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan .
Reyno mencoba memaksa Jennie untuk menunjukan wajahnya ."buka dong jangan marah lagi,itu semua juga gara gara kamu." ia merangkuh tubuh gemetar Jennie dengan tangan kiri.
"Ayo buka."paksa Reyno.
Reyno terus merayu Jennie untuk membuka tangan yang menutupi wajahnya."Maafin aku yah ! yah! yah!"
"Aku malu ,tau !!! " masih menundukan kepala,ia tak ingin Reyno sampai melihat wajahnya yang merona.
"Ayo buka ." Reyno membuka perlahan tangan yang menutupi wajah gadis itu.
"Aku kan udah minta maaf ," ia mengangkat dagu Jennie dengan satu telunjuknya,mata mereka kini saling bertemu dan menatap satu sama lain.Terlihat jelas oleh Reyno,wajah merona istrinya membuat ia semakin gemas.
"Tapi aku malu."
Hmmmmm,imutnyaaa.
"Reynoo !!!!" baca dengan nada yang keras,Jennie malu sejadi jadinya.
"Maaf! maaf! maaf." Reyno mendekap tubuh Jennie dan membenamkan kepalanya dalam dalam di dadanya. Ia tahu gadis itu sangat malu,tapi ia sungguh tak tahan ingin terus menggoda gadis itu.
REYNO OH REYNO !!
"Harusnya kamu ngga perlu ngomong hal itu juga kan ?" Jennie berbicara kurang jelas karena ia masih menyembunyikan wajahnya di dada Reyno.
"Harusnya kamu ngga perlu malu,lagian aku udah pernah ngeliat tubuh kamu yang lebih dari itu ." terang Reyno seadanya.
"Hah,,kapan ??"
"Waktu aku nolak kamu,truss kamu ngancam aku, mau perk0sa aku tapi ngga bisa caranya ,hahaha." tawa Reyno mengungkit masalu untuk mencairkan suasana.
"Ikh,kamu masih di inget inget aja ! lagian aku ngga serius tau." ungkap Jennie malu malu dan semakin membenamkan wajahnya dalam dekapan suaminya.
"Serius juga ngga papa kok ."goda Reyno semakin gencar.tanganya memainkan telinga Jennie agar muncul dari persembunyianya.
Jennie yang kesal tak mau tinggal diam ,ia juga ingin membalas godaan suaminya yang menyebalkan. "Tapi aku senang melihat kejadian dikamar mandi tadi ." ia mendongakan kepalanya lalu menatap Reyno penuh dengan senyuman licik.
"Senang ?" Reyno menatap Jennie dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Iya senang, aku fikir enoki kecil kamu sudah mati dan tak berfungsi lagi, karena waktu itu aku pernah nyakitin dia ."
"Enoki kecil ???"
"Yupss ??"
"Jadi kamu namain dia enoki kecil ?" Reyno terperangah menatap ke arah Jennie,bisa bisanya dia memberikan nama seperti itu pada miliknya.
"Yass!!!" Jennie mengangguk menunjukan gigi kelincinya.
"Jadi menurut kamu ini kecil ??" Reyno menunjukan jarinya kebawah ,menatap istrinya tak percaya,Jennie bahkan belum pernah mencobanya.Mulut gadis ini benar benar frontal .fiuh!
"Jadi, apa kamu mau coba untuk mastiin ini kecil atau tidak ??" Reyno mendekatkan wajahnya ke arah Jennie.Tatapan matanya yang dalam seakan ingin memakan habis gadis yang ada di hadapanyam
"BIG NOOOOOOOOOOO!" tolak Jennie menahan wajah Reyno dengan satu telapak tanganya.
"Ayolah! kita berdua suami istri loh ."goda Reyno semakin antusias."Hahaha " ia tertawa puas melihat ekspresi Jennie yang lucu.
"Mandi sana ! aku udah reservasi Restaurant di pinggir pantai loh."
"Beneran! kalo gitu aku mandi sekarang juga ??" gadis itu senang ,ia segera berlari menuju kamar mandi .
Upssss! dia melewatkan sesuatu .
"Tunggu !" Reyno mengejar dan meraih tangan Jennie,ia menatap Jennie dengan raut wajah yang tak biasa.
"Ada apa ?" Jennie bingung dengan perubahan sikap Reyno yang mendadak.
"Sejak kapan kamu bisa jalan tanpa tongkat ?"
Jennie menundukan pandanganya kebawah,bodoh!! bagaimana bisa ia lupa membawa tongkat.Terlalu senangnya ia,sampai melupakan sesuatu.
"Jawab !! kenapa kamu sembunyiin ini dari aku ?" Reyno semakin marah,wajah putihnya berubah drastis kemerahan.
"Eungg,aku baru banget bisa jalan lepas tongkat dua hari yang lalu, tapi sebelumnya aku udah bisa jalan beberapa langkah dan aku terus latihan setiap hari." Jennie menundukan kepala dan memainkan jari jarinya.
"Kenapa kamu ngga mau cerita kalo selama ini kamu berusaha keras latihan ?"Reyno menangkup mata Jennie yang mulai berbinar binar,gadis itu pasti akan menangis jika Reyno tidak bersikap lembut padanya.
"Selama ini kamu sibuk sama urusan kamu,dan selama 4 bulan terakhir kita selalu berantem.Gimana caranya aku cerita ?Aku ngerasa ngga punya siapa siapa dirumah itu. Yang tau perkembangan aku cuma dokter yang ngerawat aku,selain dia ngga ada yang peduli sama aku ." Jennie menundukan kepalanya,air matanya mulai pecah dan menetes perlahan membasahi pipinya.
Reyno merasa bersalah, memang selama 4 bulan terakhir Reyno selalu sibuk dan hampir tidak pernah memperhatikan Jennie,ditambah tingkah Jennie yang selalu menyebalkan di rumah itu.
"Maafin aku ." Reyno mendekap erat lagi tubuh gadis itu."Jangan nangis lagi."
Cukup lama mereka berpelukan sampai Jennie memberanikan diri untuk membuka omongan ."Reyn,kapan dilepasinya ?aku laper ." lirihnya Jennie sedikit mendongakan kepala tapi masih dalam dekapan Reyno.
Reyno melepas pelukanya sesegera mungkin ,mundur satu langkah dan menjaga jarak. "Kamu ngga bisa tahan laper kamu sebentar aja ?kita jarang loh bisa terus peluk peluk kaya gini ?" protes Reyno pada istrinya.
CUPPS !! "Hadiah buat kamu ." lantas berlalu pergi menuju kamar mandi.
Reyno memandangi punggung kecil yang melangkah riang menuju kamar mandi,tangan kirinya masih memegangi bekas kecupan dari istrinya.Sikapnya yang imut seperti itulah yang membuat ia mempunyai bangku istimewa di hati Reyno.
__ADS_1
Aku juga lapar !
Lapar ingin segera memakanmu ,, gadis Alien !